X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Definisi Desainer di Industri Digital

By
Dimas Gityandra
 •
March 17, 2020

Dunia digital yang terus berkembang ini sedikit banyak mengubah perilaku masyarakat. Misalnya saja, sekarang banyak yang lebih senang berbelanja melalui online shop dibanding ke toko-toko. Tidak hanya itu, pekerjaan-pekerjaan baru kini mulai bermunculan (misalkan Influencer) atau pekerjaan yang sudah ada kini menjadi lebih terspesifikasi, salah satunya adalah desainer.

Mungkin dahulu, banyak yang menganggap kalau pekerjaan seorang desainer itu adalah membuat segala hal yang berhubungan dengan gambar, warna, teks dan lain sebagainya untuk dirangkai menjadi sebuah konten kreatif yang dapat memikat hati para khalayak. Tetapi tidak dengan era sekarang ini. Desainer kini lebih terspesifikasi, serta memiliki perbedaan dan fungsinya masing-masing. Lalu seperti apa perbedaan desainer di era digital ini?

Graphic Designer

Tugas seorang graphic designer adalah mengombinasikan warna, gambar, teks, dan segala unsur grafis menjadi sebuah konten visual yang dapat mengomunikasikan sebuah ide kepada masyarakat dan konsumen melalui karya seni yang nyata atau virtual. Karena itu, seorang graphic designer juga kerap disebut sebagai komunikator

visual.

Seorang desainer grafis biasanya menggabungkan unsur seni dan teknologi melalui layout dan gambar baik itu berupa media cetak seperti brosur, poster, kemasan produk, dan sebagainya dalam kemasan website.

Saat ini desain grafis menjadi satu elemen penting bagi produk marketing dan sales. Karena desain grafis merupakan sarana yang efektif untuk mengomunikasikan sebuah ide.

Lihat juga: Para desainer grafis yang menawarkan jasanya via GetCraft

UI (User Interface) Designer

UI Designers bertanggung jawab pada bagaimana penataan sebuah product. Atau bisa dibilang, UI design itu adalah seperti apa tampilan product yang dibuat desainer ini di mata para user.

Fokus utama seorang UI Designer adalah visualisasi. Bagaimana website yang dibuat dan akan digunakan user itu terlihat cantik secara visual.

UX (User Experience) Designer

Berbeda dengan UI, UX is about how the product feels. UX design adalah proses agar product yang telah dibuat mudah digunakan dan tidak membingungkan user. Cakupan dari UX design ini lebih luas jika dibandingkan dengan UI design karena prosesnya dimulai dari research pasar sampai nantinya diimplementasikan ke dalam interface sebuah website.

Tugas seorang UX Designer adalah mengeksplorasi mengenai bagaimana cara memecahkan masalah spesifik dari para pengguna website, termasuk bagaimana kenyamanan user saat membuka website tersebut dan menelusuri fitur-fiturnya. Selain itu, seorang UX designer memang tidak bertanggung jawab pada estetika sebuah website melainkan terfokus pada pengalaman yang dialami oleh para pengguna pada saat mengakses website.

Seorang UX Designer juga kerap mencari tahu apakah product yang dibuat efisien, bermanfaat, tidak membingungkan dan lain sebagainya. Mereka juga bekerja agar suatu website tetap berjalan pada jalurnya yakni memenuhi tuntutan user, bukan selera desainernya atau kemauan pemiliknya.

Visual Designer

Yang menjadi tujuan dari visual design adalah membentuk dan meningkatkan pengalaman dari pengguna dengan memepertimbangkan efek dari ilustrasi, fotografi, tipografi, space, layout, warna dan lain sebagainya agar produk yang dihasilkan menjadi lebih cantik dan estetis.

Jika seorang desainer grafis sering berkaitan dengan media cetak, maka visual designer lebih terpaku pada pekerjaan digital. Jadi bisa dikatakan pekerjaan seorang visual designer merupakan persilangan antara graphic designer dan UI designer. Seorang visual designer memiliki fokus pada estetika dari apa yang dilihat oleh para user dan sedikit mengesampingkan apa yang ada di balik layar.

Baca Juga : Mengupas Sebab Kreativitas

Mereka tidak lagi sekadar membuat karya yang estetis, tetapi juga membuat karya yang dapat mendatangkan keuntungan bagi klien dan juga membuat karya yang dapat diterima oleh masyarakat.

Saat ini pekerjaan desainer memang sudah terspesifikasi dan mungkin dapat memudahkan suatu perusahaan untuk memberikan job desc bagi para pegawainya. Tetapi apakah semakin mengerucutnya pekerjaan designer ini berpengaruh bagi seorang designer freelance? Apakah seorang klien mau peduli dengan spesifikasi kerja seorang desainer?

Pada kenyataannya saat ini seorang klien tidaklah peduli dengan semua istilah itu. Terkadang mereka menganggap semuanya sama saja. Bisa jadi klien tidak akan peduli ketika kita menungkapkan, “Kita itu UX designer, kita enggak bikin wireframe, kalau itu coba tanya ke anak UI designer.” Hal-hal seperti itu kerap diacuhkan oleh klien karena sebenarnya apa yang dicari seorang klien dari seorang designer bukanlah siapa yang bisa bikin wireframe atau button. Klien lebih mencari siapa yang bisa membuat hal yang dapat memecahkan masalah mereka dan mengaplikasikan brief yang mereka inginkan.

Karena itu pekerjaan seorang desainer di era sekarang ini sebenarnya lebih berat, karena mereka tidak lagi sekadar membuat karya yang estetis, tetapi juga membuat karya yang dapat mendatangkan keuntungan bagi klien dan juga membuat karya yang dapat diterima oleh masyarakat.

Baca Juga : Idealisme Kreator VS Kepentingan Bisnis

Definisi Desainer di Industri Digital

By
Dimas Gityandra
.
March 17, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Definisi Desainer di Industri Digital

By
Dimas Gityandra
.
March 17, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
-  Article Updates
- Event Announcements
- Webinar Announcements

- Free Tutorials
-
Free Research
-
Free

Related articles