X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Candu Bernama Smartphone

By
CB
 •
March 26, 2020

Kita terbiasa berlama-lama dengan smartphone. Teknologi yang awalnya dibuat untuk mempermudah komunikasi ini telah berevolusi menjadi perangkat yang mempermudah hidup manusia, sekaligus menjadi akses hiburan yang mudah dijangkau setiap saat. Melihat peluang yang ada di dalam perangkat modern ini, para pebisnis dan pengembang aplikasi berbondong-bondong menciptakan program-program yang menarik perhatian para pengguna smartphone. Dari aplikasi yang fungsional seperti peta, perkiraan cuaca, produktivitas, hingga ke hiburan seperti games, atau aplikasi streaming tontonan.

Tapi apakah kamu tahu, kalau yang paling menyita waktu kebanyakan pengguna smartphone ialah media sosial?

Tanpa disadari, keseharian kita tidak jauh dari melihat layar smartphone untuk melihat notifikasi surel pekerjaan dan mengutak-atik media sosial. Jika ada yang bertanya “apakah ada yang salah dengan itu?” jawabannya adalah tidak. Karena telepon pintar memang dirancang untuk membuat kita kecanduan. Kali ini, Crafters akan mengulas sedikit bagaimana perangkat kecil ini dapat menjadi distraksi di dalam keseharian kita.

Baca Juga: Memotret Fashion dengan Smartphone

Variasi Hadiah

Mayoritas pengguna smartphone mempersilakan lonceng notifikasi mendistraksi dirinya dari apapun yang sedang dilakukan. Etiket dalam menggunakan telepon sudah tidak begitu banyak berperan dalam kehidupan sehari-hari, kecuali saat sedang menghadiri acara formal dan penting. Karena adanya variabel yang berbeda setiap notifikasi muncul, tingkat perhatian yang didapat menjadi besar.

Mari merujuk ke Studi B.F. Skinner pada 1950-an yang mendemonstrasikan teori reward (hadiah). Skinner melihat kebanyakan tikus merespons ke tuas yang membawa hadiah yang variatif, kadang besar, kadang kecil, dan kadang tidak ada. Tidak seperti tikus yang diberikan tuas dengan hadiah yang konstan, tikus-tikus yang diberikan hadiah bervariasi lebih sering menarik tuas secara kompulsif. Sama seperti pengguna telepon pintar yang terus menekan refresh linimasa sosial media dengan harapan akan “hadiah” atau linimasa baru yang lebih bervariasi.


Ekspresi Sosial

Sebagai makhluk sosial, pengguna smartphone dapat mengekspresikan dirinya dengan mudah. Bahkan tidak jarang mendapatkan respon yang cepat dari orang lain. Melihat begitu mudahnya seseorang memperoleh kepuasan dari respon baik yang didapat, sangat mungkin membuat pengguna kecanduan oleh hal tersebut. Karena apresiasi dari ekspresi sosial melepaskan hormon Dopamin di dalam otak. Lama-kelamaan, otak membuat korelasi bawah sadar antara dopamin dan smartphone.

Dari situ, banyak kegiatan lainnya yang membuat pengguna lama-kelamaan ketagihan melihat layar, hingga akhirnya menjadi kebiasaan karena otak pengguna terus menantikan dopamin tersebut. Seperti permainan, tontonan, group chat kerabat, dan lainnya. Kontak antar manusia sangat dibutuhkan sebagai makhluk sosial untuk kesehatan mental dan emosional, dan smartphone memfasilitasi interaksi sosial tersebut dengan mudah.

Baca juga: Membuat Video dengan Smartphone

Desain dan Suara

Bukan hanya dari sisi bisnis dan pengembangan aplikasi yang ikut andil dalam membuat smartphone menjadi candu, tapi juga dari sisi desain dan estetika. Dari segi warna, notifikasi muncul dengan warna merah terang untuk menarik perhatian mata pengguna, karena warna tersebut paling mencolok ketimbang warna lainnya. Begitu juga dengan pengaturan notifikasi yang diimbangi dengan suara yang biasanya menggunakan frekuensi tinggi agar mudah terdengar dan menarik perhatian pengguna.

Notifikasi dari berbagai aplikasi pun banyak yang semakin terlihat seperti dimanusiakan agar lebih menarik. Seakan pengguna mendapatkan pesan dari kawan atau kerabat secara langsung. Begitu banyak detail desain yang sudah dirancang sedemikian rupa hingga berhasil membuat alam bawah sadar pengguna menjadi kecanduan dan menantikan titik merah dengan suara notifikasi tersebut.

Pada dasarnya, smartphone memang dirancang untuk membuat pengguna kecanduan untuk terus memakainya. Semakin tinggi intensitas kita dalam memberi perhatian kepada smartphone dapat dikonversi secara tidak langsung menjadi keuntungan untuk pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis smartphone.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Candu Bernama Smartphone

By
CB
.
March 26, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Candu Bernama Smartphone

By
CB
.
March 26, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya
Tags:

Related articles