X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Bagaimana Aturan Screen Time untuk Anak di Masa Karantina?

By
BR
 •
May 27, 2020

Aturan seputar screen time anak-anak menjadi perhatian lebih karena sekolah dan ruang aktivitas sosial mereka ditutup selama karantina covid-19.

Baca juga; Startup Vs Pandemi


Apa itu screen time?

Screen time adalah istilah untuk kegiatan yang dilakukan di depan layar gadget atau teknologi lainnya, seperti televisi atau komputer. Kegiatan yang melibatkan screen time dapat berupa menonton televisi, DVD, YouTube, bermain video game, aktivitas media sosial, komunikasi dengan berkirim pesan melalui gadget, video call, dan lain sebagainya. Screen time adalah aktivitas tetap, yang berarti seseorang secara fisik tidak aktif saat duduk dan menghabiskan waktu di depan layar.

Pada 2019, WHO membuat pedoman dan batasan bagi anak untuk melihat layar dari gadget, televisi, maupun komputer. Pedoman ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas tidur dan fisik anak melalui aktivitas yang bermanfaat.

Meski pedoman ini dibuat untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun, menilai pada efeknya, terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar akan mempengaruhi jam tidur dan berisiko mengakibatkan masalah kesehatan lain karena kurangnya aktivitas fisik.


Bagaimana aturan screen time anak-anak di masa karantina?

Dok. Alexander Dummer

Untuk lebih memahami bagaimana pengaruh screen time terhadap anak-anak di masa karantina, Crafters akan memaparkan sebuah rangkuman yang dinukil dari beberapa media dan artikel wawancara oleh BBC Worklife; dengan seorang pediatrician, pakar perkembangan anak, dan analis media anak-anak.

Michael Robb, salah satu narasumber yang merupakan analis media anak-anak dari Common Sense Media, sebuah kelompok advokasi di San Fransisco yang mengedukasi keluarga tentang penggunaan teknologi yang aman dan sesuai usia, mengatakan “Setiap keluarga sudah keburu stres menghadapi beberapa hal yang terjadi (akibat pandemi), sehingga screen time anak-anak menjadi prioritas yang rendah.”

Sebelum pandemi ini muncul, perdebatan tentang konsumsi teknologi dan media anak-anak sudah pernah ada. Salah satunya adalah pedoman yang dikeluarkan oleh WHO pada penjelasan sebelumnya. Bahkan sekelompok peneliti media menentang gagasan bahwa teknologi berbasis layar secara inheren berbahaya bagi anak-anak, dengan alasan bahwa konten yang sangat bebas dan tidak tersaring dengan baik berpotensi memberikan dampak yang sangat besar terhadap kesejahteraan anak-anak.

Melihat data penelitian yang ditulis oleh Przybylski tahun lalu, lebih dari 17.000 remaja di AS, Inggris, dan Irlandia adalah pengguna teknologi. Kemudian ditemukan bahwa total waktu yang dihabiskan di depan layar memiliki efek terukur pada kesehatan mental remaja.

Pada studi kedua, Przybylski memeriksa data lebih dari 35.000 anak-anak di AS dan juga pengasuh mereka. Ditemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan satu hingga dua jam sehari dengan teknologi menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki akses teknologi sama sekali. Artinya, tidak ada dari subjek yang diteliti oleh Przybylski menunjukkan dampak kerugian psikologis apabila menghabiskan waktu yang cukup dengan teknologi.

Baca juga: Tips buat Pekerja Kreatif agar Tetap Cuan di Masa Pandemi


Kesimpulan

Salah satu narasumber, Cori Cross, yang ialah dokter umum anak di Los Angeles mengatakan bahwa ia memastikan dalam sehari ada titik di mana anak-anaknya bisa menemukan cara analog untuk menghibur diri mereka sendiri tanpa harus menghabiskan waktu di depan layar gadget, televisi, atau komputer. Jika praktiknya lain, ia akan memastikan segala perangkat gadget berada di luar kamar saat jam tidur anak-anaknya.

Maka dari itu, aturan penggunaan teknologi yang berkaitan dengan screen time anak-anak masih tetap berlaku di masa karantina saat ini. Artinya, orang tua harus tetap memberikan batasan waktu yang cukup bagi anak-anak untuk berada di depan layar. Anak-anak juga memerlukan dosis aktivitas fisik yang sehat, waktu untuk bergerak, koneksi dengan keluarga serta tidur dan diet yang sehat.

Terakhir, Cross juga menambahkan bahwa tidak ada yang salah dengan membiarkan anak-anak tahu bahwa saat ini adalah masa yang tidak biasa, di mana aturannya sedikit berbeda -dan bahkan ketika kondisi kehidupan kembali normal, aturannya bisa berubah lagi.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Bagaimana Aturan Screen Time untuk Anak di Masa Karantina?

By
BR
.
May 27, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Bagaimana Aturan Screen Time untuk Anak di Masa Karantina?

By
BR
.
May 27, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles