4 Langkah Proses Kreatif dalam Membuat Karya

Bagi pelaku kreatif, proses pengkaryaan merupakan hal yang harus dicoba dan digali berulang kali. Tak jarang, saat ide bergelimpangan di kepala, mungkin Anda malah bingung harus memulai semuanya dari mana. Bicara soal bidang kreatif, Crafters sadar betul bahwa akan banyak sekali bidang spesifik yang bisa dibahas. Meski begitu, hampir semua proses kreatif dapat dirumuskan dalam beberapa tahap. Seperti yang diungkapkan dua pelaku kreatif Indonesia ini.

Kemas Acil, desainer dan ilustrator yang sudah cukup lama menggeluti bidang kreatif, dengan jelas menjabarkan tahap yang ia lakukan untuk menghasilkan sebuah karya. Begitu juga Felix Jody Kinarwan, jurnalis fotografer koran nasional ini memaparkan tahap-tahap proses kreatif yang biasa dilakoninya. Apalagi, jika kamu adalah seorang kreator yang sudah siap untuk menerima project. Pasti, langkah kreatif amat penting. Dari hasil perbincangan dengan keduanya, proses kreatif bisa dirumuskan dalam empat langkah:

Ide

Ide dapat dianalogikan sebagai “jiwa” dari sebuah karya. Menurut Kemas, tanpa ide yang matang di tahap awal, ilustrasi/desain yang dibuat akan kehilangan esensinya. Dalam tahap ini, seorang kreatif juga harus melakukan brainstorming. Sehingga ide yang ada akan semakin kaya. “Tanpa ide yang komprehensif, kita tidak akan bisa maju ke tahap kreatif berikutnya,” kata Kemas.

Riset

Selanjutnya adalah riset. Pentingnya riset dalam berkarya akan membantu Anda menetapkan do’s and don’ts. Semisal, jika ingin berkarya dengan tema dari budaya tertentu, Anda harus melakukan riset mendalam. Anda pun mesti memastikan bahwa tidak ada kesalahan fatal yang nantinya malah menuai kritik yang seharusnya dapat dihindari.

Baca Juga: Intip Tips Penulisan Kreatif ala Dheniel Algamar 

Riset yang mendalam juga bisa membuat Anda menjadi lebih sadar dengan pantangan-pantangan, serta aspek yang dapat dikembangkan lebih lanjut. “Tanpa riset yang cukup, karya yang dihasilkan akan menjadi riskan kritikan dan dangkal,” ujar Felix.

Pada proses ini, Anda tak perlu menghabiskan waktu seharian penuh tanpa makan, atau bahkan terburu-buru ingin menyelesaikan riset ini dalam sehari. Di usia 21 tahun, hasil riset Art Markman, Profesor Psikologi dan Marketing di University of Texas digunakan oleh pengarang-pengarang terbaik New York Times seperti Robert Greene, Tim Ferriss, dan Tucker Max. Untuk mendapatkan hasil riset ini, ia hanya perlu menyisihkan waktu beberapa jam dalam seminggu.

Sketching

Sketsa tidak hanya dilakukan oleh illustrator atau desainer visual. Dalam arti yang lebih luas, membuat sketsa berarti merancang semua ide dan riset dengan lebih spesifik. Misalnya, sebagai seorang penulis, sketching akan berbentuk sebuah draf atau plot. Begitu pula dengan karya lain. Intinya, tahap sketching bisa menjadi gambaran besar dari hasil akhir karya Anda nantinya.

Eksekusi

At the end of the day, yang paling ditunggu-tunggu adalah proses eksekusi karya. Umumnya, proses ini bergantung pada masing-masing pelaku kreatif. Meski begitu, ini merupakan tahap yang paling banyak memakan waktu. “Karena seluruh ide, riset, dan sketsa yang sudah dibuat akan dituangkan dalam tahap ini,” kata Felix.

Karena itu, Anda harus membuat jadwal kerja sejak awal proses dan menepatinya sepanjang masa eksekusi. “Tanpa penjadwalan yang baik, seluruh tahap yang sudah dilewati akan sia-sia,” tambah Kemas.

Tanpa riset yang cukup, karya yang dihasilkan akan menjadi riskan kritikan dan dangkal

Lalu, bagaimana bila muncul gangguan selama proses kreatif? “Jangan panik!” kata Felix. Sebab dalam pembuatan karya, Anda semestinya sudah mempersiapkan rencana cadangan. Sebab itulah yang menjadi tameng antisipasi dalam berkarya. “Lagipula, segala sesuatu memiliki sisi kreatif—setiap sudut yang Anda lihat dapat memberikan inspirasi,” tambah Kemas.

Selanjutnya, Anda hanya perlu menikmati hasil akhirnya. Explore more, have fun and good luck!