X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

5 Ramuan untuk Membuat Video Viral

By
Zustina
 •
March 12, 2020

Kini, banyak yang berusaha membuat video viral. Salah satu alsannya, video marketing diperkirakan mulai menjadi rajanya format konten pada 2017 ini. Video menjadi media yang penting dalam sebuah rencana pemasaran. Lewat video, brand dapat berkomunikasi dengan konsumen, mengikat perhatian mereka dan akhirnya mengubah mereka menjadi pembeli.​

Kenapa video bisa jadi format bercerita yang efektif? Sebabnya, otak manusia mengolah informasi visual 60.000 kali lebih cepat daripada sebuah kalimat. Itu artinya, video berdurasi satu menit bisa dianggap setara dengan sekitar 1,8 juta kata.

Menurut berbagai sumber juga, video marketing juga tercatat bisa meningkatkan leads hingga 512% dan revenue hingga lebih dari 6 kali.

Selain itu, video memiliki dampak langsung terhadap hasil pencarian. Konon, media seperti video lebih ‘disukai’ algoritme mesin pencari. Jangan lupakan fakta penting ini: ‘adik’ Google yaitu YouTube, berperan dalam meningkatkan popularitas sebuah video.

Google secara konstan menyesuaikan algoritme dalam sistemnya untuk memberikan pengalaman yang lebih kaya saat seorang pengguna memasukkan sebuah kata kunci. Untuk memuaskan pengguna, Google menampilkan hasil pencarian yang bervariasi. Alhasil, hasil pencarian memperlihatkan video di daftar teratas.

So, video maker… This is your moment to shine!

Karena akan makin mudah buat Anda membuat video viral. Tapi sebelumnya, coba yakinkan terlebih dahulu: Apakah video Anda memiliki kekuatan untuk menarik perhatian penonton? Lalu tak sekadar memikat perhatian, tapi juga membuat mereka tergerak untuk membagi video tersebut?

Selain ide spektakuler, berikut ini beberapa hal yang bisa jadi panduan jika ingin membuat video viral:

Tiga detik pertama yang menentukan

Pastikan video yang Anda buat berhasil memikat perhatian penonton di tiga detik pertama. Ingatlah bahwa Anda berhadapan dengan generasi yang rata-rata memiliki rentang perhatian yang pendek.

Otak kita dijejali begitu banyak informasi, hingga harus benar-benar selektif dalam memilih informasi mana yang akan dicerna. Keputusan itu diambil di tiga detik pertama video Anda.

Sebuah survei, The New York Times menemukan bahwa lebih dari 19 persen pemirsa video tidak melanjutkan kegiatan menonton setelah 10 detik. Dalam 1 menit, pemirsa video berkurang 44 persen.

Sebab itu, untuk membuat video viral, taruh hal yang menarik di awal durasi video apakah itu sesuatu yang mengagumkan, lucu, atau informasi yang mengejutkan.

Fokus pada penceritaan

Cerita yang bagus akan mampu membuat pemirsa tertarik dan tidak keberatan untuk mencari tahu kelanjutannya. Untuk menggambarkan hal ini, webseries berjudul SORE yang dirilis Tropicana Slim bisa menjadi contoh yang tepat.

Tropicana menyadari bahwa generasi muda, khususnya millennials dan Gen-Z, adalah generasi yang lebih senang menonton konten hiburan lewat media digital, baik YouTube ataupun media sosial lainnya.

Webseries berjudul SORE dibintangiTika Bravani sebagai Sore, dan Dion Wiyoko sebagai Jonathan. Cerita ini diawali dengan kisah seorang pria yang tiba-tiba dikunjungi oleh istri dari masa depan. Cerita pun bergulir manis seperti layaknya kisah cinta. Hanya saja, webseries yang mengambil lokasi syuting di Italia ini secara halus memuat pesan-pesan sponsor.

Cerita yang menarik membuat video ini ‘nikmat’ ditonton. Jonah Berger, penulis buku Contagious: Why Things Catch On, menemukan bahwa konten yang paling banyak di-share adalah yang mampu membangkitkan perasaan tertentu, apakah itu senang, terharu, atau sedih.

Dari dari semua emosi tadi, untuk mendukung kita membuat video viral, konten yang lebih banyak dibagi adalah yang menggugah rasa positif.

Cobalah untuk ‘kekinian’

Lalu, bila Anda ingin membuat video viral, cobalah untuk menyesuaikan isinya dengan topik yang sedang ngetren di internet. Cara ini dapat meningkatkan kemungkinan video Anda berakhir di deretan atas hasil pencarian Google.

Mulailah amati tren yang sedang terjadi dengan cermat. Bukan berarti Anda dapat secara membabi-buta menggunakan semua yang sedang menjadi tren. Coba sesuaikan angle video Anda dengan audiens yang Anda sasar.

Misalnya ketika Anda membuat parodi dari film yang sedang tren, coba gunakan insight dari audiens Anda. Bila Anda bicara dengan bahasa yang sama dengan audiens Anda, dan menghadirkan ketertarikan yang sama, kemungkinan mereka membagi video Anda jelas lebih besar.

Tawarkan nilai lebih

Salah satu sifat dasar manusia adalah kompetitif. Kita selalu ingin jadi orang yang pertama kali tahu, pertama kali bisa, atau pertama kali memiliki. Video tutorial yang memberikan informasi atau cara untuk melakukan satu hal baru, besar kemungkinannya untuk dibagi oleh audiens. Sehingga, coba berikan tips praktis yang mudah mereka ikuti.

Ambil contoh Wendy Nguyen. Fashion blogger ini memiliki lebih dari 660.000 pelanggan dan video-videonya telah menjaring lebih dari 86 juta penonton. Salah satu video Wendy yang paling populer adalah 25 Cara Mengenakan Scarf dalam 4,5 Menit. Video ini saja sudah ditonton lebih dari 39 juta penonton.

Produksi yang berkualitas

Ini bukan lagi zamannya video one hit wonder. The Wall Street Journal pernah menyebutkan, bahwa 9 dari 10 video YouTube yang paling viral pada 2012 adalah yang diproduksi secara profesional.

Kondisi ini sangat berbeda dibanding tahun 2007, saat YouTube pertama kali mengeluarkan daftar 10 video teratasnya. Banyak video di dalam daftar tersebut dibuat secara amatir tanpa intensi untuk menarik audiens yang lebih luas.

Kini kondisi sudah berubah. Bukan hal baru, bahwa banyak influencers YouTube memproduksi video mereka dengan serius, bahkan sampai melibatkan kru produksi layaknya pembuatan video komersial. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya kesadaran pengguna dalam memanfaatkan YouTube untuk membangun audiens.

Membuat video viral tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dengan mengikuti langkah-langkah tadi, Anda dapat meningkatkan kualitas dan isi video yang diproduksi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemungkinan video tersebut untuk menjadi viral. Tidak ada salahnya dicoba, kan?

Banyak videografer berkualitas  yang telah bergabung di GetCraft untuk menawarkan jasa videografi untuk para klien di seluruh Indonesia. Ingin tahu videografer mana saja yang sudah gabung? Yuk lihat disini!

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

5 Ramuan untuk Membuat Video Viral

By
Zustina
.
March 12, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

5 Ramuan untuk Membuat Video Viral

By
Zustina
.
March 12, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles