X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020

By
MLR
 •
March 12, 2020

YouTube hadir sebagai jejaring sosial untuk membagikan video. Semenjak berkembang pada 2009 dan jumlah pengunjungnya meledak, YouTube telah menjadi kanal yang tepat bagi para pembuat video untuk memanen hasil jerih payahnya dan mendapatkan penghasilan besar yang didapatkan dari kerjasama brand atau iklan. Enggak heran, dengan potensi yang disediakan oleh kanal ini, banyak orang banting setir menjadi kreator video.

Besar potensi jejaring sosial berbasis video ini bukan berarti tanpa ada aturan main. Seiring berjalannya waktu, YouTube terus memperbarui aturan-aturannya demi memfasilitasi ledakan para kreator dan penontonnya. Untuk itu, YouTube merancang sebuah algoritma yang mengatur persebaran konten dalam situs mereka.

Bagi kamu yang ingin berkarier sebagai YouTuber atau telah terjun ke bidang ini dan penasaran tentang algoritma YouTube di 2020, Crafters akan mengupasnya secara menyeluruh.

Baca Juga: Ide Video YouTube yang Harus Kamu Coba!

Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020
(Dok. Unsplash)

Apa itu Algoritma YouTube?

Algoritma YouTube adalah cara perhitungan situs ini mendistribusikan konten video. Kerja algoritma di YouTube kini sebenarnya sederhana. Algoritma ini membantu para pengguna YouTube untuk menemukan video yang sesuai dengan selera dan pilihan para penggunanya. Secara garis besar, ada dua cara para pengguna YouTube melihat video:

  • Melalui fungsi Kotak Pencari
  • Melalui fungsi Penyaranan YouTube
Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020
(Dok. Pexels)

Apa Saja Fitur Penyaranan YouTube?

Seperti yang disinggung sebelumnya, algoritma YouTube fokus pada persebaran konten video dengan dua fungsi utama. Fungsi pertama adalah fungsi pencarian. Fungsi kotak pencari (search functionality) merupakan bagian yang paling gampang dari kedua algoritma yang telah disebutkan. Fungsi ini tidak banyak berubah selama beberapa tahun belakangan, dan meski jejaring sosial tersebut diterpa berbagai kontroversi selama beberapa tahun terakhir, pihak YouTube tidak banyak mengakali fungsi ini. Kebanyakan para kreator YouTube merasa fungsi pencarian tidak terlalu penting dalam strategi besar penyebaran konten mereka, tapi di era banyaknya konten yang minim kualitas, fungsi pencarian adalah kuda hitam bagi optimisasi YouTube.

Fungsi pencarian ini sebenarnya mudah kamu siasati karena sangat bergantung terhadap kata kunci (keywords) dan waktu menonton. Dengan judul, thumbnail, dan deskripsi yang tepat, fungsi pencarian bisa menyokong peringkat videomu lebih tinggi di YouTube dan pencarian Google. Di sisi lain, durasi video dapat mempengaruhi rekomendasi YouTube.

Keuntungan paling besar yang bisa kamu dapatkan dari mengoptimisasi video untuk pencarian adalah videomu tidak akan mudah terpengaruh karena perubahan mendadak algoritma rekomendasi YouTube. Kekurangannya? Jangkauan videomu terbatas, dan ada risiko jumlah penonton bisa berkurang hingga 30%.

Fungsi kedua adalah penyaranan YouTube. Fitur Penyaranan YouTube telah berkembang jauh dibandingkan dari pertama kali YouTube muncul. Fitur inilah yang menyumbang hingga 70% jumlah penonton di dalam website itu sendiri. Meski kebanyakan orang berpikir halaman utama yang membuat video jadi gampang dilihat, fungsi sebenarnya dari Penyaranan YouTube sendiri lebih kompleks.

Halaman utama YouTube sendiri terdiri dari beberapa tipe rekomendasi yang diberikan YouTube kepada para penggunanya. Walau sepintas tampak sama, rekomendasi-rekomendasi ini punya perbedaan yang sangat signifikan ketika berdiri sendiri.

Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020
(Dok. Giphy)

Penyaranan Youtube dapat dibedakan menjadi:

  • Recommended

Kebanyakan konten kreator dan korporat di YouTube cenderung terfokus pada fitur ini. Walau butuh kerja ekstra untuk menguasai fitur ini, ketika kamu sudah paham cara kerjanya, fitur ini dapat membantumu menguasai beberapa tipe penyaranan YouTube lainnya.

Recommended video biasanya dipilih berdasarkan beberapa elemen. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi elemen tersebut termasuk spesifikasi keyword, durasi video, rasio thumbs up/down, dan seri episode. Penting diingat, seri episodik akan selalu muncul di fitur recommended ini. Malahan, channel YouTube yang sukses seringkali mengeskploitasi algoritma ini dengan cara membuat playlist video dalam kanal mereka.

  • YouTube Mixes

Meski seringkali dianggap kurang penting, kamu juga dapat memfokuskan diri terhadap fungsi YouTube Mixes. Fungsi ini bisa membantu kamu dalam jangka waktu yang panjang.

Mixes merupakan playlist yang dibuat oleh AI YouTube dan terdiri dari video-video yang pernah ditonton oleh pengguna dengan selipan beberapa video baru (yang belum pernah ditonton) di tengah-tengahnya. Meski Mixes mengubah rute penyebaran video lamamu, kegiatan menonton kembali video-video lama ini dapat meningkatkan jumlah penonton secara substansial.

  • <Channel> viewers also watch

Fungsi penyaranan yang satu ini seringkali membuat beberapa kreator kecewa karena dapat menyalurkan penonton ke kompetitor. Gampangnya, orang yang telah lama menonton seri video kamu bisa saja pindah ke kanal lain dengan topik yang sama karena fungsi ini.

Mengapa demikian? Karena AI YouTube sendiri telah mengkategorikan kanal sesuai dengan genre, serta topik yang mereka unggah. Ketika YouTube merasa salah seorang penggunanya tertarik akan satu kata kunci, Ia akan merekomendasikan kanal-kanal dan video yang membahas hal tersebut.

Iya sih, fungsi ini bisa menyalurkan para penonton ke kanal lain, tapi kalau video YouTube kamu AI-friendly, enggak menuntup kemungkinan para penonton kompetitor juga bisa mampir ke kanal kamu. Dengan video yang bagus dan sesuai dengan AI Youtube, kamu bisa mencuri penonton dari kanal saingan kamu.

  • <Topic> tab

Ini merupakan fitur penyaranan sederhana berbasis kata kunci (keywords). Bagian ini mungkin sama untuk penonton yang berbeda karena merkomendasikan video berdasarkan riwayat pencarian. Lebih sederhana dari aplikasi AI YouTube lainnya, hasil video-video ini muncul berdasarkan parameter yang mirip dengan bagian recommended. Sedikit tips, kamu bisa menyiasati tab ini dengan memanfaatkan fitur “tag” saat mengunggah video.

  • Recently Uploaded

Merupakan kombinasi dari tab subscripsiton dan recommended, penyaranan recently uploaded menampilkan video berdasarkan riwayat tontonan penonton terbaru dan kanal yang telah mereka subscribe. Keunikan dari fitur ini adalah video-video yang berada di sini memiliki usia unggahan kurang dari 1 minggu. Mengingat kebanyakan video YouTube mendapatkan 75% jumlah penonton dari 1 minggu pertama, fitur ini jadi sangat krusial. Fitur recently uploaded ini dipengaruhi beberapa faktor seperti frekuensi unggahan, channel strength, dan durasi video.

  • “Up Next” video

Adalah menu yang dapat ditemukan di bagian kanan saat kamu tengah menonton sebuah video. Dulunya, fungsi ini disebut “Also Watch”. Up Next sendiri telah menjadi sumber sakit kepala para konten kreator YouTube. Banyak kreator YouTube merasa seharusnya fungsi ini hanya memperlihatkan video-video yang ada dalam channel mereka secara eksklusif, tapi mengingat fitur ini masih disempurnakan, fitur ini masih mengikuti aturan bagian recommended.

Walau demikian, bukan berarti kamu enggak bisa memanfaatkan fitur ini. Up Next bisa kamu siasati dengan pembuatan seri video, memilih judul video yang tepat, dan relevansi video yang tengah ditonton. Gampangnya, Up Next sendiri akan mengoptimalkan video jenis series dan membantumu menghubungkan video satu dengan video lainnya dalam series yang sama.

  • Trending

Merupakan salah satu tab tertua di YouTube, tab Trending ini belakangan semakin berantakan. Awalnya tab ini menyumbang banyak jumlah penonton karena dipilih berdasarkan performa jumlah orang yang menonton dalan satu video. Namun dalam skenario YouTube di tahun 2020, tab trending menjadi hampir irrelevan. Selain sulitnya menakar faktor yang dapat memudahkanmu masuk ke daftar ini, waktu yang dibutuhkan untuk videomu ditampilkan di tab ini juga sulit diukur.

  • Subscriptions

Fitur paling sederhana dari YouTube ini membantu para penonton mengetahui kabar terbaru di kanalmu. Ini fitur yang paling dekat interaksinya dengan penonton karena di fitur ini kamu dapat mengunggah story dan foto. Meski tidak terlalu banyak memberikan jumlah tontonan, fitur ini secara tidak langsung dapat membantu brand image yang tengah kamu bangun.

Meski sistem penyaranan YouTube ini belum sempurna, saat kamu sudah menguasai beberapa fungsi di atas, sudah pasti video kamu dapat bersaing dengan kanal-kanal yang lebih dulu berkembang. Video bagus yang dibuat secara susah payah saja belum tentu cukup. Sebuah video YouTube yang sukses di tahun 2020 akan ditentukan dari kemasannya secara keseluruhan; termasuk judul, deskripsi, kata kunci, dan durasinya. Meski sepintas terkesan mengekang kreativitas para kreator, sebenarnya algoritma ini menyediakan ruang bermain yang lebih menantang. Setuju?

Baca Juga: Hal Penting dalam Pembuatan Web Series

Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020
(Dok. Pexels)

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020

By
MLR
.
March 12, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Mengupas Tuntas Algoritma YouTube 2020

By
MLR
.
March 12, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles