X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Bagaimana Hallyu Membongkar Hegemoni Barat

By
MLR
 •
October 16, 2020

Kalau kamu getol melihat tren budaya populer dunia selama dua dekade terakhir, ada sebuah kekuatan baru yang muncul mencuri perhatian masyarakat global. Berasal dari Korea Selatan, kekuatan itu bernama Hallyu.

Dunia internasional mengenal Korea Selatan sebagai satu-satunya negara yang secara gamblang menyatakan niatan khusus untuk menjadi pengekspor budaya populer terkemuka. Hallyu sendiri merupakan istilah dari bahasa Cina yang berarti Korean Wave. Istilah tersebut dipakai untuk menggambarkan fenomena perkembangan budaya Korea terhadap budaya populer. Secara kolektif Hallyu mencakup produk budaya mulai dari musik, film drama, game online hingga makanan Korea.  

Hallyu pertama kali menyebar ke negara Cina dan Jepang, kemudian ke Asia Tenggara dan beberapa negara di seluruh dunia. Pada tahun 2000, larangan 50 tahun pertukaran budaya populer antara Korea dan Jepang sebagian dicabut. Ini mengakibatkan lonjakan budaya populer Korea tumbuh di kalangan orang Jepang.

Hallyu telah menjadi cara efektif bagi Korea untuk mengembangkan “soft power” mereka. Pertama kali diciptakan pada tahun 1990 oleh ilmuan politik Harvard Joseph Nye, istilah Soft Power ini mengacu pada kekuatan tak berwujud yang dimiliki suatu negara melalui citranya, bukan melalui kekerasan.

Sejak awal 1999, Hallyu telah menjadi salah satu fenomena budaya terbesar di Asia dan gerakan ini menyumbang pemasukan yang banyak bagi bisnis, popularitas budaya serta berkembangnya citra baik negara Korea Selatan. Seperti yang dicatat oleh Genius Work, efek Hallyu menyumbang sekitar 0,2 dari PDB Korea pada tahun 2004 yang jumlahnya mencapai sekitar $1,87 miliar. Baru-baru ini di tahun 2019, Hallyu diperkirakan berhasil meningkatkan perekonomian Korea hingga sejumlah $12,3 miliar.

Hallyu telah menjadi satu gelombang terintegrasi yang menghadirkan warna baru bagi di berbagai aspek hiburan dunia yang didominasi oleh negara bagian barat. Bagaimana budaya populer Korea berhasil membongkar keseragaman dan stereotip global?

Baca juga: Jatuh Bangun Sinema Korea Selatan

Image: Cultura.id

K-Pop dan Industri Musik Internasional

K-Pop yang identik dengan musik adalah salah satu bagian dari Hallyu yang paling besar dampaknnya dalam meruntuhkan keseragaman industri musik internasional. Jika sebelumnya tangga lagu populer Billboard didominasi dengan lagu-lagu populer Amerika, belakangan K-Pop juga berhasil menembus jajaran lagu bergengsi tersebut. Namun untuk mengidentifikasi K-Pop hanya musik semata cuma mengurangi definisinya semata.

K-Pop sendiri merupakan integrasi gaya, tata busana, tata rias, koreografi, visual, seni video, serta musik. Di dalam lanskap K-Pop terdapat berbagai genre musik mulai dari hip-hop dan EDM, pop, RnB, alternatif, folk, ballad, hingga lain sebagainya. Integrasi yang baik antara tiap elemennya serta banyaknya genre musik yang dicakup dalam K-Pop ini menjadi sebuah kekuatan inklusif yang berhasil menarik hampir seluruh kalangan.

Ambil contoh BTS. Kesuksesan grup band lelaki di bawah naungan Big Hit Entertainment ini tak semata berkat penggemar fanatik mereka. Berbagai elemen yang hadir dalam musik mereka seolah menantang nilai-nilai yang sering ditonjolkan musisi negara bagian barat. Misalnya saja, musisi negara barat sering menampilkan musisi lelaki yang dikelilingi oleh banyak perempuan berpakaian seksi. Sementara itu, BTS menghadirkan sesuatu yang berbeda. Alih-alih melanggengkan paham patriarki dalam video musik mereka, BTS tidak menghiasi video musik mereka dengan perempuan sebagai obyek. Mereka justru fokus pada gerakan tari kompleks yang membutuhkan kemampuan dansa yang mumpuni serta visual warna-warni yang memanjakan mata.

Bicra soal lirik, BTS tak melulu menghadirkan lagu cinta. Kelompok boyband Korea ini punya segambreng isu humanis menarik yang kerap muncul dalam lagu-lagu mereka. Mereka memberikan tanggapan terhadap isu kelas di lagu Baepsae. Beberapa lagu cinta BTS seperti I Know dan Serendipity bahkan dibuat dengan kata ganti gender netral yang membuat lagu-lagu tersebut dapat dinikmati siapapun yang tengah jatuh hati. Ini menandakan BTS tak hanya menuruti pakem bagaimana musisi pria hanya menghasilkan lagu cinta khusus bagi perempuan dan BTS mengenal penggemar mereka dengan baik.  

Kolaborasi visual, lirik, tata rias, tata busana, hingga musik itu sendiri menjadikan K-Pop menarik di mata penggemar musik yang kebosanan mendengar tangga lagu populer dunia.  Dikutip dari Huffington Post, New York Daily News menegaskan jika musik popuker Korea telah menjadi pilihan alternatif bagi para penikmat lagu yang bosan dengan 100 lagu di tangga musik internasional. Pernyataan ini didukung oleh kutipan pernyataan Nusrat Durrani, General Manager MTV Global yang mengatakan bahwa  musik populer yang beredar di pasaran belakangan ini punya kualitas yang baik tapi cenderung seragam. Sementara itu, kosa kata visual musik Korea sangatlah berbeda. Jadi, kenapa industri musik hanya didominasi musik populer Amerika saja?

Baca juga: Merawat Irama Nusantara bersama David Tarigan

Blackpink - Image: NYMag

Manhwa dan Industri Komik Dunia

Sampai beberapa tahun yang lalu, industir komik dunia masih didominasi oleh komik barat dan manga yang berasal dari Jepang. Beberapa tahun belakangan, ada lagi sebuah bentuk komik yang patut diperhitungkan dan berasal dari Korea Selatan, Manhwa. Sama seperti komik barat dan manga, manhwa juga hadir menawarkan cerita berbagai genre. Mulai dari action, romansa, komedi, hingga horor. Namun satu genre yang muncul dengan kedalaman cerita yang menarik adalah thriller.

Dari beberapa judul yang muncul dalam genre thriller di lanskap manhwa, cerita seperti Bastard dan Killing Stalking membuka ruang diskusi yang menarik di kalangan penggemar komik. Sementara Bastard bercerita mengenai anak lelaki seorang pembunuh berantai yang berusaha melindungi teman sekelasnya yang menjadi target ayahnya, Killing Stalking menceritakan seorang stalker lelaki yang jatuh cinta dengan seorang pria pembunuh berantai. Dengan format web comic, kedua manhwa tersebut tak segan menampilkan adegan pembunuhan brutal. Tak jarang dalam genre thriller ini berbagai isu juga turut dibahas seperti kesehatan mental, kekerasan rumah tangga, dan sabagainya.

Selain cerita dan visual yang berbeda dari komik barat serta manga, elemen penting lain dalam manhwa juga berhasil menghadirkan pengalaman baru menikmati komik lewat pemilihan format web comic yang identik dengan panel besar dan disesuaikan untuk ponsel pintar. Bahkan beberapa judul web comic seperti Strangers from Hell dan BongCheon-Dong Ghost berhasil menjadikan cerita horor makin menyeramkan dengan memasukkan suara serta animasi sederhana. Dengan lisensi artistic komik, cerita yang unik, dan adaptasi para pembuat komik terhadap teknologi terkini membuat manhwa menembus batasan komik tradisional dan menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di masa depan.

Korean Wave yang terintegrasi dengan baik dalam menampilkan budaya masyarakat Korea lengkap dengan isu-isu universal dan mengemasnya sebagai hiburan pada akhirnya memberikan narasi-narasi baru di panggung dunia. Industri hiburan global bukan cuma milik dunia barat dengan pakem-pakem mereka yang usang. Baik secara visual, musik, hingga teks, Korea datang membawakan alternatif baru yang siap menjadikan industri hiburan global jadi lebih berwarna.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Bagaimana Hallyu Membongkar Hegemoni Barat

By
MLR
.
October 16, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Bagaimana Hallyu Membongkar Hegemoni Barat

By
MLR
.
October 16, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles