X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Tips Mengatur Waktu saat Bekerja dari Rumah

By
CB
 •
April 17, 2020

Meski sepintas terdengar sepele, mengelola waktu merupakan salah satu skill penting yang perlu diasah, terlebih di masa-masa sulit seperti lockdown sekarang ini. Kebanyakan pekerja yang terbiasa dengan jadwal teratur -keluar rumah, berangkat kerja, makan siang, pulang ke rumah, dst.- kini terpaksa menghabiskan seluruh waktunya di rumah saja.

Lho, bukannya malah enak karena bisa lebih bebas dan enggak perlu buang-buang waktu di jalan? Mungkin benar. Tapi di sisi lain, kegiatan rumahan juga bisa membuyarkan konsentrasi, dan pada akhirnya membuat waktu kerja tidak efektif. Kali ini Crafters akan coba bagi-bagi berbagai tips untuk membantumu menyusun strategi mengelola waktu. Semoga bisa kamu jadiakan acuan untuk membentuk pola dan kebiasaan yang lebih produktif kedepannya, ya!

Tentukan jadwal dan prioritas

Merancang jadwal pribadi sama sekali tidak sulit. Tapi, patuh dan disiplin terhadap jadwal pribadi ada kalanya tidak mudah. Breakdown apa saja yang menjadi tanggung jawab pekerjaanmu, lalu susun satu demi satu ke dalam jadwal. Cara ini sekaligus akan menjadi semacam self-challenge untuk menilai produktivitas kerjamu. Kamu bisa mengurutkan daftar pekerjaan sesuai prioritas, lalu cantumkan di kalender digital yang memiliki fitur reminder. Kemudian, buat juga jadwal perencanaan berkala yang bisa kamu perbarui, entah itu tiap minggu atau tiap bulan.

Sediakan ruang distraksi

Rentang waktu fokus manusia rata-rata berkisar 90 menit untuk satu jenis kegiatan. Karena itu, ada baiknya menyelipkan waktu untuk rehat sejenak, menyegarkan pikiran kembali, atau untuk sekadar stretching. Tiap orang butuh waktu rehat yang berbeda. Meski begitu, waktu optimal rata-rata yang direkomendasikan berkisar 25-30 menit. Jika terlalu lama, enggak cuma fokus kerja saja yang hilang. Mood buat kerja juga sudah tiada~

Waktu untuk refreshing juga bisa diisi dengan distraksi yang datang di saat kamu menjalani kegiatan sebelumnya. Misal, saat kamu sedang mengerjakan hal A, tetiba muncul ide untuk tugas B, kamu bisa mencatat ide tersebut untuk kemudian dieksplorasi lagi di saat refreshing. Intinya, jangan sampai distraksi kecil merusak kualitas kerjamu.


Membagi-bagi jenis tugas

Selain prioritas, kamu juga bisa membagi-bagi dan mengelompokkan pekerjaanmu berdasarkan jenis. Beberapa kegiatan yang sifatnya berlanjut, seperti cek email, bisa dilakukan sekali saja ketimbang terus menerus. Melakukan hal ini sepanjang waktu malah akan membuat fokusmu tercecer dan pada akhirnya membuat alokasi waktumu tidak efisien. Selain itu, kamu juga perlu membagi jam untuk mengerjakan tugas dari kantor dan mengerjakan pekerjaan rumah, seperti laundry, bersih-bersih lantai, dan lain sebagainya.

Bagaimana jika mendadak muncul tugas-tugas baru? Jika tidak memiliki urgensi, kamu tinggal menyelipkan tugas tersebut sesuai urutan prioritas atau jenis. Akan lebih baik jika kamu koordinasikan lebih lanjut dengan kolega kerjamu untuk mencegah miskomunikasi.


The power of early morning!

Banyak riset menyebutkan bahwa otak manusia dapat berfungsi paling baik saat pagi hari, atau saat baru bangun tidur. Gunakan energi ini untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berat dan genting dahulu, dan lakukan kerja-kerja lain yang tidak terlalu memeras otak kemudian. Hal ini menambah kuantitas pekerjaan yang bisa kamu selesaikan.

Dewasa ini tidak sedikit dari kita yang memulai harinya dengan memeriksa gadget, buka-buka media sosial, atau aktivitas-aktivitas ringan lainnya yang “enggak perlu mikir”, dan baru bekerja justru di saat kondisi otak sudah tidak lagi bugar. Kebiasaan ini, yang seringkali juga dilakukan tanpa sadar, dapat memengaruhi kualitas fokus kita saat mengerjakan tugas.

Hindari “multitasking” yang keliru

Banyak yang berpikir bahwa multitasking, atau mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus, adalah hal yang baik. Hal ini tidak salah. Namun, jika dengan demikian kualitas pekerjaan kita jadi malah kacau, lebih baik hal ini tidak dilakukan.

Pertama, perpindahan fokus dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain membutuhkan waktu. Sedingkali, perpindahan fokus ini juga berlangsung beberapa kali. Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan dua pekerjaan jadi lebih banyak.

Kedua, fokus yang terpecah menghambat kerja otak yang optimal sehingga mengurangi kualitas kerja secara keseluruhan. Lain halnya jika dilakukan satu demi satu.

Kendati demikian, kamu bisa coba sendiri metode yang paling efektif untukmu. Dalam sehari, coba fokus pada satu jenis pekerjaan dulu, lalu baru mengerjakan hal lain jika sudah selesai. Di lain hari, coba kerjakan beragam jenis pekerjaan secara bersamaan. Lakukan ini selama beberapa kali untuk mendapatkan pola kerja yang paling optimal bagimu.


Sibuk tidak berarti produktif

Kesibukan tidak ada kaitannya dengan produktivitas. Seseorang bisa saja sibuk, tapi belum tentu ia produktif. Alih-alih, orang yang produktif tidak selalu terlihat sibuk. Mereka tetap produktif tanpa harus bekerja sepanjang waktu.

Pilihlah dengan cermat kegiatan mana yang harus segera dikerjakan dan mana yang bisa ditunda untuk sementara. Alih-alih memompa kinerja otak sepanjang hari untuk bekerja, akan lebih baik jika memberi alokasi waktu yang tepat bagi otak untuk bekerja dan beristirahat. Perhitungkan stamina kerjamu. Bekerja berlarut-larut hanya karena ingin cepat selesai akan sangat memengaruhi kualitas pekerjaanmu nantinya.

Kamu bisa memperlakukan hari-harimu di rumah sebagaimana kamu memperlakukan hari-harimu di tempat kerja.

Sebagai tambahan, sangat disarankan agar kamu punya tempat khusus yang didedikasikan untuk bekerja tanpa ada gangguan apapun. Waktu optimal untuk bekerja pun bisa kamu sesuaikan dengan prioritas dan jenis pekerjaan.

Terakhir, sisakan sedikit waktu sebelum jam kerja berakhir untuk memeriksa hasil pekerjaanmu. Jadikan momen ini sebagai evaluasi menyeluruh terhadap jadwal dan pola kerjamu. Memang bukan hal yang mudah, tapi bukan pula mustahil untuk dilatih dan dijadikan kebiasaan baik. Selamat mencoba!


Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Tips Mengatur Waktu saat Bekerja dari Rumah

By
CB
.
April 17, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Tips Mengatur Waktu saat Bekerja dari Rumah

By
CB
.
April 17, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles