Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

4 Hal Penting dalam Influencer Media Kit!

Pernah dengar Influencer Media Kit? Media kit adalah salah satu yang paling penting jika ingin terjun berkarier sebagai influencer. Kegunaannya adalah untuk memudahkan mereka bekerja sama dengan klien. Sebenarnya apa sih Influencer Media Kit? Adalah sebutan untuk sebuah kumpulan dari portofolio dan resume para influencer, tentunya. Memang terdengar remeh, mungkin. Tapi, Influencer Media Kit adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap influencer.

Menurut sebuah artikel dari Influencer Marketing Hub, disebutkan bahwa Influencer Media Kit adalah sebuah dokumen yang dapat menunjukkan analisis dan demografi dari platform para influencer kepada para klien potensial. Tidak hanya macro influencer saja yang membutuhkan sebuah Influencer Media Kit, namun juga para micro influencer.

Mengapa? Karena Influencer Media Kit dapat mencakup secara jelas dan rapi semua hasil yang telah dicapai dari project-project yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan merangkum semuanya di satu dokumen, influencer juga dapat meningkatkan profesionalitas mereka dalam bekerja.

Baca Juga: Agar Makin Sukses, Ini yang Perlu Diketahui Influencer Media Sosial

Pastikan bahwa sebagai kreator, kamu terus mengingat bahwa dokumen ini perlu terus-menerus di update karena banyak angka-angka penting di dalamnya. Jadi, pastikan untuk terus memperbarui tiap-tiap analisa dan data yang tercantum di dalamnya sebelum memberikannya pada klien potensial baru.

Nah, berikut adalah empat hal penting yang perlu dicantumkan dalam sebuah Influencer Media Kit.

 

4 Hal Penting dalam Influencer Media Kit!
(Dok. Giphy)
Analisis

Bicara angka, enggak semua orang tertarik untuk berurusan dengannya. Too bad, karena hal ini adalah hal yang paling diperhatikan oleh klien. Saat ingin menjalin kerja sama dengan influencer, pada umumnya, klien ingin tahu tentang jumlah followers kamu dan platform apa yang biasanya kamu gunakan. Selain itu, dengan adanya penulisan data yang padat dan lengkap, klien dapat membayangkan perkiraan hasil yang kemungkinan akan tercapai dalam kerjasamanya dengan influencer.

Analisis ini dapat dimulai dari platform yang kamu gunakan dan dilanjutkan dengan angka-angka engagementreach, dan sebagainya. Dalam mencakup data di Influencer Media Kit, kamu tidak perlu mencantumkan setiap detail data yang kamu punya.

Pastikan untuk meng-highlight kelebihanmu yang dapat kamu temukan di data-data tersebut untuk membuat para klien terkesan. Jangan terlalu fokus dengan data dengan angka rendah yang kamu dapatkan dalam project sebelumnya.

Cek di sini untuk melihat para influencer yang siap menerima project dari klien via GetCraft

Demografi audiens

Angka bukanlah satu-satunya hal yang penting. Insights dari audiens kamu juga tidak kalah pentingnya untuk dipertimbangkan klien. Dengan mencantumkan pengetahuan soal audiensmu, seperti gender, umur rata-rata, lokasi, dan sebagainya, klien potensialmu dapat lebih mudah menetapkan campaign kerjasamanya dengan para influencer. Untuk demografi audiens dalam Influencer Media Kit ini, semakin detail kamu mencantumkan data-datanya, lebih baik. Umumnya, klien ingin terus memperluas audiens mereka. Jadi, memberikan mereka demografi yang jelas, mulai dari audiens terbesar kamu hingga audiens sekundermu akan sangat membantu proses campaign para klien.

Baca Juga: Pastikan Konten Instagram Kamu Mencapai KPI, Ini Caranya!

 

4 Hal Penting dalam Influencer Media Kit!
(Dok. Giphy)
Penawaran

Tidak ada influencer yang memiliki penawaran yang identik sama. Jadi, pastikan apa saja yang termasuk dalam penawaranmu di dalam Influencer Media Kit. Untuk hal ini, penting hukumnya para influencer untuk tidak malu-malu kucing.

Kasus terburuknya adalah membuat penawaran yang tertulis menjadi bias untuk klien hingga pada akhirnya terjadi miss communication. Contohnya saja, jika kamu adalah seorang influencer yang fokus dalam Instagram, maka bedah dengan jelas apa saja penawaranmu. Bisa saja hanya foto/video di feed Instagram, Instagram Story, atau IGTV.

Tiap-tiap poin yang kamu cantumkan dalam penawaran jangan sampai membuatmu terjebak dalam sebuah konten yang ternyata tidak dapat kamu produksi. Nah, di bagian penawaran ini adalah saatnya kamu mencantumkan rate-mu. Tidak perlu dalam jumlah spesifik (contoh: Satu Instagram Feed Post (Foto)= IDR. XXX), kamu juga dapat mencantumkan kisaran/jangkauan harga yang telah ditentukan agar negosiasi dengan klien dapat berjalan dengan lebih baik (contoh: Satu Instagram Feed Post (Foto)= IDR XXX-IDR XXX).

Project sebelumnya & Bio

Dalam Influencer Media Kit-mu, ini saatnya kamu membanggakan portofolio konten dari project-project sebelumnya. Mencantumkan foto-foto juga dapat memberikan sebuah hal menyegarkan setelah membahas keseluruhan data yang disebut di atas. Pilihlah foto secukupnya dari konten terbaik yang telah kamu pilih. Bukan sekadar foto dari konten terfavorit secara personal saja, tapi juga pastikan foto yang dicantumkan merepresentasikan bentuk-bentuk konten yang dapat kamu produksi dengan baik.

Menampilkan bentuk visual lain di dalamnya juga bisa kamu lakukan. Salah satunya logo-logo dari brand yang pernah bekerja sama denganmu sebelumnya untuk menunjukkan kredibilitas yang lebih, namun juga memberi klien gambaran lebih jelas tentang audiensmu.

Pada akhirnya, sebuah Influencer Media Kit ini trik terpentingnya adalah untuk mengemasnya dengan personality yang kuat. Untuk memberikan kesan friendly dan approachable, sebagai influencer kamu bisa menceritakan perjalanan kariermu dengan kreatif dalam bentuk biografi pendek yang menarik. Dengan elemen ini, klien juga dapat lebih mengenal konten-konten lewat kepribadian yang telah kamu ceritakan.

Nah, untuk lebih lanjutnya, jika bicara perihal teknis desain, Influencer Media Kit tidak punya rumus yang tetap. Jadi, berkreasilah sesukamu! Pastikan bahwa gambaranmu secara visual bisa membuatnya lebih menarik lagi. Have fun!

Jika kamu seorang kreator, klik tombol di bawah ini untuk bergabung dalam jejaring kreator GetCraft!

September 19, 2018
10 Buku Wajib Baca versi Adimas Immanuel
Sebagai seorang penyair muda, Adimas Immanuel adalah sosok yang wajib berbagi soal 10 buku...
September 22, 2018
Sukutangan: Pentingnya Memahami Naskah dalam Menjadi Book Cover Designer
Simak cara book cover designer Genta dan Ndari dari Sukutangan saat menggarap project!