X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Tren Visual 2020

By
Pandji Putranda
 •
March 12, 2020

Memasuki tahun 2020, tren visual telah mencapai tonggak sejarah yang penting. Pada dekade baru ini, komunikasi visual telah merambah area yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Para desainer dan fotografer yang memproduksi gambar-gambar menawan menjadi pionir bagi era ini. Tentu saja ada perasaan yang menggantung, bahwa apa saja bisa terjadi di awal dekade yang baru; bahwa para ahli di bidang komunikasi visual akan memberikan angin segar evolusi desain dari apa yang sudah kita ketahui selama ini.

Para pekerja seni visual mulai bersiap menunjukkan apa saja yang kiranya bisa kita dapatkan di masa depan. Lalu, bagaimana tren visual 2020 akan mulai membentuk karakteristik baru? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Tren Visual 2020
Produced Realism (Dok. budapestflow)

Produced Realism

Dalam menyambut dekade baru, sebuah platform/aplikasi galeri foto dengan fitur marketplace bernama EyeEm memprediksi jika Produced Realism akan menjadi tren visual terbesar sepanjang 2020. Prediksi ini didasari pada pemikiran bahwa kita hidup di lingkungan yang perlahan mulai kehilangan autentisitas. Tidak ada lagi yang orisinil. EyeEm menjabarkan kalau campaign brand akan lebih menghadirkan estetika foto jurnalistik dan teknik street-art untuk mendobrak visual ala panggung komersial tradisional.

Produced Realism terasa lebih intim dan mentah saat digunakan sebagai medium beriklan. Tren ini lebih mengarah ke asas ‘less is more’, berbeda dengan tahun lalu yang condong bergaya glamor.

Tren Visual 2020
Candid, Real, Raw (Dok. Studio Daily)

Candid, Real, and Raw

Tren ini muncul atas permintaan akan visual yang bersifat autentik yang telah marak dalam beberapa tahun belakangan. Namun, di tahun 2020, tren ini diprediksi akan meluncur ke level yang berbeda. Visual ini condong menampilkan video dan gambar yang terlihat effortless. Minim hingga tidak terpoles sama sekali.

Sekalipun tampak candid dan mentah, gaya ini sengaja ditampilkan demikian dengan tujuan tertentu. Generasi Z tampaknya menjadi penggerak tren ini. Mereka menolak estetika Instagram yang berwarna cerah dengan hasil akhir glossy dan mencolok. Mereka lebh memilih gambar-gambar yang lebih relatable dan mudah untuk diproduksi.

Tren Visual 2020
Hyper Pastiche (Dok. 99Designs)

Hyper-Pastiche

Daftar tren visual tidak akan lengkap tanpa konsep vintage yang selalu muncul dari tahun ke tahun. Apa yang membuat 2020 akan menjadi tahun yang unik adalah kehadiran tren hyper-pastiche: desainer membangkitkan tren desain dari semua era dan menggabungkannya jadi satu. Entah itu desain khas era Victorian, Abad Pertengahan (Medieval), Art Deco, atau Art Nouveau, gaya artistik masa lampau akan melebur dengan desain modern dalam sebuah kolase besar.

Di satu sisi, tren desain grafis 2020 memberi penghormatan kepada rekam jejak sejarah. Mereka mencari cara untuk mendefinisikan ulang estetika digital sembari menggubah konsep yang dianggap lebih baik untuk dijadikan contoh selain gaya-gaya artistik lama. Tantangan pastiche adalah bagaimana membuat varian estetika yang berbeda dari masa ke masa ini tetap memberikan kontribusi yang sama terhadap karya yang kohesif. Jika dilakukan dengan baik, efek yang timbul bisa jadi menghilangkan garis pembatas antara karya visual analog dan digital.

Tren Visual 2020
Millenial Minimalism (Dok. moneyunder30)

Millenial Minimalism

Ketertarikan untuk mengadopsi konsep minimalis telah tumbuh pesat. Selebriti minimalis seperti Marie Kondo kini menjadi ikon gerakan sosial yang menyebarkan energinya lewat pesan-pesan minimalistik nan kreatif. Tentu saja hal ini pun berdampak pada tren visual yang akan muncul di tahun 2020. Tidak hanya foto-foto, gambar minimalistik dengan atmosfer dreamy yang kaya akan simbolisme akan semakin populer.

Tren Visual 2020
Interactive Visual Media (Dok. storyblocks)

Interactive Visual Media

Salah satu tren yang akan makin bersinar di era ini adalah interactive visual media, utamanya dalam medium video. Foto obyek yang  dapat langsung mengarahkan pengguna ke situs marketplace telah berseliweran di media-media sosial, khususnya Instagram. Kini, teknologi yang sama juga mulai merambah ke video seperti yang dilakukan oleh Ted Baker.

Perkembangan ini sangat masuk akal, mengingat konten video telah menjadi sebuah syarat bagi siapapun yang menginginkan engagement yang lebih tinggi. Tidak hanya bisnis retail, periklanan, dan pemasaran yang akan banyak meraup untung lewat format ini. Layanan tontonan streaming-pun akan memberdayakan tren ini pada 2020.

Tren Visual 2020
Bending The Rules (Dok. Studio Daily)

Bending the Rules

Ngomong-ngomong soal aturan yang semakin lebur, tahun 2020 adalah tahunnya para pembuat video keluar dari pakem tradisional. Mixed medium, ilusi optik, dan animasi 3D akan menantang aturan kreatif digital yang telah mengakar kuat dalam benak para pegiatnya.

Tren visual yang satu ini sulit diprediksi dan berpusat pada bagaimana para pembuatnya bisa mengubah elemen visual biasa menjadi sesuatu yang berbeda. Kita lihat sendiri semakin banyak aplikasi penyuntingan video yang semakin user-friendly. Mempermudah para pembuat video menghasilkan tontonan dengan efek-efek menakjubkan yang gampang diakses khalayak ramai (beberapa trik ini bahkan bisa didapatkan lewat aplikasi TikTok).

Tren Visual 2020

Perlu sedikit mengambil langkah mundur untuk melihat bagaimana konten visual kreatif telah berkembang dari tahun ke tahun. Saat brand dan para parktisi visual terus meningkatkan standar dan menantang diri mereka sendiri, akan sangat menarik untuk menyaksikan kira-kira tren apa lagi yang akan menjadi ciri khas di era 20an ini.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Tren Visual 2020

By
Pandji Putranda
.
March 12, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tren Visual 2020

By
Pandji Putranda
.
March 12, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles