X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Langkah Memonetisasi YouTube pada 2020

By
GetCraft
 •
July 24, 2020

Meningkatnya jumlah produksi video merupakan dorongan atas permintaan industri hiburan. Semakin banyak publik yang dapat mengakses konten video, sehingga tingkat konsumsi konten berbasis video tidak pernahnya surut. Di Indonesia, sebagaimana di kebanyakan negara lain, kanal atau platform video terpopuler adalah YouTube.

Dari yang awalnya sekadar hobi atau penyaluran kreativitas, produsen konten video mulai dipandang sebagai profesi riil yang menghasilkan. Kini, bukan mustahil lagi bagi seseorang untuk menganggap produsen konten video (bahasa kerennya: YouTuber) sebagai mata pencaharian yang solid, dengan return value yang tidak sedikit.

YouTube memberi ruang dan peluang bagi kreator kontennya untuk mengkomodifikasi saluran mereka. Dengan jumlah penonton yang banyak, jumlah pengikut, termasuk jumlah klik “suka” yang banyak, ada banyak komponen yang perlu dipertimbangkan sebelum kamu memutuskan apakah saluranmu dapat dimonetisasi dan menghasilkan uang. Caranya? Dengan menyelipkan slot bagi iklan komersial di konten videomu.

Baca juga: Regulasi dan Etika Influencer Media Sosial

Mengetahui Syarat

Syarat minimum dari YouTube adalah: kamu harus punya 1.000 pengikut (subscribers) dan 4.000 jam durasi tayang (watch time - hours) dalam 12 bulan terakhir. Semua ini bisa kamu telaah di bagian “Analytics”. Jika kamu memenuhi syarat, kamu bisa mengunjungi bagian “Features” dan mengubah bagian eligibility menjadi enabled

YouTube akan membutuhkan beberapa minggu untuk memeriksa kredibilitas saluran milikmu. Kendati sering disepelekan, pastikan bahwa kontenmu genuine. Jangan sampai kamu mengambil dan mengunggah ulang video dari saluran lain.

Perlu diperhatikan bahwa YouTube tidak serta merta meloloskanmu ke kategori eligible sekalipun kuota persyaratanmu terpenuhi. Untuk hal ini, YouTube akan memberikan penjelasan tambahan mengapa saluranmu tidak cukup “layak” untuk dimonetisasi. Maka, modal yang paling sahih adalah konten-konten yang menggugah bagi audiens. Dengan kata lain, sebelum kamu dianggap layak untuk melakukan monetisasi, kamu harus terlebih dulu dianggap layak sebagai kreator konten yang berkualitas, atau setidaknya menghibur bagi sejumlah audiens.

Mengaktifkan Fitur Iklan

Selamat! Jika kamu sudah di tahap ini, berarti proposal monetisasi kanalmu sudah diterima dan disetujui oleh YouTube.

Kamu akan dituntun ke bagian Video Manager untuk mengatur video mana saja yang ingin kamu monetisasi. Untuk video yang berhasil dimonetisasi, akan muncul ikon hijau bundar “$”. Format iklan yang ada juga bisa kamu pilih. Ada beberapa opsi: overlay ads, sponsored cards, skippable video ads, dan non-skippable video ads. Dengan memilih semuanya, tentu kamu dapat meraup jumlah maksimal dari total iklan yang akan ditayangkan dalam videomu. Tapi ingat: audiens tidak suka dengan video yang memuat terlalu banyak iklan. Terutama iklan yang tidak dapat dipotong (non-skippable video ads).

Untuk awal-awal, baiknya jangan langsung mengaktifkan semua format yang tersedia. Cobalah satu per satu, lalu tentukan mana yang kira-kira paling cocok untukmu dan bagi penontonmu. Masukkan juga durasi video sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan format iklan yang ingin kamu aktifkan. Jika durasi videomu cukup pendek (1-5 menit), agaknya kurang bijak untuk mengaktifkan lebih dari dua format iklan. Kecuali jika kamu merasa kontenmu punya daya tarik yang cukup kuat untuk mengimbanginya.

Baca juga: Fotografi Mainan 101

Mendapatkan Penghasilan

Beberapa metode yang digunakan YouTube saat melakukan pembayaran: PayPal, cek, atau transfer ke rekening bank. Jika kamu pemilik saluran independen, kamu dapat mengaturnya di bagian adsense. Namun, jika kamu tergabung dalam multi-channel network, mereka dapat membantu mengontrol dan mengelola pembayaran untukmu.

Jumlah minimal yang akan YouTube bayarkan ke kamu adalah US$ 100/bulan. Jika jumlah views-mu belum mencapai angka tersebut, kamu tidak akan menerima pembayaran. Jumlah views yang direkomendasikan agar kamu mencapai setidaknya US$ 100/bulan adalah 75.000-125.000/bulan.

Pertanyaannya: apa yang akan terjadi jika kamu tidak mampu mencapai angka tersebut dalam sebulan? Pendapatanmu tidak akan hangus begitu saja. Seandainya kamu hanya memperoleh US$ 99 dalam satu bulan, maka jumlah ini akan diakumulasikan dengan pendapatanmu di bulan berikutnya. Jadi, jika di bulan berikutnya kamu memperoleh US$ 2, maka jumlah akumulasi pendapatanmu yang sebesar US$ 101 akan cair di bulan ini.

Demikian pula halnya jika kamu hanya memperoleh US$ 20 dalam satu bulan. Jika bulan berikutnya kamu memperoleh US$ 20, YouTube tidak akan membayarmu sebesar US$ 40. Mereka akan menunggumu untuk mencapai angka US$ 100 terlebih dulu sebelum benar-benar membayarmu.

Sudah siap untuk memonetisasi video-videomu?

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Langkah Memonetisasi YouTube pada 2020

By
GetCraft
.
July 24, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Langkah Memonetisasi YouTube pada 2020

By
GetCraft
.
July 24, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles