Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

4 Tipe Creative Block dan Apa Solusinya?

Kreator siapa pun atau apa pun kegiatan kreatif yang kamu lakukan, pasti ada saatnya mengalami kebuntuan kreativitas, bahkan tidak ada ide satupun yang muncul di kepala alias creative block. Tapi di saat bersamaan, kamu sedang amat bersemangat membuat sebuah karya kreatif yang dapat kamu tunjukkan ke dunia.

Pertama, hal ini amat manusiawi, kok. Tenang saja, bahkan seniman-seniman besar sering menghadapi creative block ini. Pada akhirnya, creative block hanyalah sebuah proses yang dapat membantu kita sebagai kreator untuk berkembang, melewati tantangan demi menciptakan sebuah karya baru yang tidak kalahnya dengan karya-karyamu sebelumnya.

 

4 Tipe Creative Block dan Apa Solusinya?
(Dok. Giphy)

Sebelum mencari solusinya, ada baiknya mengidentifikasi tipe dari creative block yang sedang kita alami. Dengan begitu, permasalahan tersebut dapat perlahan kita lalui tanpa memikirkannya terlalu lama atau ngoyoAfter all, we all need some closure to our problems, right?

Seperti yang dilansir 99u, sebuah blog dari Adobe, ada beberapa tipe creative block yang dirasakan para kreatif. Persoalannya ternyata tidak sesimpel “sekadar tidak bisa berkarya” saja, namun macam-macam creative block ini bisa membuatmu melihat segala permasalahan kreatif secara lebih rasional/objektif.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film dan Series Netflix untuk Memicu Kreativitasmu!

Yang pertama adalah mental blockMental block ini dapat kamu identifikasi di saat kamu merasa terjebak dengan ide-ide yang ada di kepalamu. Kamu merasa terlalu familier dengan pemikiran-pemikiran yang muncul hingga kamu menjadi apatis dengan kemungkinan-kemungkinan lain yang mungkin saja muncul ke permukaan. Jadinya, premis yang kamu pikirkan hanya itu-itu saja, dan di dalam hati, kebosanan itu muncul. Apa solusinya? Adalah untuk menggunakan pertanyaan “what if?” di ide-ide karyamu dan mengambil kemungkinan ide baru yang muncul tersebut. Bicaralah dengan orang yang kamu tahu akan tidak sependapat denganmu untuk mendengar perspektif baru. Baca, tonton atau dengarkanlah konten yang amat berbeda dengan apa yang kamu konsumsi setiap harinya. Trust the process and let loose.

 

4 Tipe Creative Block dan Apa Solusinya?
(Dok. Giphy)

Yang selanjutnya adalah emotional barrier. Bahwa kreativitas bisa menjadi menjadi amat intens bagi pelakunya. Dengan ketidaktahuan akan masa depan yang mungkin kamu hadapi, kadang kita tidak berani mengambil risiko dari ide besar yang telah muncul di kepala. Di saat inilah pertahanan dirimu otomatis aktif dan menjadi terlalu besar hingga akhirnya menghasilkan penundaan yang signifikan (procrastination).

Solusinya? Dianalogikan seperti kali pertama kita nyemplung ke kolam renang yang dingin. Pilihannya ada dua; langsung melompat atau pelan-pelan masuk ke kolam mulai dari kaki. Apa pun pilihannya, kita akan dihadapkan dengan temperatur kolam yang mengejutkan. Tapi, langsung melompat dan mendapatkan sedikit kejutan bisa menjadi sebuah dorongan yang kita butuhkan. Setelah sedikit kaget , menyesuaikan diri dan berenang sebentar, kita bisa saja dihadapkan dengan sebuah kemungkinan baru yang belum pernah kita temukan sebelumnya. This is the time to try the big jump!

Ketiga, ada permasalahan creative block yang lebih membicarakan soal kebiasaan. Yaitu kebiasaan bekerja yang mungkin ternyata tidak cocok untukmu. Masalah ini sebenarnya sesederhana soal: mungkin kamu bekerja terlalu pagi? Atau terlalu larut? Atau kamu terlalu lama bekerja? Atau kurang lama? Atau mungkin, beberapa pekerjaan yang mengganggu seperti membalas email, bermain sosial media sebenarnya selama ini membuatmu tidak efektif bekerja?

Untuk permasalahan ini, solusinya adalah untuk melihat dan mengamati baik-baik hal yang mengganggumu. Jika kamu merasa lemas dan tidak bersemangat, mungkin kamu mengambil waktu terlalu larut? Maka cobalah bekerja di pagi hari atau waktu lainnya. Atau, kalau membalas pesan dan media sosial mengganggu konsentrasimu, kamu dapat menjauhkan gadget dan membuat jadwal tersendiri yang bisa kamu turuti? Try everything to make it work!

Baca Juga: 7 Ide Latihan Kreatif untuk Mengasah Kemampuan Fotografimu!

Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah poverty. Walaupun kekurangan finansial dapat amat mengganggu, tapi kita tidak dapat memungkiri bahwa kita “kekurangan” banyak hal lainnya yang harus diakui. Embrace it, kadang, kita merasa “miskin” waktu, “miskin” pengetahuan, “miskin” networking, dll. Hal ini pasti menyedihkan, tapi amat sering serta umum dialami. Apa solusinya? Well, you need savings. Menabung hal-hal yang kita butuhkan sebagai kreator seperti modal berkarya secara finansial, berinvestasi dalam hal-hal yang dapat menunjang kebutuhan inspirasi seperti buku atau memilah prioritas dengan baik jika masalah utamamu adalah kekurangan waktu. Jadilah lebih pemilih jika hal ini dapat membantumu dalam berkarya.

 

Apa kamu seorang content creator yang ingin bergabung dalam jejaring GetCraft?

June 17, 2019
Andhika Muksin: Kolase Digital Gabungan Kultur Pop dan Disney!
Andhika Muksin, seorang kreator asal Indonesia yang berkarya kolase digital, menggabungkan kultur pop dengan...
June 19, 2019
Sitta Karina: Perjalanan Kepenulisan Fiksi Sampai Blog
Setelah sukses menerbitkan hingga 21 buku novel, Sitta Karina pun aktif ngeblog membagikan opini...