X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Hikayat Pekerja Kreatif di Masa Pandemi

By
CB
 •
June 4, 2020

Pandemi Covid-19 yang mengimbau semua pekerja untuk bekerja dari rumah ini menjadi tantangan baru bagi para pekerja kreatif untuk melebarkan ranah kreatifnya ke pencarian proyek dan bertahan hidup.

Dalam beberapa bulan, pandemi ini berhasil menggagalkan banyak proyek dan pekerjaan dari berbagai kalangan, bahkan dari artis besar hingga pengamen jalanan. Pandemi yang menggagalkan banyak lapak kreatif ini memaksa para pekerja kreatif untuk masuk ke dunia daring atau online.

Baca juga: Cara Pekerja Kreatif tetap Cuan dari Rumah

Di AS, pembatalan sejumlah acara seperti SXSW, Coachella, konser Pearl Jam dan Madonna juga turut menghancurkan industri musik di sana. Diprediksi, kerugian akibat pembatalan acara yang berhubungan dengan Covid-19 mencapai US$ 26 miliar. Namun, beberapa sumber dari sektor tersebut menolak untuk menjelaskan secara rinci terkait dampaknya kepada majalah Rolling Stone.

Para fotografer jalanan berubah haluan dan memamerkan potret lingkungan sekitar tempat tinggalnya, para penyanyi dan penari menampilkan keahliannya via media sosial, pekerja seni panggung melakukan pembacaan skrip lewat panggilan video, musisi klasik kehilangan pemasukan karena tidak ada panggung simfoni dan terpaksa mengamen di depan rumah atau di taman dengan jumlah penonton seadanya.

Banyak juga pekerja kreatif yang mulai melebarkan sayapnya ke sektor niaga, baik dari makanan, kudapan ringan, reseller sembako, pakaian rumah, atau apapun yang bisa dijual untuk bertahan hidup di masa yang sulit ini. Untuk para pekerja kreatif, tidak mudah untuk terus berkarya di masa pandemi yang telah membunuh lebih dari 300 ribu orang, tapi seniman yang haus untuk berekspresi niscaya akan menemukan jalannya.

“Keinginan untuk berekspresi secara natural di dalam krisis seperti ini juga ditemani oleh ketidakpastian dan kurangnya motivasi,” ujar Scott Barry Kaufman, seorang psikolog humanistik, host dari “The Psychology Podcast” dan pencipta “Transcend: The New Science of Self-Actualization.” Menurut Dr. Kaufman, seseorang memiliki kesulitan menciptakan -sebuah bentuk dari aktualisasi diri- ketika “terlalu banyak ketidakpastian di kepala, terlalu banyak ketidaklogisan dan tidak ada lagi hal yang masuk akal.” Kita tergoda untuk “fokus ke ranah yang sangat sempit di dalam diri dan mengabaikan potensi tertinggi kita,"

Dr. Kaufman menyarankan untuk menggunakan momentum ini sebagai kesempatan merefleksikan diri. “Inilah saat yang sangat baik untuk melakukan meditasi dan ekspresi kreatif dalam belajar bagaimana menjadi diri, belajar untuk fokus kepada hal yang benar-benar berarti dan mengekspresikan diri dengan cara yang membuat makna yang baru di dalam hidup,” ujarnya. "Itulah jalan menuju seni yang hebat. Orang-orang benar-benar beresonansi dengan interpretasi dari realita umum, dan itulah yang sangat bagus dilakukan oleh seniman.”

Chris Martin, Vokalis Coldplay, menyiarkan konser langsung lewat Instagram dan hal ini dianggap lebih ‘intimate’ daripada di panggung besar. Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Global Citizen, sebuah organisasi yang bertujuan memerangi kemiskinan ekstrem. Kolaborasi ini bertagar #TogetherAtHome. Chris juga mengumumkan pada akhir konsernya bahwa John Legend akan tampil berikutnya.

Di Indonesia sendiri, kepedulian terhadap dunia sedang melakukan karantina untuk melawan Covid-19 dilakukan oleh Najwa Shihab bersama puluhan musisi Indonesia. Kanal Youtube Narasi TV melakukan kampanye kemanusiaan yang menghibur masyarakat melihat konser musik online #dirumahaja

Baca juga: Pro-Kontra Memulai Bisnis Rumahan

Pekerja seni di semua belahan dunia saling berjuang untuk bertahan hidup dengan cara melebarkan sayap ke ranah lain atau terjun ke dunia daring. Dengan harapan semua lini pekerjaan bisa meminimalisasi kontak luar rumah dan mempercepat selesainya pandemi yang membawa kesulitan semua pekerja, baik kreatif maupun konvensional. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencoba berpetualang ke dunia dalam jaringan atau mencoba berjualan hal-hal baru? Pilih yang manapun, tetap jaga kesehatan, ya.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Hikayat Pekerja Kreatif di Masa Pandemi

By
CB
.
June 4, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Hikayat Pekerja Kreatif di Masa Pandemi

By
CB
.
June 4, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles