X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Betapa Pentingnya Sebuah Meme

By
CB
 •
April 3, 2020

Begitu luasnya internet dengan segala informasi dan data yang menghuninya. Salah satu penghuni yang paling "senior" adalah meme. Meme sudah beredar di era awal kemunculan internet. Dan dalam perkembangannya kini, meme sudah dapat diibaratkan sebaga representasi budaya pop kontemporer.

Sebagian besar pengguna internet pasti familiar dengan meme, bahkan punya meme favorit. Tapi bagaimana asal muasal meme? Apa yang memicu kemunculannya? Mengapa meme dapat begitu fleksibel, dari mengangkat humor paling receh hingga merespons isu global? Dan bagaimana ia mampu masuk sebagai komponen vital dalam sektor pemasaran digital?

Crafters akan mengulas sedikit soal meme. Yuk, simak!

Meme?

Balik ke zaman purba atau prainternet, penulis Richard Dawkins merilis sebuah buku berjudul The Selfish Genes. Di dalam bab-bab akhir buku tersebut, ada satu bab yang berjudul Memes. Bab ini menjelaskan bahwa meme adalah sebuah unit dari warisan tradisi. Apapun yang disalin, diimitasi, dan mewabah seperti virus, adalah meme.

Lebih jelasnya, meme adalah potongan atau bagian dari sebuah warisan kultural (seperti potongan quote, jargon, melodi, dll) yang tersirkulasi dari satu orang ke orang lain. Artikel pertama yang membahas meme di dalam internet baru hadir pada 1994. Ditulis oleh Mike Godwin dalam tajuk “Meme, Counter-meme". Artikel tersebut menjelaskan bahwa mayoritas pengguna di internet belum pernah mendengar soal meme dan memetics.

Meme dan Periklanan

Sebuah agensi konsultan periklanan dan pembuat memeBrandFire merupakan salah satu contoh perusahaan yang berhasil membuat meme menjadi sebuah konten periklanan. Semakin bertambahnya pengguna internet, semakin banyak pula yang tertarik dan mengenal meme.

Menurut para (((aktivis))) meme ini, kesuksesan yang didapat dari proses pembuatan meme berbanding lurus dengan nilai keterkaitan meme terhadap unsur komedi. Fokus mereka dalam membuat meme bukan dari usaha estetis, melainkan inspirasi spontan dalam meracik sesuatu yang relatable, menghibur, ringan, dan berkesan.

Jadi, bagaimana BrandFire mengkomersialisasikan meme? Salah satu tim kreatif BrandFire mengatakan bahwa membuat meme sama halnya dengan membuat sesuatu yang banyak orang pikirkan, tapi tidak mereka katakan.

Bagi kebanyakan orang yang enggan mengekspresikan dirinya secara eksplisit, meme dapat menjadi sarana alternatif yang mereka andalkan. Misal kamu lagi galau. Alih-alih mengutarakannya di media sosial lewat bahasamu sendiri, kamu bisa mencari meme yang sesuai dengan kegalauanmu dan mengunggahnya begitu saja.

Kini, pengguna internet lebih tertarik membaca tulisan dalam format meme (visual) dibandingkan membaca tajuk berita (tekstual), terlepas dari apa informasi yang ada di dalamnya.

Baca juga: The Power of Memes dalam Konten

Format Meme

Kenapa rata-rata meme yang viral tidak terlalu "wah" secara visual? Kenapa visualnya seringkali malah pecah atau pixelated, atau hanya gambar orang-orangan stik, atau binatang dengan potongan gambar berantakan yang sekadar ditempel di latar warna warni mencolok?

Menurut Whitney Phillips, meme "lahir" dari forum 4chan. Forum online ini bahkan punya regulasi tersendiri dalam memproduksi meme. Anggota yang ingin membuat sebuah threadpost atau utas di dalam forum tersebut wajib mencantumkan gambar berukuran kecil untuk menandakan bahwa utasnya tersebut bukanlah spam.

Karena server forum 4chan terbatas, gambar yang diunggah pun hanya bisa berukuran kecil. Utas yang sudah tidak aktif juga segera dihapus agar situs masih dapat menyediakan ruang untuk utas baru. Dari sini, muncul kreativitas untuk menarik perhatian anggota forum di dalam pembuatan gambar-gambar kecil tersebut, and thus meme was born.

Rata-rata percakapan satu utas hanya sekitar 9 menit. Jadi, jika pembuatan meme memakan waktu terlalu lama, bisa jadi percakapannya sudah terlanjut hilang. Sebab itu, meme dibuat tanpa banyak effort di segi estetika.

Meme dan Politik

Meme juga kerapkali digunakan untuk kepentingan politik. Ia hadir sebagai moda propaganda era modern. Seorang anggota kongres Republikan AS, Steve King, punya dua halaman Facebook. Satu halaman profil aslinya berisi konten-konten penuh jargon yang bersifat normatif, dan satunya lagi untuk mengunggah pelbagai meme yang Ia pakai untuk menyampaikan aspirasi beserta gurauannya.

Selama tiga bulan aktif, halaman memenya menghasilkan jauh lebih banyak interaksi ketimbang halaman aslinya. Dari cerita ini, dapat dilihat bahwa meme lebih efektif digunakan untuk menjaring audiens dalam jumlah besar. Audiens lebih berminat mengkonsumsi meme ketimbang format-format konvensional lain.

Meme adalah fenomena internet yang unik. Makin banyak yang mengenal meme, makin beragam pula penggunaannya sebagai sarana komunikasi personal maupun publik.

Fleksibilitas konten yang mampu dikandung sebuah meme juga membuatnya versatile. Dari sekadar candaan, komentar sosial yang bernada sarkastik, hingga propaganda dalam percaturan politik.

Ada kalanya meme jadi senjata, dan di kala lain menjadi sarana pelipur lara. Tingkat penyebarannya berbanding lurus dengan unsur keterkaitan (relatability) konten terhadap audiens-nya. Singkat cerita, meme adalah kita~

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Betapa Pentingnya Sebuah Meme

By
CB
.
April 3, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Betapa Pentingnya Sebuah Meme

By
CB
.
April 3, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles