X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

UI/UX Writer: Kenali Definisi dan Potensinya di Era Digital

By
MLR
 •
August 25, 2020

Belakangan ini UI/UX Writer menjadi sebuah titel pekerjaan yang populer. Pekerjaan ini seringkali diasosiasikan dengan gaji fantastis dan aura mistis. Ada dua alasan mengapa pekerjaan tersebut sangat berkaitan dengan frasa gaji fantastis dan aura mistis.

Pertama, kehadiran UI/UX writer sangat penting dalam keberlangsungan bisnis, terutama bagi perusahaan startup sehingga tak jarang perusahaan startup memiliki bajet lebih untuk menggaet siapapun yang memiliki kemampuan UI/UX writer. Kedua, sangat sedikit orang yang tahu dengan jelas tentang apa arti pekerjaan ini atau apa saja pekerjaan yang dilakukan seorang UI/UX writer.

Saking bingungnya banyak orang mengenai lingkup pekerjaan UI/UX writer, banyak artikel di internet menggunakan istilah ini secara ambigu dan menjadikannya sinonim istilah-istilah lain seperti UX copywriting, content strategy, dan content design. Mistis banget! Padahal UI/UX Writer, UX Copywriting, content strategy dan content design adalah hal yang berbeda.

Seseorang yang bekerja di bagian penulisan UI/UX enggak melakukan pekerjaan yang sama seperti orang yang bekerja di bagian strategi konten. Copywriting dan UI/UX writer juga bukan hal yang sama. Jadi apa sih yang sebenarnya UI/UX writer kerjakan selama ini? Lantas kenapa banyak yang bilang kalau UI/UX writer bergaji fantastis ini sangat penting bagi industri 4.0?

Biar kamu enggak kebingungan, kali ini Crafters mencoba untuk memberikan penjelasan singkat lingkup pekerjaan UI/UX writer dan peran pentingnya di industri 4.0. Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Tips Menjadi Content Writer Kompeten

Apa itu UI, UX, dan UI/UX writer?

Sebelum membahas lingkup kerja UI/UX writer, ada baiknya kamu mengetahui dulu secara singkat mengenai UI dan UX. Secara sederhana, UI atau yang seringkali disebut juga dengan User Interface adalah segala sesuatu yang dapat berinteraksi dengan pengguna (user) dalam lingkup penggunaan produk atau layanan secara digital. Artinya user interface mencakup berbagai elemen mulai dari layar, layar sentuh, keyboard, output suara, hingga lampu perangkat yang digunakan oleh pengguna.

Di tahun 1970an, kalau kamu ingin menggunakan komputer, kamu harus menggunakan user interface berbasis kalimat perintah. User interface grafis yang kamu kenal sekarang, belum digunakan secara komersial pada tahun ini. Makanya, sewaktu ingin mengoperasikan komputer di tahun 70an, kamu harus berkomunikasi melalui bahasa pemorgraman dan barisan kode untuk menyelesaikan tugas sederhana.

Baru pada tahun 1980an, User Interface grafis (GUI) pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan komputer di Xerox PARC. Lewat terobosan inovasi ini, pengguna sekarang bisa berinteraksi dengan komputer pribadi lewat bantuan perintah secara visual dalam bentuk ikon, tombol, menu, dan kotak centang.

Pergeseran teknologi ini memudahkan siapapun menggunakan komputer. Kamu dan berjuta manusia tidak lagi harus menggunakan kode untuk melakukan tugas sederhana. Perkembangan user interface ini juga menjadi permulaan revolusi komputer pribadi. Pada tahun 1984, komputer Apple merilis Macintosh yang dilengkapi tetikus, menjadikaannya perusahaan penghasil komputer pribadi pertama yang sukses menerapkan User Interface secara komersial.

Aksesibilitas dan kebutuhan akan komputer pribadi serta kantor menjadikan user interface sangat penting untuk pengguna. Kalau pengguna enggak bisa berinteraksi dengan komputer, maka komputer tersebut dianggap sia-sia karena tidak menjual. Alhasil, lahirnya sebuah profesi baru bernama desainer UI.

Sama seperti teknologi yang terus berkembang, peran perancang UI juga mengalami perkembangan pesat seiring sistem dan aksesibilitas yang muncul. Di zaman yang lebih modern seperti sekarang, desainer UI enggak cuma sebatas mengerjakaan User Interface komputer, tapi juga ponsel pintar, augmented reality, dan virtual reality. Malahan, desainer UI juga bisa mengerjakan situs web, aplikasi seluler, dan lain sebagainya. Selama komputer menjadi bagian penting dalam hidup masyarakat, kebutuhan ahli User Interface sangatlah diperlukan banyak orang.

