X

Sign Up to Crafters Newsletter
for Free!

5 Langkah Penting Memulai Usahamu

By
BR
 •
March 13, 2020

Ada beberapa alasan mengapa sebagian pekerja profesional di seluruh dunia meninggalkan karier dan kehidupan mereka sebagai pekerja kantoran, untuk kemudian membuka peluang usaha sendiri sesuai dengan passion mereka. Rasa "tidak pernah puas", hingga alasan seperti "kelelahan bekerja terus menerus demi memenuhi tujuan orang lain."

Mereka adalah orang-orang berbakat, dengan hasrat dan visi yang memungkinkan mereka untuk menjadi sukses. Tetapi pada kenyataannya, hanya sedikit dari mereka yang berani untuk bergerak dan melangkah maju. Sisanya tidak demikian. Kenapa, ya?

Semua berawal dari pertanyaan: apakah saya benar-benar perlu untuk melakukan ini, bahkan ketika begitu banyak orang yang terlihat gagal membangun usaha mereka sendiri? Atau, apakah saya harus mempertaruhkan karir dan kehidupan yang saya miliki saat ini demi mengejar apa yang saya inginkan?

Afit Dwi Purwanto, pendiri sekaligus pemilik Holycow! Steakhouse by Chef Afif, mungkin bisa menjadi contoh dari beberapa orang yang berani mengejar passion dan mengambil langkah meninggalkan posisinya sebagai karyawan dan membangun usahanya sendiri.

Dulunya, dia adalah manajer sebuah perusahaan. Kini, restoran steak-nya sudah berhasil membuka cabang di berbagai kota besar di Indonesia. Di industri kreatif digital, ada Aulia Halimatussadiah, yang juga mantan seorang staff IT di perusahaannya. Berbekal pengetahuan soal teknologi dan kegemarannya menulis, Ia memutuskan keluar dan membangun ide bisnis. Kini Aulia menjadi salah satu founder Storial.co, sebuah platform storytelling yang mempertemukan penulis dan pembaca.

Selain Afif Dwi Purwanto dan Aulia Halimatussadiah, ada beragam pilihan bisnis lain yang mungkin bisa kamu lakukan. Misalnya, di bidang jasa independen, kamu bisa menjadi travel blogger atau fotografer. Semua tergantung pada kemampuan, hasrat, dan tujuan yang ingin kamu raih.

Avril McDonald, pendiri Feel Brave sekaligus penulis yang pernah meraih penghargaan, dalam sesi wawancaranya di  Forbes.com membagikan langkah-langkah penting yang akan membantu siapapun untuk melakukan transisi menjadi creativepreneur, atau membangun usahanya sendiri.

#1: Pastikan apa yang ingin kamu lakukan 100% selaras dengan nilai-nilai dan passion kamu. Dan kamu benar-benar ingin melakukannya, bukan setengah-setengah!

Avril menceritakan bahwa Ia bertemu dengan beberapa orang yang meminta bantuan kepadanya karena mereka terjebak dalam mengubah ide menjadi kenyataan, dan mereka tampak tidak berkomitmen untuk mengambil langkah pertama.

Ketika ia menyelidiki lebih lanjut, yang ia temukan adalah bahwa terkadang seseorang tidak melakukan sesuatu karena sebenarnya mereka tidak benar-benar ingin melakukannya. Ada hal lain di benak mereka yang mereka blokir, atau semacam impian yang mereka rasa tidak perlu atau layak diikuti.

Kemudian, saran yang Avril berikan adalah meminta mereka untuk menemukan fasilitator yang tepat untuk membuka bagaimana batin mereka bekerja dan membersihkan jalan pikiran mereka untuk membuat keputusan, lalu mengambil langkah pertama untuk mengubah impian menjadi kenyataan.

#2: Sadar dan ketahuilah bahwa tidak ada yang benar-benar tahu apa yang harus dilakukan ketika seseorang memulai perjalanannya!

Seringkali kita berpikir bahwa semua orang hanya tahu apa yang harus dilakukan untuk membangun bisnis baru atau menjadi pengusaha kreatif. Kenyataannya. tidak ada seorangpun yang tahu apa yang harus dilakukan ketika mulai mengerjakan langkah pertama. Avril mengatakan “Lakukan dulu! Pembelajaran terjadi kemudian.”

Sangat jarang seseorang langsung menjadi hebat saat pertama kali memulai mengerjakan sesuatu. Seseorang baru akan menjadi hebat dengan berlatih, mendengarkan, dan belajar dari pengalamannya. Maka dari itu, menemukan mentor yang baik dan tepat menjadi penting untuk membantumu memberi rambu jalan di sepanjang perjalanan. Dan yang paling penting lagi, adalah berpegang pada visi, serta percaya pada proses.

#3: Bersikap fleksibel dan adaptif jika diperlukan

Jika kamu berani memulai langkah pertama, perlu disadari bahwa sangat mudah untuk merasa kewalahan atau merasa kalah jika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, atau bahkan memakan waktu lebih lama dari apa yang kamu harapkan.

Ketika semua usahamu dirasa tidak berjalan sesuai harapan, coba dan lihat ini sebagai sebuah pesan. Artinya, kamu mungkin perlu memutar, mengubah, atau memodifikasi produk, layanan, atau penawaran dari usahamu. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan mentormu.

#4: Libatkan dan terbukalah dengan keluarga soal usahamu

Membangun bisnis, atau meluncurkan usaha kreatif sendiri, akan memakan waktu lebih lama dari apa yang biasa kamu pikirkan. Selain itu, waktu dan upaya yang kamu lakukan perlu didukung baik secara finansial dan emosional oleh keluargamu. Kenapa hal ini perlu dilakukan? Agar keluargamu selalu siap. Artinya, jangan sampai mereka mulai membenci karena waktu yang kamu habiskan jauh lebih banyak dari mereka dan akhirnya menekanmu karena kamu belum bisa membawa hasil nyata langsung kepada mereka.

Bagikanlah pencapaian kecil atau besar dengan mereka, dan jujurlah tentang apa yang perlu kamu lakukan untuk menjadi sukses. Karena jika kamu hidup sebagai tim dalam sebuah keluarga, kamu perlu bekerja sebagai tim dalam investasi waktu dan usaha.

#5: Temukan kesibukan sampingan yang menghasilkan

Tidak sedikit orang yang menjalankan bisnisnya, misalnya di bidang kuliner, sambil melakukan kesibukan sampingan sebagai penulis, fotografer, atau jasa konsultan. Di Amerika, istilah ini disebut dengan side hustle, yaitu mengerjakan kesibukan lain di samping kesibukan utama untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas seseorang sesuai dengan keterampilan dan kemampuan.

Avril menceritakan bahwa salah satu hal terbesar yang dia lakukan dalam masa peralihan dari seorang karyawan ke entrepreneur adalah melakukan kesibukan sampingan. Menurutnya, memiliki kesibukan sampingan menghilangkan tekanan komersial dari usaha bisnis yang dikerjakan. Selain itu, memungkinkan kamu untuk menggunakan keterampilanmu dan tetap bisa berhubungan dengan orang lain, serta memberi kemandirian finansial.

Heading 1

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Heading 5
Heading 6

Regular

Italic

Bold

  • Test 1
  • Test 2
  1. Test A
  2. Test B

What’s a Rich Text element?

The rich text element allows you to create and format headings, paragraphs, blockquotes, images, and video all in one place instead of having to add and format them individually. Just double-click and easily create content.

Static and dynamic content editing

A rich text element can be used with static or dynamic content. For static content, just drop it into any page and begin editing. For dynamic content, add a rich text field to any collection and then connect a rich text element to that field in the settings panel. Voila!

How to customize formatting for each rich text

Headings, paragraphs, blockquotes, figures, images, and figure captions can all be styled after a class is added to the rich text element using the "When inside of" nested selector system.

5 Langkah Penting Memulai Usahamu

By
BR
.
March 13, 2020

You must be a premium member to view the full content

Sorry, but the rest of this article is for our Premium Members only. To gain access to this content and many more benefits, subscribe below!

5 Langkah Penting Memulai Usahamu

By
BR
.
March 13, 2020

Crafters Newsletter

Sign up to our weekly email to get:
Article Updates
Event Announcements
Webinar Announcements
Free Research
Free
Offers
Free
Tutorials

Asupan Kreatif Mingguan

Gratis

Artikel-artikel kreatif terpercaya

-
-
-
Dapatkan gratis

Langganan Premium

US$ 10 / bulan

8+ tiket webinar marketing gratis setiap bulan
Semua siaran ulang tutorial, diskusi & wawancara
Panduan & riset terdepan di industri
Penawaran eksklusif dari brand & Event VIP
Artikel-artikel kreatif terpercaya

Related articles