X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

5 Langkah Penting Membuat Karakterisasi Tokoh yang Menarik

By
MLR
 •
March 26, 2020

Dalam proses menguasai penulisan cerita fiksi seperti novel dan cerita pendek, menggodok karakterisasi menjadi salah satu tahapan utama. Sebagai penulis, kamu bisa saja memikirkan sebuah jalan cerita keren atau gaya bercerita menakjubkan untuk para pembaca. Namun, jika tidak didukung dengan karakter yang menarik dan otentik, jalan cerita atau gaya bercerita menakjubkan tersebut tidak akan berarti apa-apa.

Dengan menganalogikan sebuah jalan cerita sebagai perahu, maka karakter adalah nakhoda yang mengemudikan perahu tersebut. Karakter dan karakterisasi adalah dua hal yang berbeda, tapi saling berkelindan. Karakter adalah bagaimana kamu menggambarkan tokoh ceritamu lewat gambaran fisik, sedangkan karakterisasi dapat digambarkan lewat bagaimana cara mereka berpikir, mengatakan sesuatu, dan bertindak.

Karakterisasi merupakan PR terbesar para penulis, di mana mereka mengembangkan kepribadian orang-orang dalam cerita mereka menjadi sebuah individu utuh yang menarik dan believable. Beberapa penulis bahkan menganggap karakterisasi jauh lebih penting daripada plot. Sebab seklise apapun cerita yang dibangun, jika karakternya menarik, para pembaca akan terus mengikuti jalan cerita.

Mengingat pentingnya pengembangan karakterisasi tokoh dalam cerita, Crafters merangkum banyak teknik dan langkah yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan karakter yang menarik dan kompleks untuk kisahmu berikutnya.

Bayangkan Penampilan Fisik Karaktermu

Dalam membentuk karakter, penampilan fisik merupakan salah satu proses yang relatif mudah. Jika sebagai penulis kamu tidak memiliki bayangan jelas bagaimana kira-kira penampilan fisik karaktermu, akan sulit bagi para pembaca untuk ikut membayangkan seperti apa mereka. Sebaliknya, kamu juga tak perlu terlalu detail dalam membentuk penampilan fisik karaktermu. Biarkan pembaca menggunakan imajinasinya dalam membayangkan karakter-karakter dalam ceritamu.

Kamu cukup berpegang pada impresi apa yang kira-kira akan diungkapkan oleh kenalan tokoh dalam ceritamu. Apakah mereka biasanya berpakaian sesuai dengan pekerjaan mereka? Bagaimana mereka tampil di depan publik? Apakah mereka senang berpakaian kasual atau fashionable? Adakah bagian aksesoris tertentu yang tak pernah luput dikenakan karaktermu?

Jawaban-jawaban pertanyaan tersebut akan langsung berhubungan dengan kepribadian tokoh dalam ceritamu, sekaligus memberikan para pembaca informasi mengenai pola pikir karakter terkait.

Ketahui Seluk Beluk Karaktermu

Agar para pembaca dapat bersimpati dengan karakter yang kamu buat, pastikan tokoh kamu memiliki aspek-aspek seperti manusia pada umumnya. Sebagai penulis yang menciptakan tokoh ini, kamu mutlak harus paham kepribadian mereka seperti kamu memahami dirimu sendiri.

Cara terbaik untuk menciptakan tokoh yang berdimensi seperti ini adalah dengan mengisi profil karakter. Dengan demikian, kamu bisa menentukan bagaimana sebuah karakter bereaksi terhadap segala situasi yang mungkin terjadi, dan bagaimana perasaan mereka mengenai peristiwa yang menimpa mereka.

Kamu juga perlu menentukan beberapa faktor ketika menyusun sebuah profil karakter, seperti jenis kelamin, tempat mereka lahir, tak terkecuali masa kecilnya. Meski terlihat gampang ditentukan, menyusun kedua faktor ini punya tingkat kesulitannya sendiri. Ambil contoh faktor pertama sebagai titik mula pembuatan karakter: jenis kelamin.

Umumnya kita mengidentifikasi dua jenis kelamin, yakni perempuan dan lelaki. Pada tingkatan biologis paling dasar, perbedaan antara perempuan dan lelaki tampak dari penampilan dan peran sosial serta fungsi reproduksi mereka. Menentukan apakah karakter kamu berjenis kelamin lelaki atau perempuan sangatlah mudah. Hanya saja, salah satu hal yang biasanya kurang banyak dibahas berikutnya adalah peranan gender.

Peranan gender dapat diartikan sebagai perbedaan sosial yang berkaitan secara langsung dengan lingkungan masyarakat di sekitar tokoh kamu tinggal. Faktor eksternal yang dibebankan masyarakat di suatu tempat -dalam kaitannya dengan peran gender- berhubungan erat dengan pembentukan budaya yang berlaku. Ketika kamu sudah menentukan jenis kelamin karaktermu dan lingkungan tempatnya tinggal, lengkap dengan ekspektasi masyarakat di sekitar mereka, kamu bisa menunjukkan bagaimana karaktermu merespons pelbagai situasi yang muncul di sekitarnya.

Hal inilah yang mampu membuat karaktermu "hidup" dan terasa "kompleks" sebagaimana manusia pada umumnya. Untuk itu, penentuan jenis kelamin dan tempat tinggal menjadi cukup penting dalam pengembangan karakter bagi pembaca. Setelahnya, kamu bisa menentukan beragam elemen lain. Seperti kepercayaan yang dianut oleh karaktermu, keadaan orang tua mereka, status sosial dan ekonomi mereka, pekerjaannya apa, apakah ada trauma masa lalu, dan lain-lain sebagainya.

Berikan Karaktermu Keinginan/Tujuan

Keinginan merupakan dorongan yang memiliki kekuatan besar. Keinginan dapat mendorong karaktermu melakukan sesuatu yang luar biasa. Buatlah berbagai skenario dari cara-cara yang akan karaktermu lakukan untuk memenuhi keinginan mereka. Tempatkan karaktermu pada kondisi-kondisi menyulitkan, di mana keinginan mereka berbenturan dengan keinginan orang-orang terdekat mereka, atau lingkungan sosial mereka. Lalu tentukan, apakah karaktermu berhasil atau gagal mencapai keinginannya. Kemudian, konsekuensi apa saja yang harus mereka tanggung setelahnya.

Temukan Suara Mereka

Berikan karaktermu suara untuk menyampaikan pendapat. Ambil waktu untuk menentukan pola bicara mereka, kosakata yang mereka pakai, dan bagaimana aksen mereka ketika berbicara lewat penggunaan "bagaimana", "kapan", dan "di mana" mereka tinggal dan bersosialisasi.

Bentuk Hubungan Antar Karakter

Sama seperti kamu, karakter tokoh ceritamu akan jauh lebih kompleks dan menarik ketika mereka menjalin relasi dengan karakter lain. Seperti apakah tipe karakter yang cocok dengan karaktermu ketika mereka mencari teman, pasangan, atau figur panutan? Tentukan pula bagaimana hubungan itu membentuk karakter tokohmu sepanjang perjalanan cerita. Untuk lebih memudahkan, kamu bisa membuat sebuah diagram antar karakter.

Mengutip Ernest Hemingway, saat kamu menulis cerita, seorang penulis haruslah bisa membuat karakter yang hidup. Kunci dari pembuatan karakter yang menarik, berkepribadian kuat, dan berdimensi adalah riset yang tepat. Analisa orang-orang disekelilingmu untuk membantumu membuat karakter yang tak mudah dilupakan. Buat karaktermu lebih nyata dengan menentukan faktor-faktor internal dan eksternal yang membentuk kepribadian mereka. Selamat menulis!

5 Langkah Penting Membuat Karakterisasi Tokoh yang Menarik

By
MLR
.
March 26, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

5 Langkah Penting Membuat Karakterisasi Tokoh yang Menarik

By
MLR
.
March 26, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles