X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Andra Alodita: Aku Punya Mantra agar Tetap Kreatif!

By
GetCraft
 •
May 22, 2020
[Dok. Foto: alodita.com]

Meniti karier di jalur yang beririsan dengan minat dan kegemaran adalah life-goal tiap orang. Terlebih jika hasilnya manis. Not only to survive, but to thrive as well. Andra Alodita ialah salah satunya.

Andra memulai blog yang memuat karya-karya fotografinya sejak 2009. Memotret sajian kuliner hingga tren busana, yang lalu ia kelola secara rutin sembari memperkaya online portofolio-nya. Namun, karena alasan kesehatan, blog-nya harus rehat dulu circa 2014. Semenjak itu, variasi konten dalam blognya justru lebih dinamis. Selain fotografi, Andra mulai terjun ke topik-topik pop culture lain, seperti kecantikan, kesehatan, travel, dan kuliner.

Bagaimana etos kerja kreator konten menurut Andra? Apa yang membuatnya tetap terinspirasi untuk terus mencipta? Dan apa yang perlu diperhatikan oleh teman-teman kreator konten pemula? Simak obrolan Crafters berikut ini.

Baca juga: Lizzie Parra: Jadi Influencer Harus Jujur, Jangan Banyak Polesan


Mulai kapan berprofesi sebagai fotografer dan blogger, atau kreator konten secara umum?

Awal menjadi blogger itu sekitar tahun 2009. Tapi saat itu blog aku isinya masih foto-foto saja, belum ada tulisannya karena aku belum bisa menulis. Nah, sekitar tahun 2014, aku mulai rajin nulis blog, sharing cerita sehari-hari aku, dan review barang-barang yang aku suka. Sekitar tahun 2015-2016, mulai tuh muncul tawaran-tawaran pekerjaan dan kolaborasi lewat Instagram. Akhirnya sejak tahun 2017 aku putuskan untuk terjun menjadi kreator konten secara profesional.


Sebagai kreator konten, bagaimana proses Anda dalam mengkurasi konten sebelum ditayangkan (publish)?

Tahun lalu, aku mencoba sistem membuat konten dengan content planning bersama tim aku. Setelah trial and error, kok aku merasa kurang bebas dan rasanya terlalu ‘rapi’. Aku merasa kurang bebas dan rasanya tuh ada tuntutan. Sejak tahun 2020, aku mulai lebih santai dan apa adanya dengan konten-konten yang ditayangkan. Begitu pula dengan konten yang sifatnya ‘kerjaan’, pasti aku sesuaikan dengan keseharian dan personality-ku. Dengan begitu, aku lebih merasa puas dengan konten-konten yang aku buat. Mungkin kurasinya lebih banyak terjadi saat brief dari klien datang, ya. Biasanya aku utak-atik dan brainstorming dulu biar sesuai dengan kepribadian aku.


Dari sekian banyak topik yang Anda bahas di kanal-kanal media sosial, topik mana yang membuatmu paling bersemangat untuk diproduksi?

Semuanya suka, tapi tergantung kondisi aku saat itu sebenarnya, hehehe. Pas lagi suka masak, yang dibahas bisa soal masak terus. Kalau sekarang lagi senang bahas soal fit journey aku, tapi [juga] masih bahas soal gaya hidup lainnya, sih. Yang jelas memang harus semangat terus sih untuk produksi konten. Kan kerjaan aku ya bikin konten, hahaha.


Boleh diceritakan soal proyek #10000stepsaday?

Gerakan #10000stepsaday sebetulnya bukan inisiasi aku. Yang mempopulerkannya ialah Fitbit. Saat memulai perjalananku dalam menjalani hidup yang lebih sehat, hal pertama dan yang paling mudah adalah berjalan kaki 40 menit sehari. Kebetulan gerakan #10000stepsaday tuh cukup familiar karena ayahku sering ngajak untuk berjalan kaki dan bergerak aktif hingga 10 ribu langkah sehari. Pas ngecek-ngecek di Instagram, kok kayaknya nggak banyak ya orang Indonesia yang melakukan jalan kaki hingga 10 ribu langkah sehari?

Yaudah sekalian aja aku ‘brainwash’ pakai hashtag itu terus-terusan, hahahaha. Ternyata banyak yang ngikut. Seneng banget bisa meracuni dan mengajak orang untuk hidup lebih aktif dan sehat. Bonus buat aku: kebanggaan pribadi lihat orang-orang pada ikutan!

Baca juga: Tips Bikin Konten Saat Pandemi


Ada tips untuk teman-teman lainnya yang tertarik dengan profesi kreator konten?

Harus tau dulu sukanya apa, kekurangan dan kelebihan kamu apa. Dari situ, harus susun strategi kreatif, bangun personal branding, bangun koneksi, dan jangan pernah takut nyoba. ‘Core’ dan ‘Why’ kenapa ingin jadi kreator konten juga harus kuat dulu. Kalau nggak kuat, nanti bubar di tengah jalan.


Bagaimana strategi Anda agar tetap kreatif dan produktif selama masa pandemi ini? Ada tips untuk teman-teman lain?

Aku punya mantra agar tetap kreatif, yaitu dengan percaya bahwa kreativitas selalu berada di sisiku, kapan pun, dan di mana pun aku butuhkan. Ini hasil dari baca buku Big Magic-nya Elizabeth Gilbert. Jadinya law of attraction, sih. Ada aja ide setiap saat.

Untuk produktivitas, aku buat time blocking. Time blocking itu seperti jadwal, tapi aku buat lebih detail dengan cara memisahkan hari apa aku bikin konten, hari apa aku meeting, hari apa aku planning, dan sebagainya. Aku juga memberlakukan jam kerja layaknya orang kantoran, Senin-Jumat, dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Setelah itu aku harus me-time dan melakukan hal-hal lain yang aku suka. Disiplin, konsisten, realitis, dan juga optimis.

Kunjungi blog Andra di alodita.com dan lama instagramnya.

Andra Alodita: Aku Punya Mantra agar Tetap Kreatif!

By
GetCraft
.
May 22, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Andra Alodita: Aku Punya Mantra agar Tetap Kreatif!

By
GetCraft
.
May 22, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Related articles