X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Tantangan yang Dihadapi Content Creator Saat Ini

By
Dimas Gityandra
 •
March 17, 2020

Saat ini banyak anak muda yang berbondong-bondong mencari kerja di industri kreatif. Tak pelak pertumbuhan para pekerja Industri kreatif di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Data BEKRAF menyebutkan pada tahun 2015, 1 dari 100 orang Indonesia bekerja di Industri kreatif dan menyerap 17,4% tenaga kerja dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Untuk bekerja di industri kreatif saat ini memang sudah banyak jalannya. Semakin bertambahnya jumlah perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. Banyak pula yang memilih untuk membangun perusahaan start-up sendiri. Dan salah satu hal yang paling diminati adalah menjadi seorang content creator yang independen.

Memang menyenangkan bekerja di industri kreatif. Karena selain mendapatkan penghasilan, mereka juga dapat terus mengasah skill mereka untuk menjadi lebih baik. Selain itu, banyak pula bidang yang dapat digeluti misalkan menjadi videografer, fotografer, atau writer. Atau sekarang banyak pula yang memilih menjadi seorang Influencer.

Karena semakin berkembangnya industri kreatif di Indonesia ini, maka GetCRAFT mengajak para content creator untuk mengobrol santai sambil menikmati sajian buka puasa dalam acara Indonesia Creative Meetup vol.7 yang membahas tantangan yang dihadapi oleh para content creator masa kini.

Menjaga idealisme

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh seorang content creator adalah menjaga idealisme ketika membuat sebuah karya. Tak bisa dipungkiri saat ini banyak content creator yang bimbang antara menjaga idealisme mereka dalam membuat karya atau menjadi lebih komersil. Padahal sebenarnya seorang content creator perlu untuk menjaga keseimbangan kedua hal tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Ayu Utami, salah satu pembicara pada bidang penulisan konten, “Sebagai creator, elo harus cari uang, tapi biar waras elo harus jaga idealisme juga.”

Pentingnya menjaga idealisme bagi seorang content creator adalah karena bisa membuat mereka memiliki satu ciri khas dan keunikan yang membedakan dirinya dengan kreator lain. Seperti misalkan seorang penulis perlu untuk memiliki suatu gaya penulisan, “Karena itu adalah branding,” jelas Bayu Putra salah satu pembicara dari IDN Times.

Baca Juga : Idealisme Kreator VS Kepentingan Bisnis

Konten kini beralih ke media sosial

“Video itu demand-nya mulai berubah, Dari cuman di televisi sekarang sudah di social media,” begitulah tantangan bagi content creator yang diungkapkan oleh salah satu pembicara yang bergerak di bidang videografi, Sanny Budiman.

Baca Juga : Tips Bikin Konten Video Berkualitas

Media sosial saat ini memang menjadi salah satu platform penting bagi seorang content creator, karena hampir semua orang senang bermain media sosial. Maka dari itu, melalui media sosial ini akan memudahkan orang untuk melihat dan mengapresiasi konten yang sedang dibuat. Hal ini pula yang membuat brand sangat mempertimbangkan media sosial sebagai platform untuk mengembangkan konten mereka. “Platform yang paling kuat definitely sosial media,” ungkap Bayu.

Sebagai creator, elo harus cari uang, tapi biar waras elo harus jaga idealisme juga.

Solusi

“Menjadi adaptif”, itulah yang kerap diungkapkan oleh para pembicara untuk dapat bertahan hidup sebagai content creator. Karena memang tren, hype dan permintaan klien untuk konten itu selalu dinamis dan tidak pernah sama. Bahkan untuk video, cara membuat konten di setiap portal media sosial tidaklah bisa diseragamkan. Misalnya saja, ternyata 85% konten video yang terlihat di Facebook tidaklah bersuara. Sehingga membuat seorang content creator harus beradaptasi dengan membuat konten video tanpa suara yang menarik namun tidak menghilangkan esensi dari informasi yang ingin disampaikan. Atau konten video di Instagram yang dicari adalah yang menginspirasi dan edukasi mengenai skill baru.

Selain itu, content creator juga perlu untuk mengikuti tren dan hype yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Dan untuk saat ini konten yang sedang hype, seperti yang diungkapkan Bayu adalah “Lifestyle, trending topic dan memes. Konten seperti itu yang kuat.”

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Tantangan yang Dihadapi Content Creator Saat Ini

By
Dimas Gityandra
.
March 17, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tantangan yang Dihadapi Content Creator Saat Ini

By
Dimas Gityandra
.
March 17, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles