X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Langkah Menulis Kritik atau Resensi Film

By
GetCraft
 •
July 16, 2020

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Langkah Menulis Kritik atau Resensi Film

By
GetCraft
.
July 16, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Langkah Menulis Kritik atau Resensi Film

By
GetCraft
.
July 16, 2020

Menulis kritik atau resensi film adalah sebuah laku observasi menyeluruh yang membutuhkan kejelian serta kepekaan seorang individu. Bagaimana kita membedah dan mendedah film yang akan kita tulis dari segi cerita, tampilan, ihwal teknis, makna, tujuan, hingga elemen historis. Hematnya, bagaimana mengelaborasi film tidak hanya sebagai produk komersial, melainkan sebagai produk multidimensional yang kaya akan muatan nilai, baik dalam kehidupan individual maupun sosial.

Yang perlu diingat, menulis kritik film bukan berarti menyuarakan apakah kita suka atau tidak, setuju atau tidak, terhadap sebuah film. Kritik tidak serta merta ditujukan untuk memberi nilai selayaknya ujian akhir semester. Lebih dari itu, kritik film merupakan bentuk apresiasi terhadap bentuk kesenian populer yang seyogianya lebih bersifat kualitatif. Dengan demikian, upaya memahami film sama halnya dengan upaya memahami hidup dalam skala dan intensitas yang lebih dalam.

Banyak hal yang bisa kamu petik dan pelajari lewat film. Hal-hal yang barangkali sulit kamu temukan dalam format lain. Kamu bisa mempelajari sejarah, ekonomi, perjuangan kelas sosial, ketimpangan ras dan gender, termasuk aspek-aspek humanisme lainnya. Bayangkan bagaimana kamu bisa menyimak dan menerka jerih payah seorang guru yang harus terjun ke pelosok dalam misi pendidikannya lewat Sokola Rimba (2013), atau bayangkan bagaimana kamu dapat menyikapi perbedaan latar belakang sosial lewat film Tanda Tanya (2011).

  • Kamu perlu menonton filmnya lebih dari sekali untuk memahami secara menyeluruh, karena ada kemungkinan kamu bakal melewatkan beberapa detail atau poin di kali pertama kamu menontonnya.
  • Lakukan riset kecil yang berkaitan dengan produksi film terkait (nama sutradara, rumah produksi, tahun produksi, jangkauan layar, status penghargaan, dan lain sebagainya)
  • Baca kritik atau resensi dari para penulis profesional sebanyak-banyaknya. Dengan begini, kamu bisa menimbang dan menentukan pro-kontra yang kamu miliki dalam analisamu.
  • Pahami konteks dari film (latar tempat dan waktu, penokohan, cerita, dan lain sebagainya)

  • Ceritakan film yang akan kamu tulis secara garis besar, serta intensimu menulis kritik atau resensi terhadap film terkait.
  • Buatlah kerangka argumen yang solid. Jelaskan apa yang ingin kamu sampaikan dengan sederhana dan hindari penggunaan kata-kata sifat yang ambigu. Misalnya, ketimbang menulis “film ini bagus banget”, lebih baik kamu jelaskan apa yang membuatmu merasa film ini layak dibilang “bagus”. Apakah visualnya? Ceritanya? 
  • Paparkan gagasanmu terhadap film terkait. Apa yang mendasarimu memberi penilaian baik atau buruk, apa yang membuatmu mengkomparasikan film ini dengan film yang lain, atau apa yang mendasari produksi film ini. Di tahap ini, kamu bisa mengejawantahkan plot, karakter, setting, dan lain sebagainya dengan selugas-lugasnya.
  • Beri opinimu yang jujur. Ingat: kritik atau resensi film mustahil bersifat objektif. Bentuk tulisan ini selamanya bersifat subjektif, sekalipun kamu merujuk dan mereferensikan literatur-literatur formal perfilman. Kritik atau resensi adalah medium apresiasi yang sepenuhnya lahir dari pengalaman menontonmu. Karenanya, jangan takut untuk beropini!

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles