X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Tips Menggunakan LinkedIn bagi Seniman

By
BR
 •
June 30, 2020

Jika kamu seniman dan ingin berpartisipasi dalam jejaring online, LinkedIn akan membantumu menemukan sekelompok individual yang kompatibel dengan bidang kesenianmu. Kamu hanya perlu mengirim permintaan untuk saling terhubung. Kamu juga dapat menemukan beberapa kelompok lain yang memiliki potensi hubungan kerjasama. Misalnya seperti kelompok yang peduli konservasi dan ekologi. Sebagai contoh, jika kamu ingin menghasilkan karya seni yang memuat pesan tentang perubahan iklim, audiens kamu akan sama dengan organisasi konservasi. Plus, akan sangat membantu untuk mengetahui isu lingkungan apa yang sedang menjadi topik hangat.


Memangnya ada seniman yang menggunakan LinkedIn?

Yang pertama-tama perlu diketahui, LinkedIn dapat membantu membangun kredibilitas untuk karya senimu, membuka commision art, layanan lisensi seni, dan berbagai bisnis seni secara keseluruhan.

Kedua, terlepas dari kamu seniman atau bukan, kuncinya adalah untuk berpartisipasi dengan cara yang saling menguntungkan bagi semua orang terlibat. Jangan hanya bertanya, mempromosikan karya atau bisnis senimu, melainkan juga terlibat dalam komunitas dengan berbagi kiat tentang industri.

Bergabung dengan jaringan LinkedIn tidak dikenakan biaya, tetapi kamu perlu lebih tahu beberapa kiat tentang cara menggunakan LinkedIn secara efektif untuk meningkatkan bisnis, visibilitas, dan koneksimu dengan pengguna LinkedIn lainnya.

Berikut 7 kiat yang perlu kamu ketahui untuk menggunakan LinkedIn:

1. Tulis nama kamu dengan benar

LinkedIn berbeda dengan media sosial populer lainnya. Kamu harus menuliskan nama yang sesuai dan benar. Keseragaman dan konsistensi identitas sangat penting. Bukan nama panggilan atau nama samaran. Jika kamu ingin mendapat jaringan atau klien yang prospektif, pastikan pada saat mereka melihat nama dan foto profilmu, itu adalah benar-benar kamu.

Selain itu, hal ini juga memudahkan orang lain untuk menemukanmu apabila mereka ingin melibatkan atau mencantumkan namamu dalam sebuah postingan tertentu, seperti informasi lowongan kerja atau forum tanya jawab.

2. Lengkapi halaman profil kamu

Seperti media sosial lainnya, halaman profil penting untuk dilengkapi. Tidak boleh dilewati atau diisi seadanya. Hanya saja, akan membutuhkan waktu untuk melengkapi profil LinkedIn kamu karena memerlukan sedikit pemikiran strategis. Halaman profil sebaiknya diisi dengan informasi seputar pekerjaan dan keahlianmu secara ringkas dan padat. Jangan terlalu bertele-tele.

3. Buat koneksi dengan orang-orang yang kamu jumpai di kehidupan nyata

Awalnya, mungkin pengaturan LinkedIn akan terasa membingungkan, terutama untuk membangun basis kontak dengan orang-orang yang berpikiran sama. Salah satu cara termudah adalah memulai dengan orang-orang yang kamu jumpai dalam kehidupan nyata. Misalnya dalam sebuah pertemuan bisnis, lokakarya, konferensi, asosiasi - jika mereka memiliki akun LinkedIn, kamu dapat menambahkan mereka dalam koneksi LinkedIn kamu.

Selain itu, LinkedIn memiliki sistem yang dapat memberikan tampilan rekomendasi orang-orang yang terhubung dengan nomor telepon atau email kamu. Kamu hanya perlu masuk ke menu pengaturan dan mengaktifkan mode sinkronisasi kontak.

Penting juga untuk kamu ketahui bahwa berkoneksi dengan banyak orang dapat menimbulkan rasa lelah secara psikologis. Maka dari itu, pilih atau undang orang-orang tertentu saja ke dalam koneksi LinkedIn kamu.

4. Libatkan diri dalam forum Tanya Jawab

Salah satu cerminan seorang pakar adalah keterlibatan diri mereka dalam sebuah forum diskusi atau bagian tanya jawab. Hal ini akan menunjukkan seberapa besar penguasaan dan pengetahuan bidang yang kamu tekuni, sekaligus membedakan diri kamu dengan pakar lainnya.

Ingat! Memiliki resume yang kuat dengan deretan daftar prestasi kesenian saja tidak cukup tanpa melibatkan diri kamu ke dalam bagian ini.

5. Buat sebuah pertanyaan yang spesifik!

Cara yang bagus untuk membangun perkenalan dalam jaringan LinkedIn adalah dengan melempar pertanyaan yang spesifik. Namun, ini tidak akan berguna jika kamu tidak melakukannya dengan benar. Nah, bagaimana caranya?

Kamu harus mencari dan menemukan grup yang tepat dengan pertanyaan yang ingin kamu ajukan. Misalnya, menanyakan tentang desain grafik di grup desainer grafik, atau tentang hubungan masyarakat di grup yang berkecimpung di bidang sosial. Semakin spesifik, maka semakin baik jawaban yang akan kamu terima. Untuk melakukannya, kamu bisa menggunakan kata kunci tentang industri, jabatan, wilayah, geografis dalam fitur pencarian LinkedIn.

6. Jangan takut berkoneksi dengan orang lain

Jika sebelumnya kamu tidak pernah punya hubungan bisnis di kehidupan nyata, kamu perlu lebih membuka diri. Di LinkedIn, orang-orang terkoneksi karena membina bisnis secara online. Sangat sedikit orang yang terkoneksi satu sama lain karena pernah bertemu langsung. Dalam sistem infrastruktur LinkedIn, semakin sering kamu terkoneksi dengan orang lain, semakin ia akan berbuah. Artinya, nanti kamu dapat mengumpulkan informasi dari koneksi orang yang terkoneksi dengan kamu.

7. Berikan rekomendasi

LinkedIn memiliki fitur yang sangat jarang digunakan oleh penggunanya, yaitu Rekomendasi. Fitur ini memberikan akses bagi pengguna untuk memberikan rekomendasi terhadap orang lain yang nantinya akan menjadi nilai tambahan pada profil orang tersebut.

Jika dianalogikan ke kehidupan saat ini, fitur rekomendasi ini seperti sebuah validasi. Orang mungkin jarang menggunakan fitur ini karena sulit rasanya memberikan validasi kepada orang lain secara sahih. Yang penting, gunakanlah fitur ini secara obyektif dan profesional.

Baca juga: Bagaimana Menyikapi Karya dari Seniman Bermasalah

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Tips Menggunakan LinkedIn bagi Seniman

By
BR
.
June 30, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tips Menggunakan LinkedIn bagi Seniman

By
BR
.
June 30, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials
Tags:

Related articles