X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Menjadi Seniman Tattoo

By
BR
 •
July 16, 2020

Dalam sebuah artikel majalah digital The Guardian, dituliskan tato adalah salah satu bentuk ekspresi artistik terbesar manusia. Mungkin juga yang tertua. Di beberapa bagian negara, tato adalah bagian dari budaya seperti kalangan Yakuza yang terkenal di Jepang, suku Mentawai di Sumatera dan Dayak di Kalimantan.

Seni tato berhasil keluar dari bayang-bayang dan menjadi sorotan berkat media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Di mana masyarakat telah mengalami transformasi luar biasa terkait pandangan mereka soal tato. Tato tidak lagi dianggap tabu seperti di era 1980-an dan sebelumnya tetapi sekarang sudah menjadi garis depan kreativitas dan dianggap sama validnya dengan tindik telinga atau gaya rambut.

Di Amerika saat ini, sekitar 40% orang usia 26 hingga 40 menghiasi kulit mereka dengan tato. Tidak mengherankan jika ada seorang guru sekolah atau pekerja kantoran memiliki tato di badan mereka.

Baca juga: Belajar Komposisi Golden Ratio

Dok. Allef Vinicius

Ketika desain tato memenuhi ilustrasi

Jika melihat pada sejarah seni, suatu bentuk seni menjadi populer ketika ia bisa menarik seniman keluar dari medium dasarnya dan melihat potensi untuk bermain dan memperluas jalur kreatif mereka sendiri. Ini berlaku untuk tren tato saat ini - ilustrator dan desainer bisa menyeberang ke dunia tato. Artinya, keterampilan mereka bisa ditawarkan atau beralih menjadi seniman tato untuk proyek komersial.

Misalnya Nomi Chi, seorang seniman tato dan visual yang berbasis di Vancouver. Chi belajar ilustrasi di sebuah universitas, tetapi selama bertahun-tahun mendapati bahwa ia menjauhkan diri dari ilustrasi sebagai seni terapan dan pindah ke daerah yang terbentang di antara seni galeri dan ilustrasi.

Chi telah menunjukkan minat pada seni ilustrasi sejak masih muda. Di mana pada usia 12 tahun, ia pernah mencoba menjual karya seninya. Pada usia 15, Chi menemukan tato melalui kombinasi daya tarik remaja pemberontak ke sisi seni yang subversif, ditambah pertumbuhan tato yang semakin meningkat dan semakin banyaknya tato yang terkait acara televisi dan media sosial.

Selain Chi, ada Martha Smith, seorang seniman tato yang berbasis di London, yang mempelajari ilustrasi di Camberwell College of Arts. Ia juga menemukan bahwa beralih ke tato merupakan perkembangan alami dari perkembangan artistiknya - di mana kebebasan proses yang ditemukan dalam tato adalah salah satu aspek yang menarik baginya.

Pada saat masih kuliah, Martha dengan cepat menyadari bahwa apa yang ia pelajari di universitas hanya sebatas konsep sedangkan memilih pekerjaan berbasis pada proses. Di awal ia belajar seni grafis, dan dengan media inilah ia mengembangkan estetika seni ilustrasi yang kemudian diterjemahkan menjadi tato.

Bagi Chi dan Smith, mengerjakan tato dan mempertahankan karir mereka sebagai ilustrator bisa berjalan secara bersamaan. Penghasilan dari tato memberi keduanya kebebasan untuk mengambil pekerjaan sampingan dalam seni visual dan ilustrasi, sesuatu yang bergema di banyak karir seniman tato lainnya.

Kebalikan dari pendekatan Chi dan Smith terlihat pada seniman seperti Ollie Munden, yang bekerja sebagai desainer utama untuk Ilovedust, serta memiliki studionya sendiri, Megamunden. Jika Chi dan Smith mengaplikasikan ilustrasinya menjadi tato di tubuh orang, Ollie Munden tidak. Ia mengaplikasikan karya ilustrasinya yang indah menjadi sebuah buku, yaitu The Tattoo Coloring Book yang keluar pada tahun 2013 dan merupakan karya yang menggabungkan kecintaannya pada ilustrasi dan desain tato.

Selain itu, ada Aasen Stephenson, ia adalah desainer tato, tetapi bukan seniman tato. Karyanya menjadi terkenal ketika ia menggunakan mesin tato untuk mengukir desainnya ke berbagai sepatu kulit bergaya.

Baca juga: Desain Subliminal dalam Iklan

Dok. Martha Smith

Bagaimana cara menjadi seniman tato profesional?

Melansir dari Study.com, dasar menjadi seniman tato harus memiliki kemampuan menggambar berbagai subjek serta memiliki jiwa artistik dan kreativitas yang tinggi. Sebelum seorang seniman dapat memperoleh profesi tersebut, pertama ia harus memiliki portofolio yang menampilan kompilasi karya terbaiknya. Portofolio dapat berisi berisi karya asli dan foto gambar berkualitas tinggi. Untuk belajar, seseorang bisa mengambil kelas keterampilan seni terlebih dahulu, baik formal atau ikut komunitas.

Kedua, magang, sebagaimana disarankan oleh Aliansi Tato Profesional Dunia. Selama proses magang, seorang calon seniman tato tidak hanya belajar cara mendesain tato, mengoperasikan mesin tato hingga mensterilkan peralatan tetapi juga aspek-aspek bisnis tato sebagai persiapan jika ingin membuat studio tato sendiri nantinya. Selain itu, ikut seminar atau kursus pendidikan seniman tato juga penting. Di sini banyak keterampilan yang bisa didapatkan, seperti pencegahan penyakit dan infeksi kulit.

Terakhir, lisensi sebagai seniman tato. Sebagian besar negara mewajibkan lisensi untuk seniman tato, namun persyaratannya berbeda di setiap negara. Dari wawancara Male.co.id dengan Duff Tattoo, seniman tato Indonesia yang sudah terjun ke kancah internasional mengatakan bahwa Indonesia melepas praktik tato sehingga untuk calon seniman tato bisa mendapat lisensi dengan bergabung di Indonesian Subculture, yaitu Asosiasi Seniman Tato Profesional Indonesia.

Bergabung dengan organisasi profesional seperti Indonesian Subculture dapat memberi seniman tato berbagai pilihan pendidikan berkelanjutan serta peluang jaringan di industri ini. Misalnya, menyediakan layanan yang menghubungkan pelanggan potensial dengan menyediakan portofolio online dan mengadakan kontes yang dapat mengasah keterampilan para seniman tato di Indonesia.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Menjadi Seniman Tattoo

By
BR
.
July 16, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Menjadi Seniman Tattoo

By
BR
.
July 16, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles