X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Mengakali Prokrastinasi

By
CB
 •
April 28, 2020

Resistensi tidak dapat dilihat, disentuh, didengar, atau dihirup. Tapi hal itu dapat dirasakan. Kita mengalami hal tersebut sebagai medan energi yang memancar dari pekerjaan yang akan dilakukan. Hal itu adalah sebuah kuasa penolakan. Hal itu negatif. Tujuannya untuk menjauhkan kita, mendistraksi kita, mencegah kita untuk mengerjakan pekerjaan kita.” ungkap Steven Pressfield dalam bukunya Do the Work.

Resistensi adalah dasar prokrastinasi, karena hampir tiap orang punya 1001 alasan untuk mengalihkan diri dari kewajiban pekerjaan mereka. Motifnya bisa berupa ketidaknyamanan, perfeksionisme seseorang, ketidaksiapan untuk fokus mengerjakan sesuatu, sehingga dengan sadar seseorang memilih untuk mengerjakan hal lain yang tidak berkaitan sama sekali dengan pekerjaan yang seharusnya dilakukan.

Untuk menyiasati prokrastinasi, seseorang harus tahu persis apa yang ia lawan. Maka dari itu, kali ini Crafters akan mengulas secara singkat sejumlah aspek untuk mengenal sekaligus melawan hasrat prokrastinasi.

Baca juga: 5 Masalah Para Videografer dan Solusinya


Delusi

Hal pertama yang biasa muncul saat kita membayangkan pekerjaan adalah betapa “berat”nya pekerjaan tersebut. Padahal seringkali pekerjaan yang harus dilakukan sebenarnya tidak seberat yang kita bayangkan. Hal ini merupakan salah satu efek resistensi untuk mencegah kita memulai pekerjaan kita.

Kita terlanjur membayangkan betapa “berat”nya pekerjaan bahkan sebelum kita mengerjakannya. Maka, alih-alih memusingkan beban pekerjaan, ada baiknya langsung saja mulai bekerja.

Dok. Unsplash

Kebiasaan

Prokrastinasi bisa berubah menjadi kebiasaan. Dari yang awalnya hanya sesekali menjadi setiap kali. Hal ini berbahaya untuk kelangsungan produktivitas dan dapat menjerumuskan seseorang ke kondisi depresif karena perasaan bersalah akibat prokrastinasi.

Ada beberapa tanda seseorang punya kebiasaan prokrastinasi. Misal

  • Mengisi keseharian dengan tugas-tugas berprioritas rendah;
  • Membiarkan tugas penting diam di to-do list dalam jangka waktu yang lama walaupun itu hal penting;
  • Memulai mengerjakan tugas penting lalu langsung pergi bikin kopi;
  • Membaca email berkali-kali tanpa memutuskan apa yang akan dilakukan dengan email tersebut;
  • Mengerjakan hal yang kurang penting yang diminta orang lain ketimbang mengerjakan hal penting yang sudah ada di daftar pekerjaan sebelumnya;
  • Dan yang paling umum adalah menunggu “waktu yang tepat” atau “mood yang tepat” untuk memulai mengerjakan tugas.


Alasan

Banyak alasan mengapa laku prokrastinasi menjadi kebiasaan yang tidak mudah dilawan. Prokrastinasi bisa disebabkan oleh beberapa sifat dan alasan berikut:

  • Tugas yang membosankan dan atau tidak menyenangkan;
  • Kemampuan organisasi yang rendah (tidak dapat menyusun skala prioritas);
  • Rasa takut akibat ketidakmampuan mengerjakan tugas tersebut;
  • Rasa takut atas keberhasilan yang dapat memunculkan banyak tugas baru atau takut kewalahan;
  • Sifat perfeksionis, prinsip “lebih baik tidak dikerjakan daripada hasilnya tidak sesuai standar”;
  • Kemampuan mengambil keputusan yang rendah;
  • Mengidap depresi, ADHD, OCD, dan kecemasan akut.

Strategi

Setelah mengetahui penyebab kebiasaan prokrastinasi, kita dapat menyusun strategi untuk melawan resistensi tersebut. Jika masalahnya adalah tugas yang membosankan atau tidak menyenangkan, kita bisa mengakalinya dengan menyusun urutan pengerjaan tugas-tugas tersebut dari yang sederhana hingga rumit. Jika disebabkan oleh kemampuan organisasi yang rendah, kita dapat menyiasatinya dengan membuat checklist dan memberikan notifikasi terhadap kerabat kerja secara langsung. Pada dasarnya, kita perlu melangkah mundur satu langkah untuk melihat gambaran besar pekerjaan kita secara utuh dan menyeluruh. Hal ini dapat membantu kita mencari jalan keluar yang lebih kondusif dalam menyelesaikan pekerjaan.

Baca juga: Masalah yang Dihadapi Freelancer

Kesimpulan

Melawan dorongan prokrastinasi memerlukan pengetahuan yang mendalam terhadap pekerjaan kita serta tabiat pribadi kita dalam bekerja. Dengan mencari tahu akar penyebab prokrastinasi dalam diri kita, kita dapat menyusun strategi untuk menghalaunya.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Mengakali Prokrastinasi

By
CB
.
April 28, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Mengakali Prokrastinasi

By
CB
.
April 28, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles