X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Cabin Fever: Rumah Rasa Penjara

By
GetCraft
 •
June 12, 2020

Di awal pandemi Covid-19, berada di rumah saja bukan menjadi masalah buat saya. Malah rasanya seperti kebahagiaan baru, di mana saya merasakan lebih banyak waktu karena tidak perlu pergi ke sana ke mari untuk berjumpa dengan klien. Tapi, berbeda dengan Lukman, seorang penulis yang biasa bepergian ke berbagai tempat dan bertemu banyak orang setiap hari.

“Ini gila sih rasanya,” ujarnya menceritakan pengalaman dua bulan lebih karantina tanpa sekalipun kesempatan berjumpa dengan sanak famili di kota tetangga.

Selain itu, dia merasa semakin sulit untuk mendapatkan ide segar di masa pandemi. Hari-hari Lukman berlalu dengan perasaan tidak nyaman, cemas, dan -yang paling parah- jam tidurnya juga berantakan. Ide buntu dan mood nggak menentu, sekaligus tertekan dengan deadline kerjaan yang terus mengejar tanpa henti.

Saya yakin banyak dari kita merasakan hal yang sama. Rumah yang tadinya tempat melepas lelah, sekarang justru terasa melelahkan. Serba salah kan?

Gejala ini juga didefinisikan sebagai cabin fever. Dilansir dari medicalnewstoday.com, permasalahan psikologi ini diakibatkan terlalu lama berada di dalam suatu ruangan.

Baca juga: Hikayat Pekerja Kreatif di Masa Pandemi

Selama pandemi covid-19, banyak orang yang terpaksa menyendiri dan harus beradaptasi dengan pembatasan tempat tinggal. Pergeseran dari cara hidup aktif-sosial ke cara yang lebih terbatas-individual sangat berpotensi memicu cabin fever.

Berikut beberapa hal yang dapat memicu cabin fever, dan menyerang kesehatan mentalmu

  • Merasa tidak dapat terhubung secara fisik dengan teman dan keluarga
  • Tidak dapat terlibat secara fisik dalam kegiatan yang menurut kamu menyenangkan atau bermakna
  • Tertekan oleh pekerjaan
  • Merasa tidak termotivasi dan lesu karena terlalu sedikit atau tidak ada kegiatan sama sekali
  • Menjadi semakin cemas tentang keuangan karena kurangnya pendapatan

Kalau kamu mengalami poin-poin, bisa jadi kamu terserang cabin fever. Gejala ini lebih cepat menyerang orang yang sudah memiliki permasalahan mental, seperti kecemasan akut dan depresi. Tapi jangan khawatir, cabin fever sangat bisa diredam.

Ada banyak yang bisa kamu lakukan untuk menekan dan menghadapi cabin fever:

  • Jalankan rutinitas
    Rutinitas membantumu mengontrol diri, yang dalam praktiknya akan menjauhkanmu dari rasa putus asa dan depresi.
  • Good work-life balance
    Bekerja dari rumah bukan berarti kamu mengabaikan waktu kerja dan waktu beristirahat. Seimbangkan antara waktu untuk bekerja dan waktu untuk melakukan pekerjaan rumah.
  • Konsumsi makanan sehat
    Diet sehat dan seimbang penting untuk kesehatan mental dan fisikmu. Kamu juga perlu makan secara teratur (tepat waktu).
  • Tidur cukup
    Jangan kelamaan, jangan juga malah begadang terus. Kendati durasi tidur tiap individu berbeda, durasi tidur yang pas akan sangat mempengaruhi mood..
  • Terhubung dengan orang lain secara virtual
    Gunakan telepon, video call, media sosial, dan jaringan virtual lainnya secara wajar. Komunikasi virtual secara berlebih justru malah akan memperburuk keadaanmu.
  • Kontrol konsumsi berita
    Di tengah situasi begini, konsumsi berita harian secara berlebih justru dapat memicu perasaan cemas dan depresi.
  • Go easy on yourself
    Beradaptasi dengan fase karantina tidak serta merta mudah. Jangan sampai kamu memaksakan diri untuk hal-hal yang akhirnya bikin kamu makin stres.

Baca juga: Tips Menghindari Burnout

Singkatnya, Cabin fever dapat secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan juga lingkungan sekitarnya.

Saat ini ada beberapa layanan konseling online yang dapat kamu raih dengan mudah. Salah satunya adalah Touche Development Center. Di sini kamu bisa melakukan mental check up dan konseling secara virtual. Hidupmu sangat berarti. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional demi kesehatan mentalmu.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Cabin Fever: Rumah Rasa Penjara

By
GetCraft
.
June 12, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Cabin Fever: Rumah Rasa Penjara

By
GetCraft
.
June 12, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles