X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Pola Pikir Freelancer yang Sukses Ala Silke Widjaksono

By
Pandji Putranda
 •
March 12, 2020

Profesi freelancer semakin diminati dari tahun ke tahun. Jumlahnya menjamur tidak hanya di Amerika Serikat, namun juga di wilayah Asia Tenggara. Dalam laporan Payoneer yang bertajuk The Global Economy Index, Q2 2019, Filipina menduduki peringkat ke-6 sebagai negara dengan jumlah freelancer tertinggi. Indeksnya meningkat 35% dari 2018 ke 2019. Menjadikan kira-kira 2/3 penduduknya sebagai freelancer.

Di sisi lain, kendati permintaan untuk tenaga freelancer juga terus meningkat, fenomena ini turut menimbulkan kekhawatiran di beberapa aspek. Seperti perkara stabilitas finansial, kesehatan (baik mental maupun fisik), tidak terkecuali mengenai perencanaan masa pensiun. Hal-hal barusan, jika tidak disiasati secara matang, dapat menjadi bumerang bagi para freelancer. Menjadikan model pekerjaan yang sejatinnya fun, menjadi stressful, bahkan menyiksa.

Seorang freelancer sejatinya ialah seorang individu dengan jiwa kompetitif nan tangguh. Kebebasan yang mereka dapatkan sebagai seorang freelancer harus dibayar dengan konsistensi mereka untuk terus meningkatkan skill disertai etos kerja jempolan. Tuntutan mereka tidak lagi sekadar survive, mereka harus mampu thrive sebagai freelancer.

Pola Pikir Freelancer yang Sukses Ala Silke Widjaksono
(Dok. Silke Widjaksono)

Sayangnya, di wilayah Asia Tenggara sendiri belum ada regulasi yang dinilai mampu mewadahi dan mengakomodasi para freelancer. Sehingga dalam contoh kasus terparah, seorang freelancer rentan mengalami eksploitasi oleh perusahaan ataupun klien. Lantas, apa yang sebaiknya dimiliki seorang freelancer agar dapat menghadapi kendala-kendala tadi? Mindset macam apa yang seyogianya perlu dimiliki sebagai pedoman agar menjadi seorang freelancer yang tidak hanya survive, namun juga thrive dalam konstelasi dunia freelancing?

Salah seorang veteran freelancer Silke Widjaksono menerbitkan buku berjudul The Wonder Freelancer. Dalam buku ini, Silke mengupas dan mengulas secara rinci perjalanan karier freelancing-nya, berawal dari seorang lulusan Universitas Bina Nusantara jurusan Komputer Akuntansi yang merasa salah pilih jurusan justru begitu tamat kuliah, kemudian mencoba menjadi freelancer yang menyediakan jasa desain grafis, sampai menjadi seorang freelancer industri kreatif yang karyanya sudah mendunia dan banyak direkomendasikan oleh banyak perusahaan.

Lantas, seperti apakah mindset seorang freelancer di industri kreatif, terutama seorang freelance designer yang sukses bagi Silke? Berikut penjabarannya secara singkat.

Pola Pikir Freelancer yang Sukses Ala Silke Widjaksono
(Dok. Silke Widjaksono)

Memahami bahwa bisnis kreatif adalah bisnis jasa

Sebagai “penjaja” jasa, seorang freelancer harus mampu memprioritaskan urusan client service dan networking. Bangunlah pola komunikasi yang baik dengan para klien, tidak terkecuali dengan sesama freelancer.

Aplikasikan Prinsip Pareto (Aturan 80/20)

Jika istilah ini terdengar asing, pada dasarnya prinsip ini menekankan bahwa 80% penghasilan yang didapatkan oleh seorang freelancer akan didapatkan dari 20% klien.

Prinsip ini berfungsi sebagai reminder agar seorang freelancer tidak tamak dalam mengambil job. Hindari mementingkan kuantitas klien dan malah mengabaikan relasi interpersonal dengan mereka.

1% More

Tetaplah konsisten untuk meningkatkan kemampuanmu, baik itu hanya 1% setiap minggunya. Seorang freelancer yang mampu bertahan biasanya adalah freelancer yang sanggup meningkatkan kualitas diri dan pekerjaannya secara berkala, walhasil meningkatkan value mereka di mata klien.

Memahami Niche dan Kompatibilitas dengan Klien

Ingat bahwa tidak semua klien cocok untukmu. Jangan sembrono mengambil semua tawaran yang masuk. Ada saatnya kamu harus mengukur kapasitas dan kemampuanmu dengan apa yang diminta oleh klien atau calon klien. Jika memang tidak sesuai, janganlah ragu untuk menolaknya.

Memahami Peranmu

Tanyakanlah pada dirimu sendiri: Am i a designer or an artist? Sebagai freelancer, penting untuk mengetahui pangsa pasar macam apa yang sekiranya cocok dengan gaya kreatif dan kepribadianmu. Dan jangan sampai lupa untuk menikmati pekerjaanmu.

Pola Pikir Freelancer yang Sukses Ala Silke Widjaksono
(Dok. Silke Widjaksono)

Klien Ngawur? Ambil Pelajarannya, Jangan Sampai Mereka Menghancurkanmu Seterusnya!

Tidak semua klien paham soal proses kreatifmu dalam bekerja. Sama halnya seperti klien yang buta soal desain dan peruntukannya. Ada kalanya kamu harus sabar dan bersedia menjelaskan secara rinci seperti apa proses kerjamu.

Jika kamu apes dan mendapati klien yang tidak memiliki itikad baik, tinggalkan dengan segera. Tidak perlu berlarut-larut. Jika kamu seorang freelancer pemula, pastikan kamu meminta kontrak kerja yang jelas disertai uang muka pekerjaan.

Menghadapi Penolakan

Lagi-lagi: jangan baper~ Langsung move on ke klien berikutnya. Ketuklah pintu peluang sebanyak mungkin!

Menghadapi Perang Harga

Pahamilah bahwa persaingan antar-freelancer bukanlah persoalan banting harga siapa yang paling murah, melainkan value atau nilai yang dapat kamu tawarkan demi keuntungan klien. Sedangkan untuk mengakali persaingan harga, cobalah ciptakan diferensiasi dan keunikanmu dibanding jasa freelancer lain di bidang yang sama.

Tahan Banting

Ini terdengar paling remeh, namun butuh nyali yang serius. Menjadi seorang freelancer harus memiliki kesiapan mental bahwa kamu tidak akan memiliki penghasilan tetap secara berkala. Dan yang “lebih mengerikan”, kamu bisa punya bos lebih dari satu. Maka dari itu, hal ini mutlak diperlukan oleh setiap freelancer.

Menjadi seorang freelancer harus mampu lebih dari sekadar 'surviving', seorang freelancer harus 'thriving' dalam persaingan industri kreatif.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Pola Pikir Freelancer yang Sukses Ala Silke Widjaksono

By
Pandji Putranda
.
March 12, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Pola Pikir Freelancer yang Sukses Ala Silke Widjaksono

By
Pandji Putranda
.
March 12, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles