X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books

By
Kalya Risangdaru
 •
March 15, 2020

Sabtu lalu adalah sebuah hari istimewa untuk salah satu penerbitan buku muda di Indonesia yaitu Comma Books. Pada dua hari rangkaian acara dengan judul A Little Pause, (8-9 Desember 2018) Comma Books merayakan ulang tahun pertama mereka.Dalam situs mereka, dijelaskan bahwa Comma Books adalah sebuah penerbitan buku yang hadir di bawah Penerbit KPG. Comma Books didirikan khusus untuk mendedikasikan karya-karya fiksi, nonfiksi dan segala sesuatu diantaranya oleh penulis-penulis kontemporer--penulis-penulis baru yang belum mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karya-karyanya.Comma Books digagas oleh Rain Chudori dan Aditya Putra, masing-masing dengan peran yang berbeda. Rain, sebagai kurator dari tulisan-tulisan yang akan diterbitkan dan Adit sebagai desainer untuk merancang visual yang menarik dari naskah-naskah yang sudah terkurasi tersebut.

A Little Pause,

Saya datang untuk melihat acara A Little Pause, yang diadakan di Kroma. Begitu hadir, saya disambut dengan visual instalasi menarik seperti lampion dengan kutipan-kutipan penulis Comma Books. Banyak orang mengambil gambar dan saya tidak mau ketinggalan. Jika kita memperhatikan Comma Books, kita bisa melihat bahwa mereka memang memiliki selera visual yang bisa menarik anak muda: aesthetically pleasing.

Baca Juga:ÊMengapa Kreator Perlu Mengikuti Kompetisi Kreatif?

Begitu juga dengan dekorasi yang mereka hadirkan di Kroma. Selain itu, kita bisa menikmati juga karya-karya dari penulis Comma Books yang juga dijual lengkap beserta printilan merchandise apik dari mereka.Ketika hadir di sana, acara yang dibuat terbuka ini memberikan kita kesempatan untuk ngobrol dan berdiskusi langsung dengan para penulis Comma Books yang hadir saat itu.

Lihat inspirasi penulis yang bergabung di GetCraft

AcaraÊA Little Pause, diadakan selama dua hari di venue yang sama. Di hari pertama, Comma Books fokus dengan workshop-workshop kepenulisan yang mereka selenggarakan. Dibimbing oleh penulis-penulis Comma Books yang telah menerbitkan bukunya, para peserta diharapkan setidaknya menghasilkan sebuah tulisan di akhir workshop. Dengan jumlah tiga workshop di hari Sabtu dan satu workshop penutup yang dibimbing langsung oleh Rain Chudori, ternyata setiap kelas selalu penuh dengan para penulis muda yang penasaran dengan proses/formula para penulis berbakat keluaran Comma Books ini.Saya sendiri berkesempatan menghadiri workshop penulisan puisiÊWords in Motion yang dibimbing oleh Agung Setiawan dan Farhanah. Kedua pembimbing workshop saya saat itu masing-masing sudah menerbitkan buku kumpulan puisinya. Agung Setiawan dengan judul Menyelamimu dan Farhanah dengan judul Masuk Toko Keluar di Tokyo.

Words in Motion

Saya tidak pernah sebelumnya terpikir sebelumnya untuk mengikuti sebuah workshop penulisan puisi. Entah kenapa, saya kurang pede dengan tulisan-tulisan dengan diksi indah seperti itu. Dan ternyata, bukan saya saja yang gemar menulis tapi malu untuk menulis puisi.Selain saya, hadir sepuluh peserta lain yang mengikuti workshop tersebut. Kami ini kebanyakan diam-diam suka menulis puisi tapi malu untuk menunjukkan hasil karya kami. Bahkan, Farhanah juga mengakui bahwa sebelum ia berani untuk mempublikasikan karya puisinya, ia juga ngumpet-ngumpet menulis. Malu untuk bahkan sekedar menunjukkannya ke orang terdekat.Obrolan di awal acara tersebut berlangsung ke diskusi soal puisi. Bentuk puisi sebagai karya tulis sastra dianggap sebagai bentuk unik yang bisa menyalurkan emosi secara langsung dari si penulis kepada para pembaca. Apalagi jika bicara soal puisi kontemporer. Dengan bentuk yang lebih fleksibel, penyair puisi tidak pernah dikekang oleh bentuk yang saklek.Sebagai peserta, kami digiring untuk membuat sebuah puisi emosional soal apapun yang ingin kita tulis. Lebih spesifiknya, dengan latar sebuah objek sensitif yang melekat di masing-masing individu.

Baca Juga:ÊLeila S. Chudori: Sastra, Isu Politik dan Generasi Z

Semua peserta yang hadir langsung sibuk menulis di secarik kertas yang disediakan oleh Comma Books. Tidak tanggung-tanggung, beberapa peserta bahkan bisa menghasilkan sebuah puisi panjang yang kemudian dibacakan. Aku Ingin Jadi Tukang Sapu, Hujan dan I Thought I Was A People Person adalah contoh-contoh judul dari hasil akhir puisi yang dihasilkan oleh para peserta yang hadir.Sambil bergantian membacakan puisi-puisi karangan kami, diskusi juga terus berlangsung. Sebagai pembimbing, Agus dan Farhanah masing-masing memberikan tanggapannya terhadap puisi yang kami buat. Jadi, bimbingan para penulis tidak hanya berhenti di awal sesi workshop ini.Comma Books, sebagai penerbit yang usianya baru satu tahun ini ternyata sudah sanggup mempublikasikan lebih dari sepuluh karya penulis lokal berbakat. Nah, workshop ini juga menjadi salah satu bentuk dari pencarian bakat terpendam dari penulis-penulis yang berharap menerbitkan karyanya. Di akhir acara workshop, setelah berfoto bersama, kami diharapkan untuk terus menulis demi meningkatkan terus industri sastra di Indonesia. Bagaimana caranya? Dengan terus berkarya dan mungkin, suatu hari nanti, mengirimkan karya-karya kita ke Comma Books untuk mereka kurasi dan pada akhirnya diterbitkan.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books

By
Kalya Risangdaru
.
March 15, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

"A Little Pause," Selebrasi Penulis dari Comma Books

By
Kalya Risangdaru
.
March 15, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles