Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

4 Tipe Video yang Paling Diinginkan Brand Saat Ini!

Videografer merupakan sebuah karier yang semakin menjanjikan, terlebih di era digital ini. Tapi, ini juga berarti bahwa permintaan atau demand yang tinggi di industrinya sejalan dengan persaingan yang semakin ketat. Sebagai videografer, kita harus selalu memahami tren, produksi hingga eksekusi dari sebuah tipe video yang jadi banyak pilihan klien, utamanya brand untuk memakai jasa kreatif kita. Nah, sebagai individu yang menyediakan jasa kreatif itu, kita harus sepenuhnya paham dengan apa yang akan kita kerjakan untuk menunjukkan kredibilitas kita sebagai videografer.

Baca Juga: 5 Cara Merekam Video Kreatif dengan Smartphone

Bicara aspek yang pertama yaitu tren, setiap tahunnya ada tipe video yang bertahan menduduki peringkat permintaan pertama, ada pula yang bergeser. Tentunya, ini didorong oleh faktor teknologi yang semakin canggih. Di bawah ini, Crafters akan menjelaskan 4 tipe video yang masih banyak menjadi pilihan brand saat ini.

 

4 Tipe Video yang Paling Diinginkan Brand Saat Ini!
(Dok. Giphy)
Video Company Profile

Sebuah video company profile adalah video yang ditujukan brand untuk calon konsumen atau target pasar mereka. Di dalam video tersebut, biasanya brand ingin menunjukkan servis dan solusi yang mereka tawarkan. Lebih lanjutnya, dalam video ini, biasanya pihak brand juga ingin menunjukkan sejarah atau perjalanan dari perusahaan mereka, struktur manajemen, ringkasan finansial, statistik servis dan market leadership. Seiring dengan bergantinya tren, saat ini video company profile biasanya dibuat sekreatif mungkin untuk menarik perhatian.

Jenis dari video company profile sendiri amat beragam. Ada yang hanya menampilkan para pegawainya, ada yang berbentuk animasi hingga dokumenter. Ada beberapa hal yang dapat kamu pertimbangkan saat menggarap konsep kreatif dari sebuah video company profile seperti cerita (storytelling yang baik), warna yang menarik (teknis editing), kualitas video (peralatan dan pengambilan gambar yang mumpuni) dan kualitas audio/suara (pastikan informasinya sampai ke penonton dengan baik).

Web series

Video web series beberapa tahun ini menjadi banyak penontonnya. Salah satu penyebab utamanya adalah karena mudahnya para penonton mengakses video web series ini. Platform seperti YouTube atau Vimeo sering digunakan untuk mendistribusikan video web series dari brand. Bahkan, Instagram yang saat ini memperbolehkan penggunanya untuk mengunggah video berdurasi 1 menit juga umum dimanfaatkan sebagai pendistribusian video mini-web series.

Untuk video tipe ini, kreativitasmu sebagai videografer jelas akan diuji. Umunya, video web series memiliki beberapa episode. Artinya, cerita, karakter dan plot akan berkembang di setiap episode. Video web series terbukti dapat menjadi sebuah jembatan brand ke target pasar mereka. Dengan membangun cerita bagus yang dapat diikuti penonton, di dalam web seriesbrand juga dapat menerapkan soft selling marketing yang konsisten di dalam kontennya.

 

4 Tipe Video yang Paling Diinginkan Brand Saat Ini!
(Dok. Giphy)
YouTube Ads

Beriklan dalam bentuk TVC memang masih sering jadi permintaan besar klien. Namun, video iklan untuk platform YouTube juga menjadi pilihan banyak klien sekarang ini. Apalagi didukung dengan banyak data penurunan penonton televisi yang telah banyak dibuktikan. Bagaimana tidak, brand dapat memasang iklan tersebut di video-video YouTube. Pastinya, perhatian para penonton akan otomatis terpancing.

Nah, kita semua tahu bahwa penonton YouTube dapat mengklik “skip ads” setelah iklan (format panjang) telah beberapa detik ditayangkan. Itulah tugas para videografer untuk membuat “hook” atau pancingan yang pas untuk membuat penonton tidak langsung mengklik skip ads, melainkan memutuskan menontonnya hingga selesai.

Baca Juga: Tips Membangun Dramatisasi Video Lewat Proses Editing

Virtual Reality

Tipe video virtual reality ini memang belum banyak dilakukan oleh para videografer karena teknis dan teknologinya yang rumit. Namun, beberapa brand besar telah melakukannya dan sukses menggarapnya. Di tahun 2019 dan kedepannya, tipe video ini diprediksi akan semakin populer karena elemen interaktifnya yang dapat menarik penonton.

Salah satu video virtual reality yang berhasil adalah Lowe’s. Menawarkan teknologi seperti game The Sims, Lowe’s memberikan panontonnya melakukan rombak DIY (Do-It-Yourself) pada sebuah bangunan. Penonton diajak untuk belajar mengecat, memasang lantai hingga memasang pagar. Lowe’s juga menyatakan bahwa kesuksesan video virtual reality mereka mencapai angka 36% lebih baik daripada video biasa.

Memang, banyak yang harus dipelajari untuk mengerti tipe-tipe video yang telah disebutkan di atas. Memahami tren, mengetahui teknis membuat video yang berkualitas dan menjawab kebutuhan klien merupakan hal yang asyik untuk didiskusikan dengan para pegiatnya yang sudah memiliki kredibilitas baik dan banyak jam terbang di industrinya.

Kamu punya pertanyaan atau ingin mengikuti diskusi seputar hal-hal tersebut? Yuk, ikuti Jakarta Creators Meetup: Tips Videografi: Membaca Tren Video Marketing untuk Brand! Klik link ini untuk RSVP!

 

4 Tipe Video yang Paling Diinginkan Brand Saat Ini!
June 20, 2019
3 Cara Mengoptimalkan Akun Instagram
Menjadi influencer bisa dilakukan oleh siapa saja selama ia mengoptimalkan akun Instagram-nya. Berikut 3...
June 22, 2019
4 Skill yang Wajib Dimiliki Blogger Menurut Sitta Karina
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan para blogger agar blog kamu lebih menarik dan...