Kalau User Interface berkaitan erat dengan perangkat, UX atau yang juga disebut sebagai User Experience memiliki fokus pada perjalanan si pengguna dalam menggunakan komputer, situs web, aplikasi, dan lain sebagainya. User Experience adalah evolusi dari pengembangan UI. Saat ada sebuah elemen dari UI yang digunakan pengguna untuk berinteraksi, pengalaman para pengguna dalam interaksi tersebut (baik positif, negative, atau netral) bisa mempengaruhi perasaan pengguna atas produk layanan digital yang dihadirkan.

Ilmuan kognitif Don Norman menjadi orang pertaama yang menciptakan istilah “user experience” di awal tahun 1990-an ketika ia bekerja di Apple. Dalam penelitiannya yang berjudul What You See, Some of What’s in The Future, And How We Go About Doing It: HI at Apple Computer di tahun 1995, Don Norman menjelaskan bahwa User Experience mencakup semua aspek interaksi pengguna dengan perusahaan, layanan, dan produk. Artinya, apapun produk atau layanan digital yang dihadirkan oleh seseorang selalu memiliki fokus terhadap manusia, bukan lagi perangkat.

Dari kedua penjabaran di atas, bisa disimpulkan jika UI/UX writer adalah seseorang yang menulis untuk memandu para pengguna. Lingkup kerja UI/UX writer terdiri dari menulis kata-kata yang dibaca atau didengar ketika seseorang ingin menggunakan produk digital. Kedengarannya mudah? Belum tentu.

Untuk sampai pada hasil yang memuaskan pelanggan, seorang UI/UX writer dituntut bisa membuat kata-kata yang jelas, padat, dan berguna bagi para pengguna dengan batasan tertentu. Pastinya hal ini menjadi tantangan tersendiri dan membutuhkan kreativitas ekstra bagi kreator yang ingin terjun menjadi seorang UI/UX writer.

Baca juga: 5 Langkah Menulis Tokoh atau Karakter yang Menarik

Peran UI/UX Writer di Industri 4.0

Definisi UI/UX writer bisa jadi singkat dan mudah dipahami saat kamu mengerti peran UI dan UX dalam penerapannya terkait teknologi, namun peranannya dalam Industri 4.0 belum tentu semudah itu untuk dimengerti banyak orang. Untuk mengetahui peranan UI/UX writer di Industri 4.0, pertama kamu harus mengerti seperti apa industri tersebut berjalan.

Pada tahun 2013, ketika istilah industri 4.0 pertama kali diuraikan dalam laporan yang menjelaskan industrialisasi jenis baru, definisi istilah tersebut memiliki fokus dalam hubungan “sumber daya, informasi, obyek, dan manusia.” Gampangnya, industri 4.0 adalah proses industrialisasi yang mengedepankan perkembangan teknologi sebagai gerbang utama proses produksi barang, distribusi, hingga penjualan sebuah produk hingga ke tangan pelanggan. Walau kesannya hubungan tersebut sangat ideal dan seimbang, kenyataannya hubungan antara proses pembuatan hingga penerimaan sebuah produk sangat tidak imbang. Ujung-ujungnya lebih banyak pihak menitik beratkan perkembangan teknologi dalam industri 4.0 dan mengabaikan manusia atau pelanggan sebagai pusat segala keputusan.

Di zaman sekarang, transformasi digital bukan lagi kisah fiksi sains. Lewat transformasi digital kamu dan masyarakat pada umumnya bisa mencari solusi dari tantangan sehari-hari, mulai dari belanja bulanan, cari tiket penerbangan, hingga menentukan jenis investasi mana yang paling menguntungkan dengan bermodalkan ponsel pintar. Tantangan yang sebenarnya dari industri 4.0 terletak jauh dari hal teknis, yakni bagaimana melibatkan manusia sebagai pengguna.

Menjadikan kebutuhan manusia sebagai pusat inovasi sendiri adalah prinsip lama yang dijunjung oleh para praktisi. Don Norman sampai menciptakan istilah user experience untuk mengembalikan fokus inovasi kembali ke manusia. Di masa sekarang, teknologi yang mutakhir dan memiliki desain bagus akan sia-sia jika tidak bisa memenuhi kebutuhan penggunannya. Untuk itu, peranan seorang UI/UX writer di industri 4.0 menjadi sangat penting karena mereka menciptakan kata-kata efisien yang berguna membantu pengguna menikmati beragam terobosan mutakhir serta menjadi solusi masalah masyarakat.

Tanpa desain yang tepat dan dukungan keemampuan UI/UX writer dalam memberikan kata-kata tepat, industri digital adalah sesuatu yang sulit dimengerti. Tanpa desain dan kata-kata yang tepat, Industri 4.0 belum tentu bisa menghadirkan keseimbangan antara teknologi serta kebutuhan manusia.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

UI/UX Writer: Kenali Definisi dan Potensinya di Era Digital

By
MLR
.
August 25, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

UI/UX Writer: Kenali Definisi dan Potensinya di Era Digital

By
MLR
.
August 25, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles