5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Gaming Influencer

Influencer adalah sebuah profesi yang sudah sering kita dengar di era digital ini. Nah, gaming influencer mungkin bisa dibilang masih jarang yang menekuni. Ketika menyebut gaming influencer, yang terbayang mungkin game streamer dengan subscriber YouTube berjumlah jutaan seperti Felix Kjellberg atau PewDiePie.

Terkenal dengan konten-kontennya yang menghibur (juga terkadang kontroversial), PewDiePie menjadi salah satu pelopor gaming influencer di dunia yang membuka industri/niche baru di era digital. Di Indonesia sendiri, kita memiliki cukup banyak gaming influencer yang konten-kontennya selalu ditunggu seperti Jess No Limit, Bangpen dan Milokuma.

“Awalnya aku mulai dari hobiku ikut cosplay dan kebetulan aku juga suka banget main game. Kemudian di tahun 2015 aku jadi Brand Ambassador dari Team Nxl dan berlanjut menjadi gaming influencer dan Brand Ambassador lain,” jelas Milokuma di acara Jakarta Creators Meetup: Level Up Your Channel as Gaming Influencer di GoWork, Chubb Square pada 12 September 2019.

Baca Juga: Milokuma: Ledakan Industri Game dan Posisi Gaming Influencer di Indonesia

 

5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Gaming Influencer

Selain Milokuma, hadir sebagai pembicara; Chandra Wijaya (Managing Director ONIC Esports) dan Reza Putranta (GoPay Senior Product Marketing Manager) untuk melengkapi diskusi yang berjalan di antara peserta dan pembicara.

Peran gaming influencer untuk brand

Sebelum memulai kariermu sebagai gaming influencer, kamu perlu mengetahui 4 peran besar dari gaming influencer saat ‘mengantarkan’ pesan dari brand. Menurut Reza Putranta, ia membagi peran tersebut menjadi empat: education (hard-selling), role modellingstorytelling (soft-selling) dan evangelism.

Education (hard-selling) diakui Reza sebagai peran yang paling banyak dicari oleh brand. Dalam education, Reza menjelaskan bentuk konten yang dihasilkan kebanyakan seperti tutorial, features dan mechanism. Untuk role modeling, konten-konten seperti tips, coaching dan entertainment dengan menggandeng nama brand. Selanjutnya, Reza menjelaskan soal peran storytelling (soft-selling) dengan bentuk konten yang umumnya seperti influencer yang bercerita lewat kontennya atau skenario yang berhubungan dekat dengan brand. Yang terakhir ada evangelism yang berhubungan dengan kehadiran si influencer dalam eventsgathering atau turnamen yang membawa nama brand tersebut.

Dari keempat peran yang disebutkan Reza, setidaknya kamu harus mengetahui peran mana yang menjadi kekuatanmu sebagai gaming influencer sembari meningkatkan kredibilitasmu sebagai salah satunya di industri tersebut. Nah, apa saja hal yang perlu kamu perhatikan untuk meningkatkan engagement-mu?

Baca Juga: 3 Cara Mengoptimalkan Akun Instagram

 

5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Gaming Influencer
5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Gaming Influencer

5 hal yang perlu kamu perhatikan untuk memaksimalkan kontenmu!

Yang pertama adalah persona. Ini bisa kamu anggap sebagai kepribadian diri yang kita bawa saat membuat konten. Menurut Chandra, setiap kreator/influencer pasti memiliki persona unik yang dapat ditonjolkan. “Setiap content creator memiliki persona yang berbeda-beda dan unik. Tentunya, untuk Onic sendiri, setiap atlet kami memiliki persona yang berbeda-beda juga, kami sebagai pihak management hanya perlu membantu mereka dengan menggali lebih dalam karakter mereka untuk ditonjolkan,” jelas Chandra Wijaya.

Yang kedua, adalah attraction. Dalam hal attraction, Reza memberi contoh soal cara para gaming influencer lain membuat konten mereka terlihat menarik. Seperti membuat jargon yang disebutkan secara repetitif dalam konten, juga konten yang konsisten tayang di platform media sosial mereka. Membangun sesuatu yang bersifat interaktif juga ia tekankan untuk mendapatkan attraction lebih.

Selanjutnya adalah niche. Bicara soal industri game dengan ketertarikan jenis game yang amat banyak jenisnya, Reza merasa bahwa menentukan niche adalah sebuah langkah pertimbangan yang tepat. Jenis game seperti apa yang ingin kamu mainkan dan tampilkan di channel kalian?

Hal keempat yang perlu kamu perhatikan dalam karier gaming influencer-mu adalah chemistry. Ini bisa berarti dua hal; yang pertama, ikatan yang kamu ciptakan dengan subscriber atau followers-mu. Yang kedua adalah chemistry yang terjadi saat kamu bekerja sama dengan brand. “Brand tentu ingin bekerja dengan influencer yang memiliki antusiasme dan inisiatif tinggi untuk kemudian bersama-sama menggarap konten yang baik,” jelas Reza.

Untuk poin terakhir, Reza menekankan soal pentingnya interaction. “Interaksi dan mendengarkan penonton/followers-mu adalah kunci dari jumlah views yang tinggi, reach dan engagement rate,” ujarnya. Nah, pastikan kamu menerapkan lima hal tersebut, ya!

Lihat acara Jakarta Creators Meetup mendatang di sini.

 

Apa kamu gaming influencer yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?