X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Tips Menulis Naskah untuk Web Series

By
BR
 •
March 16, 2020

Generasi kita kini haus tontonan berkualitas, dan nyatanya banyak orang mengeluh soal acara televisi di Indonesia, yang dianggap kurang mendidik. Tak heran, Netflix atau bioskop jadi alternatif yang mudah disukai. Namun, untuk mengakses Netflix, kamu perlu berlangganan lebih dulu; lagipula, mungkin tidak semua orang mau repot jauh-jauh pergi ke bioskop hanya untuk menonton film.

Selain itu, YouTube juga kerap jadi pilihan untuk mencari tontonan sebagai hiburan. Platform itu juga banyak digunakan para kreator untuk menyajikan tontonan yang beragam untuk dinikmati. Salah satu yang kini sedang populer dan diminati adalah web series.

Bahkan, tak sedikit brand yang memanfaatkan web series sebagai kegiatan content marketing, dan merasakan efektivitasnya, terutama jika terkait peningkatan brand awareness.

Web series ini juga dikenal sebagai Webpisode. Konsep web series ini mirip dengan tayangan sinetron atau FTV di televisi, namun dengan durasi tayang yang relatif pendek, 5 sampai 15 menit setiap episodenya.

Salah satu contoh web series yang sukses dan banyak ditonton pada awal-awal kemunculannya di Indonesia adalah Malam Minggu Miko karya Raditya Dika.

Meski ditayangkan dalam durasi pendek di tiap episodenya, web series menjadi salah satu tontonan berkualitas, karena (biasanya) mengusung cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Jadi, bisa dikatakan web series ini adalah seri sinetron yang berkualitas.

Semakin banyaknya peminat penonton web series di YouTube membuat ragam ceritanya semakin berkembang. Artinya, tidak hanya menyajikan kisah-kisah percintaan, misalnya, tetapi juga cerita kehidupan sehari-hari yang dibalut dengan nuansa komedi. Bahkan ada juga yang dibuat dengan script minimal tapi interaktif.

Nah, bagi kamu yang tertarik memulai menulis naskah web series, Crafters telah merangkum beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan dalam penulisan naskah web series, yaitu:

Mempelajari format penulisan

Menulis naskah web series hampir sama dengan menulis script film pada umumnya. Format yang digunakan tidak seperti format tulisan dalam novel atau naskah teater. Nah, susunan dalam menulis naskah web series mencakup; judul scene, nama pemeran, deskripsi visual, dialog dan transisi.

Kamu bisa melihat dan belajar contoh format penulisan script untuk web series di sini. Selain itu, kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi untuk menulis script ceritamu seperti Celtx yang bisa kamu download.

Baca Juga: Jangan Asal Bikin Terjemahan! Ini Tipsnya

Fokus terhadap kekuatan karakter

Dalam setiap cerita pasti mengandung tokoh, dan setiap tokoh pasti memiliki karakter. Karakter inilah yang membedakan setiap sisi dari satu tokoh dengan tokoh lainnya.

Salah satu yang paling terlihat jelas dari perbedaan web series dengan sinetron adalah dari segi penokohannya. Dalam sinetron, pola penokohan yang sering dipakai adalah tokoh protagonis dan antagonis.

Namun, penulisan naskah untuk web series tidak melulu berpatok pada siapa yang menjadi protagonis (karakter utama), antagonis (karakter yang menjadi lawan protagonis), atau tritagonis (karakter pendukung yang biasa menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis).

Untuk membuat tokoh yang dekat dengan audiens yang kamu tuju, kamu bisa mulai menentukan karakter utama berdasarkan orang yang karakternya kuat dan dekat denganmu.

Penokohan karakter ini dapat disampaikan dari pilihan dialog yang kamu tulis atau deskripsi dalam naskah yang kamu buat; seperti gaya rambutnya, apa yang ia pakai, dan lain sebagainya.

Konflik dalam cerita

Konflik dalam cerita merupakan unsur penting, karena elemen ini merupakan perangkat yang dapat membuat cerita berjalan seperti jantung untuk cerita web series-mu.

Konflik yang dimaksud di sini adalah hal yang menjadi pokok permasalahan dalam cerita, sehingga mempengaruhi plot dan bagaimana setiap karakter menjalankan perannya dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang muncul.

Dalam web series, konflik dapat muncul hampir di setiap bagian video. Entah itu di awal video, tengah, atau akhir; tergantung kebutuhanmu.

Sebagai catatan, jika kamu ingin membuat serangkaian web series, sebaiknya konflik dimunculkan di akhir tiap episode demi menjaga fokus penontonmu. Di ujung konflik, kamu juga bisa menambahkan plot twist untuk merangkum cerita.

Ambil contoh konflik yang terjadi dari salah satu web series berjudul Yakin Nikah. Web series ini menceritakan tentang sepasang suami istri, Bastian dan Farah, yang memutuskan untuk honeymoon dengan melakukan roadtrip ke suatu tempat.

Dalam web series itu, konflik yang muncul adalah Farah yang secara kebetulan bertemu dengan mantan pacarnya, di tempat dia dan suaminya melakukan roadtrip dan camping.

Bermula dari sana, konflik semakin berkembang. Memori Farah dengan mantannya terbangun kembali. Kemudian Farah dan Bastian menemukan bahwa mereka memiliki beberapa perbedaan pemikiran yang berseberangan, terutama soal menjalani rumah tangga dan membawa mereka pada keputusan untuk berpisah.

Baca Juga: 4 Hal Penting dalam Pembuatan Web Series!

Perhatikan durasi

Pada produksi web series, kamu harus memperhatikan durasi dalam tiap episode. Mengambil kesimpulan dari beberapa web series yang sudah banyak ditonton, durasi ideal untuk sebuah web series adalah 10-15 menit. Pastikan tidak menulis script cerita atau dialog yang bertele-tele. Setiap bagian harus dibuat seefisien atau sesingkat mungkin; tapi juga ingat, jangan terkesan terburu-buru.

Dalam hal ini juga, kamu perlu waspada terhadap klise. Artinya, hindarilah stereotype atau ide cerita umum yang sudah ditulis orang banyak.

Tidak harus mencontoh film-film layar lebar dari luar, agar terkesan wah. Tulislah naskah berdasarkan kisah-kisah yang akrab denganmu, atau dari kehidupan saat ini, namun dengan sentuhan yang menarik, agar layak dinikmati.

Jadi, penulisan naskah web series secara teknis tidak jauh berbeda dengan menulis script film pada umumnya. Perbedaannya, dari segi durasi, web series dibuat seringkas mungkin, serta menggunakan dialog-dialog sederhana dari kehidupan sehari-hari, namun tetap memberikan rasa dan kesan yang kuat dalam cerita yang disajikan.

Nah, sudah punya ide untuk cerita web series-mu? Yuk, mulai tuliskan dari sekarang!

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Tips Menulis Naskah untuk Web Series

By
BR
.
March 16, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tips Menulis Naskah untuk Web Series

By
BR
.
March 16, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles