3 Kesalahan Umum Freelancer dalam Menentukan Tarif

Bekerja dari mana saja, bisa bangun sesukanya, mengerjakan pekerjaan yang digemari, dan waktu kerja yang fleksibel adalah serangkaian daya tarik pekerjaan sebagai freelancer atau pekerja lepas. Walau kedengarannya sangat menarik dan cenderung bebas, dunia pekerja lepas tak melulu menyediakan fleksibilitas waktu dan melibatkan nongkrong di kafe.

Ada banyak sekali faktor yang harus kamu urus saat terjun menjadi pekerja lepas dibanding ketika kamu kerja penuh waktu. Sebagai seorang freelancer, kamu memiliki tanggung jawab membangun daftar klien, menjadi bos bagi dirimu sendiri, mengatur keuanganmu, dan−ini yang paling fatal dan sulit−menentukan tarif jasa kerjamu.

Kali ini Crafters telah merangkum apa saja yang harus kamu pikirkan sebelum menentukan tarif sebagai seorang freelancer. Entah kamu baru saja memulai pekerjaanmu sebagai seorang freelancer atau telah terjun dan butuh melakukan penyesuaian sistem tarif, berikut kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan saat menentukan tarif harga dan harus kamu hindari sebagai freelancer.

Baca Juga: 5 Masalah yang Dihadapi Freelancer dan Cara Mengatasinya!

 

3 Kesalahan Umum Freelancer dalam Menentukan Tarif

Tidak pernah mengobrol dengan teman sesama freelancer

Salah satu cara terbaik memahami biaya apa saja sih yang sebenarnya harus kamu tagih ke klien adalah lewat mengobrol dengan sesama teman freelancer yang kebetulan berada di industri yang sama denganmu. Keuntungan sering mengobrol dengan teman sesama freelancer adalah kamu memiliki gerbang informasi lain yang dapat membantumu memahami pasar. Tak hanya itu, teman sesama freelancer pun dapat membantumu merasa lebih percaya diri dan juga lebih siap menghadapi pertanyaan, “Berapa harga jasa freelance kamu?” 

Enggak punya teman freelancer yang satu bidang? Jangan sedih. Kamu bisa mulai mencari informasi soal grup-grup freelance di internet atau bergabung di group Facebook dan WhatsApp.

Terlalu fokus pada persaingan tarif

Banting-bantingan harga di pekerjaan lepas itu tidaklah efektif. Sebuah penelitian dari Stanford University menjabarkan bukti-bukti konklusif jika meminta seseorang untuk membandingkan tarif bukanlah hal yang tepat untuk bisnis berbasis kualitas. Justru malah akan merugikanmu. Jadi, jangan fokus pada persaingan tarif hingga memasang harga jauh di bawah pasaran. Lakukanlah hal yang sebaliknya: naikkan tarif jasamu dan fokuslah pada value atau nilai yang dapat kamu hadirkan dalam karyamu.

 

3 Kesalahan Umum Freelancer dalam Menentukan Tarif

Tidak memasang tarif berdasarkan value dalam karyamu

Selain faktor bahan pembuatan karya yang harus kamu tambahkan dalam perhitunganmu, ada hal lain yang harus kamu masukan ke dalam tarifmu yakni, value atau nilai. Belakangan, banyak sekali pekerja lepas yang mengimplementasi “value-based pricing” sebagai metode anyar untuk menentukan tarif.

Value-based pricing ini memberikan ruang bagimu untuk memasang tarif sesuai dengan apa yang kamu hadirkan, bukan berapa lamanya pengerjaan karya. Ambil contoh, ketika kamu bisa memberikan hasil jadi pekerjaan lebih cepat dari kesepakatan awal, bukan berarti kamu harus memberikan potongan harga kepada klien. Justru semakin cepat kamu menyelesaikan tugasmu, semakin tinggi pula tarif yang dapat kamu bebankan kepada klien. Ini karena apa yang kamu kerjakan dalam waktu cepat tersebut membutuhkan kemampuan tertentu.

Bagaimana kamu memasang tarif terhadap pekerjaanmu kelak akan menentukan caramu menarik perhatian klien potensial. Saat kamu mampu menghadirkan hasil pekerjaan yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya dan bermanfaat bagi klien, kamu pun bisa membangun sistem tarif jasa freelance yang kompetitif serta sempurna.

Baca Juga: Begadang Bukan Solusi Freelancer untuk Tuntaskan Project!

Nah, apakah kamu ingin belajar lebih banyak soal memasang tarif sempurna bagi para pekerja lepas, mulai dari menyusun biaya produksi hingga menentukan harga akhir yang kompetitif? Lewat Jakarta Creators Meetup mendatang yang bertajuk Guide to Set Your Freelance Rates Perfectly, GetCraft mengundang para pembicara yang sudah berkecimpung di dunia freelance: Nicky Tarto (Photographer & Video Creator), Nengiren (Illustrator & Crafter), Martin Johnindra (Copywriter at Lotus:H), Rahma Meita M., CFP (Sr. Financial Planner, Oneshildt Financial Planning) dan Syarief Hidayatullah, SVP Creative GetCraft sebagai Moderator.

Daftarkan dirimu sekarang juga dengan meng-klik link ini.

Baca rangkuman acaranya di sini.

 

3 Kesalahan Umum Freelancer dalam Menentukan Tarif