X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Mengakali Light Meter kala Memotret

By
BR
 •
March 12, 2020

Dalam dunia fotografi, kita segera diperkenalkan dengan istilah exposure, tetapi barangkali masih kurang familiar dengan alat uji untuk mengatur kekuatan exposure itu sendiri, yaitu light meter.

Light meter merupakan alat pra-kalibrasi yang dirancang untuk bereaksi terhadap sumber cahaya, baik dari sumber yang terang maupun yang redup. Fungsinya adalah untuk mengukur intensitas cahaya atau mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan menggunakan metering.

Kekuatan exposure akan berdampak pada pencahayaan gambar yang kita ambil. Sayangnya, masih banyak fotografer yang kurang memaksimalkan fungsi light meter ini dan masih hanya mengira-ngira saja. Jika kamu menggunakan kamera digital dan menempatkan kamera pada mode auto, kamera akan melakukan pengukuran cahaya secara otomatis sehingga kamu bisa lebih santai. Namun pada mode manual, kamu harus mengatur light meter sendiri.

Baca Juga: Tren Fotografi Analog

Ada dua jenis light meter: internal dan eksternal.

Light meter internal umumnya sudah tersedia di setiap kamera digital modern saat ini dan dapat dilihat lewat viewfinder atau LCD kamera.

Mengakali Light Meter kala Memotret
(Dok. Vectorstock)

Adapun light meter eksternal digunakan sebagai attachment atau alat pendukung untuk menghasilkan gambar yang lebih maksimal. Light meter eksternal ibarat meteran untuk membantumu mengukur intensitas cahaya yang akan jatuh mengenai sensor atau film melalui diafragma.

Mengakali Light Meter kala Memotret
(Dok. Mpex)

Bagaimana mengambil gambar tanpa light meter?

Dalam era fotografi analog (35mm) atau film seluloid, ketika kamera belum sebagus dan secanggih saat ini. Para fotografer harus jeli dan tekun mempelajari bagaimana memotret secara efektif, agar mendapatkan exposure yang tepat dalam berbagai keadaan cuaca (terik, cerah, mendung, hujan, dst). Salah satu formula yang populer digunakan adalah sunny 16 rule. Di mana bukaan diafragma f/16 menjadi standarisasi di saat cuaca cerah (sunny) dengan rumus shutter speed = 1/ISO.

Pertanyaannya, apakah masih relevan menggunakan aturan yang ada pada saat itu? Betul, kamera-kamera sekarang sudah canggih dan bisa secara otomatis mengatur exposure via shooting mode. Namun, rumus sunny 16 rule pada saat itu masih bisa kamu gunakan sebagai bayangan dan perencanaan untuk menghasilkan gambar yang akan kamu bidik, serta memilih shooting mode mana yang tepat untuk scene yang akan kamu ambil.

Mengakali Light Meter kala Memotret
(Dok. Photonet)

Kira-kira begini. Saat matahari terik atau sedikit berawan pada kondisi daratan berpasir atau bersalju, gunakan bukaan lensa f/16 dan shutter speed 1/125 detik. Kemudian pada kondisi matahari terang atau berawan, gunakan bukaan f/11. Pada kondisi langit berawan dan keberadaan bayangan absen, gunakan bukaan f/5.6. Pada kondisi langit yang sangat mendung atau matahari terhalang bangunan, gunakan bukaan f/4. Aturan tersebut berlaku ketika menggunakan ISO 100.

Mengakali Light Meter kala Memotret
(Dok. Aventuras)

Gunakan smartphone sebagai light meter

Jika ada kerusakan pada light meter di kameramu,  smartphone merupakan alat yang sangat ampuh untuk setiap fotografer. Selain kamu bisa menggunakannya untuk mengambil gambar, kamu juga bisa menggunakan smartphone sebagai alat untuk memudahkan proses memotret.

Lalu, apa kaitannya dengan pembahasan light meter di atas? Ternyata, ada beragam aplikasi light meter yang bisa kamu unduh melalui Apple Store atau Play Store. Salah satu aplikasi yang bisa kamu gunakan adalah myLightMeter. Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa menggunakan smartphone kamu sebagai light meter untuk membantumu mengambil gambar dengan hasil yang baik.

Jadi, smartphone milikmu tidak hanya berfungsi sebagai sebuah kamera. Kemampuan smartphone-mu sebagai light meter alternatif juga dapat membantu kamu dalam banyak hal, terutama untuk fotografi.

Baca Juga: Latihan Kreatif untuk Mengasah Kemampuan Fotografi

Mengakali Light Meter kala Memotret
(Dok. Appadvice)

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Mengakali Light Meter kala Memotret

By
BR
.
March 12, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Mengakali Light Meter kala Memotret

By
BR
.
March 12, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya
Tags:

Related articles