X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

Afrofuturisme dan Masa Depan Orang Kulit Hitam

By
MLR
 •
September 4, 2020

Masa depan selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Di berbagai cabang seni, topik ini melahirkan banyak representasi ide yang unik yang seolah tak habis dijadikan bahan refleksi terhadap masa sekarang. Kita pun mengenal istilah futuristik dalam bahasa Indonesia sebagai kata serapan dari futurisme, sebuah gerakan dibidang sosial dan kesenian yang datang dari Italia pada awal abad ke-20. Gerakan ini menitikberatkan pada kecepatan, perkembangan teknologi, kekerasan, moda transportasi canggih dan gambaran mengenai kota-kota industri seperti yang kita kenal sekarang ini.

Ketika masyarakat tengah membayangkan topik masa depan dalam seni, kebanyakan dari kita mandang hal tersebut dari kacamata orang kulit putih. Hanya 8% dari 100 film bergenre fantasi dan fiksi ilmiah menampilkan protagonis orang kulit hitam. Setengah dari jumlah film tersebut dibintangi oleh Will Smith. People of color (POC) bukanlah orang kulit putih; mereka tak hanya terdiri dari Will Smith seorang. Masa depan yang dipaparkan oleh media populer dan kita sebagai masyarakat kolektif yakini menjadi tampak sangat berbeda jika dilihat dari lensa pengalaman orang-orang berkulit hitam. Media populer tidak memiliki cukup tempat bagi people of color ketika membahas perihal masa depan, oleh karenanya orang kulit hitam muncul dengan istilah Afrofuturisme.

Afrofuturisme merujuk pada estetika budaya, ilmu filsafat dan filsafat sejarah yang mengeksplorasi perkembangan diaspora budaya Afrika dengan teknologi. Istilah Afrofuturisme pertama kali di muncul dalam sebuah esai berjudul Black to The Future oleh Mark Derry di tahun 1994 dan kemudian dibahas secara lebih mendalam di taahun 1990an melalui diskusi yang dipimpin oleh Alondra Nelson, seorang penulis Amerika Serikat.

Dalam esainya yang menyebutkan istilah Afrofuturisme, Mark Derry mencoba untuk mengkritik kurangnya penulis orang kulit hitam di genre fantasi dan fiksi ilmiah. Namun kenyataannya, jauh sebelum ia hadir dengan masalah keseragaman di dunia sastra yang berpihak pada orang kulit putih, Afrofuturisme telah berkembang pesat lewat media musik, khususnya musik jazz.

Musisi jazz Sun Ra barangkali merupakan salah satu sosok Afrofuturis paling dikenal. Ia memperkenalkan konsep Afrofuturisme dalam album Space is The Place tahun 1973 yang di kemudian hari juga diubah menjadi karya film. Fokus pandangan Sun Ra mengenai masa depan berpusat pada afro (afro-centric); menghubungkan dirinya di masa depan dengan leluhurnya di Mesir kuno.

Baca juga: Memahami Bechdel Test dalam Sinema

Sekilas bisa jadi orang awam menganggap konsep Sun Ra dalam albumnya tersebut sebagai gimmick pemasaran album untuk menarik perhatian semata, tapi Afrofuturisme dalam musik bukan cuma eksplorasi nada funky, kostum keren, atau bahkan popularitas dari segi akademi karena memasukkan elemen 'pintar' seperti masa depan, Mesir kuno, dan astronomi. Seperti yang dikutip dari The Guardian, saat kamu menilik lebih dalam, ide dan filosofi Sun Ra lebih membahas soal bagaimana meningkatkan kualitas hidup orang kulit hitam: ia mulai membuat musik sebelum hak pilih universal dan perjuangan hak-hak sipil jadi topik perdebatan di Amerika Serikat. Sun Ra merasa masa depan bagi orang kulit hitam Amerika adalah perjalanan menjelajahi galaksi dan klaim unik ini mengakar pada perjuangan nyata yang sehari-hari dihadapi oleh orang kulit hitam Amerika.

Ide yang digagas oleh Sun Ra dibahas lebih lugas oleh Parliament-Funkadelic di tahun 1975. Di album Mothership Connection, George Clinton dari band Parliament menggabungkan isu perjuangan hak sipil dengan frasa “We Shall Overcome” untuk memberikan gambaran tentang masa depan yang lebih positif. Tak hanya menyisipkan referensi dari lagu-lagu lama yang membahas perbudakan ke dalam lagunya, tapi ia berusaha mengubah sejarah mengenaskan menjadi lebih positif lewat perjalanan antar galaksi sebagai bukti bahwa perjuangan telah berakhir dan orang kulit hitam telah menang.

Afrofuturisme tak hanya muncul sebagai pandangan alternatif masa depan yang datang dari orang kulit berwarna, tapi juga sebagai kritik masa depan yang ditawarkan masyarakat jika ditilik dari nilai-nilai yang berlaku di masa sekarang. Contohnya, seperti yang dilakukan rapper André 3000 dalam lagu ATLiens, hasil kolaborasi dengan Outkast. Di lagu tersebut, André 3000 mengungkapkan kalau ia menginginkan anak-anaknya yang belum lahir mendapatkan masa depan yang mereka inginkan, bukan yang dibuat masyarakat untuk mereka karena ras mereka. Itulah mengapa André 3000 bangga dengan perbedaan yang ia miliki dan mengajak saudara-saudarinya untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Pengaruh Afrofuturisme dalam musik tak berhenti sampai di sana. Afrofuturisme juga sangat berpengaruh terhadap karya-karya musisi mulai dari Jimi Hendrix, Public Enemy, Lee “Scratch” Perry, Dr. Dre, hingga Janelle Monáe. Jangkauan pandangan Afrofuturisme kemudian meluas. Lebih dari musik, Afrofuturisme juga mencakup karya sastra dari penulis seperti Octavia E Butler dan Ishmael Reed, film seperti The Brother From Another Planet karya John Sayles, dan seni visual Jean-Michel Basquiat dan Ellen Gallagher.  Perkembangan tersebut, menurut pembuat film dan penulis Afrofuturis, Ytasha Womack, membentang sepanjang jalan kembali ke tradisi griot Afrika kuno; dia juga mencatat referensi yang sering muncul di karya-karya tersebut seperti astronomi Mesir dan piramida.

Womack menggambarkan Afrofuturisme sebagai "persimpangan antara budaya kulit hitam, teknologi, pembebasan dan imajinasi, dengan beberapa aura mistis yang dilemparkan ke dalamnya juga. Hal-hal tersebut bisa diekspresikan melalui film; bisa juga dijelajahi melalui seni, sastra, dan musik. [Afrofuturisme] ini adalah cara untuk menjembatani masa depan dan masa lalu sehingga pada prosesnya membantu menata kembali pengalaman orang kulit berwarna (people of color).”

Afrofuturisme mengakar kuat pada pengalaman orang kulit berwarna. Topik-topik yang dibahas banyak, namun kurang lebih memiliki kesamaan tema: untuk melawan cara-cara masa sekarang, di mana ketidakadilan masih langgeng dalam kehidupan bermasyarakat, diperlukan masa depan yang berhasil menyelesaikan segala problematika ketidakadilan tersebut. Afrofuturisme menunjukkan seperti apa masa depan tersebut bagi orang kulit hitam; masa depan itu tampak seperti harapan.

Baca juga: Tren Sinema 2020

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

Afrofuturisme dan Masa Depan Orang Kulit Hitam

By
MLR
.
September 4, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

Afrofuturisme dan Masa Depan Orang Kulit Hitam

By
MLR
.
September 4, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles