X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Startup Vs. Pandemi

By
MLR
 •
April 30, 2020

Krisis dunia yang timbul akibat virus corona (COVID-19) dan menyebabkan wabah penyakit menciptakan batasan-batasan baru. Dari yang semula kebanyakan sektor bisnis mengandalkan kerumunan untuk bertukar ide, membangun tren, hingga menarik penjualan, sekarang semua orang mendadak harus berdiam di rumah masing-masing.

Tiba-tiba orang dilarang berkerumun: pergi keluar rumah lebih berisiko daripada digigit hiu; dan mobilitas sehari-hari menjadi tantangan tersendiri. Semua lapisan masyarakat kemudian berbondong-bondong mencari solusi demi mengatasi tantangan baru ini.

Hasilnya, usaha memecahkan masalah secara kolektif ini membuahkan banyak inisiatif menarik dari berbagai kalangan, terutama pelaku bisnis startup. Baik di luar negeri atau dalam negeri, para pelaku bisnis startup berhasil menggagas solusi beragam masalah, mulai dari keterbatasan distribusi bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari, hingga distribusi perlengkapan kesehatan.

Tak jarang, eksekusi yang mereka hadirkan jauh lebih efektif dibandingkan langkah pemerintah setempat yang seringkali mentok di masalah administrasi dan/atau birokrasi. Kayak apa misalnya? Crafters mencoba merangkum upaya-upaya perusahaan startup dalam memecahkan tantangan sehari-hari di masa pendemi dari berbagai sumber.

Dok. Unsplash

Upaya Perusahaan Startup Luar Negeri dalam Memecahkan Masalah Distribusi Kebutuhan Pokok

Menghadapi kondisi sulit dengan berbagai pembatasan fisik menghadirkan masalah distribusi bahan pangan. Beberapa perusahaan startup kemudian berusaha memecahkan masalah ini lewat layanan mereka. Ambil contoh Zomato. Dikutip dari Entrepreneur, platform agregator dan jasa pengantaran makanan ini muncul dengan inisiatif ‘beri makan pekerja harian’. Lewat inisiatif itu, pihak Zomato memastikan distribusi makanan diantarkan langsung kepada para pekerja harian seperti pekerja bangunan, toko-toko, restoran, staf pengantar makanan, para pekerja transportasi umum, juga bagi mereka yang mendadak kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan karantina mandiri.

Selain Zomato, beberapa perusahaan startup lain turut ambil bagian dalam memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar. InnerChef, sebuah platform dapur umum, menawarkan dapur-dapur mereka secara cuma-cuma bagi pemerintah di Delhi, Noida, Gurugram, Bengaluru, Hyderabad, dan Mumbai. Pendiri InnerChef, Rajesh Sawhney mengungkapkan jika masyarakat kelas bawah harus diberi makan lewat cuitan Twitter. Ia melanjutkan jika aset perusahannya, yakni cloud kitchens atau dapur umum, dapat digunakan oleh pemerintah setempat kapanpun yang mereka butuhkan.

Ada pula Ninjacart, perusahaan startup yang fokus di jasa pengantaran bahan makanan segar, mengantar sayur-mayur dan buah-buahan dari apartemen ke apartemen; kemudian GrabbnGo yang menyediakan pengantaran makanan di dalam bandara dengan model drive thru.

Selain distribusi pangan, ada masalah lain yang dihadapi masyarakat umum dan mereka yang berjuang di garda depan melawan virus corona, yakni mobilisasi. Paham betul betapa pentingnya kendaraan bagi para tenaga medis, Pitstop, sebuah perusahaan yang menawarkan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan meluncurkan kampanye #AtYourService di sembilan kota di India. Mereka menyediakan jasa perbaikan kendaraan tanpa biaya tambahan bagi para pengantar makanan, tenaga medis, dan semua orang yang menggunakan kendaraan untuk beraktivitas.

Masalah lain yang muncul adalah perkara penyediaan perlengkapan kesehatan. Kepanikan masyarakat yang muncul di fase awal wabah virus corona ini membuat banyak orang menimbun barang penting seperti masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan. Oleh karenanya, e-commerce seperti Amazon dan Flipkart membuat kebijakan baru menolak pengambilan layanan produk nonesensial demi menjaga ketersediaan perlengkapan kesehatan di pasaran.

Wabah dan kebijakan pembatasan fisik ketat di India juga menghadirkan masalah lain seperti keterbatasan akomodasi bagi para pasien. Belum lagi mereka yang sedang berkunjung ke beberapa tempat dan menginap di hostel diharuskan pergi dari tempat menginap mereka. Demi mengatasi masalah itu, penyedia akomodasi Stanza Living muncul dengan dua solusi: menyediakan akomodasi bagi pasien karantina dan membuka fasilitas bagi mereka yang diharuskan pergi dari tempat menginap mereka.

Dok. Bisnis.com

Tiga Perusahaan Start-up Indonesia Melaju ke Kompetisi Start-up Global

Kabar baik mengenai solusi yang ditawarkan oleh perusahaan startup dari dalam negeri. Perusahaan-perusahaan startup Indonesia juga berlomba-lomba menggodok ide yang dapat dieksekusi secara langsung demi memastikan keberlangsungan perekonomian negeri dan memecahkan masalah semua lapisan masyarakat. Salah satu kabar menggembirakan datang dari KUMPUL.

Demi melahirkan startup yang mampu menghadirkan solusi dan inovasi untuk mengatasi masalah sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19, KUMPUL, penggerak ekosistem startup dan kewirausahaan di Indonesia mengadakan Startup Weekend Indonesia COVID-19 Online. Acara yang dilaksanakan selama 54 jam secara online mulai dari tanggal 24-26 April 2020 ini diikuti oleh 1.490 partisipan dari 29 provinsi Indonesia.

Faye Alund selaku CEO & Co-Founder KUMPUL kepada Bisnis.com mengungkapkan harapannya agar para startup yang lahir dari acara yang Ia gagas tak hanya melahirkan ide, tapi juga bisa menjalankan ide bisnisnya hingga dapat memberikan dampak nyata di masyarakat.

Para partisipan yang mengikuti acara ini mengikuti serangkaian proses pembelajaran bisnis model canvas, validasi pasar, pengembangan purna rupa (prototype), dan pitching yang dibimbing oleh 50 mentor dari berbagai latar belakang keahlian bisnis dan startup. Di akhir acara, terpilih 3 startup yang dinilai dapat menghasilkan solusi masalah pandemi; Cook Like A Chef, MentorKU, dan MediKatalog.

Cook Like A Chef yang diinisiasi oleh Raynald Yudistira merupakan sebuah platform solusi untuk memasak lengkap dengan resep yang terverifikasi dan jasa pengiriman bahan masakan. Sementara itu, MentorKU yang diinisiasi oleh Jesha Vebrattie merupakan platform edukasi interaktif penyedia jasa mentoring dan konsultasi karir. Terakhir, MediKatalog mengungkapkan bahwa sebagai platform jual beli dan inventori stok otomatis APD Rumah Sakit, MediKatalog berharap dapat membantu kestabilan stok APD dari proses produksi hingga digunakan tenaga medis sehingga bisa membantu memutus rantai Covid-19 dan melindungi tenaga medis dan masyarakat di Indonesia.

Ketiga startup terpilih ini nantinya akan membawa nama Indonesia pada Top 20 Global Winner Startup Weekend untuk berkompetisi dengan perusahan startup lain dari berbagai negara di seluruh dunia.

Startup Vs. Pandemi

By
MLR
.
April 30, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Startup Vs. Pandemi

By
MLR
.
April 30, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials
Tags:

Related articles

No items found.