Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Tips Mengembangkan Bisnis Sebagai Influencer

Sudah bukan hal yang tidak umum lagi di tahun 2019 ini kalau kita bicara tentang industri influencer di Indonesia. Memulai dengan semangat yang fresh dan menggebu-gebu untuk mengembangkan konten, para influencer yang sudah cukup lama menggeluti bidang ini mulai bisa memprediksi soal tren apa saja yang akan populer di tahun 2019 ini.

Namun, ternyata tidak sesederhana itu. Apalagi untuk para influencer yang baru saja mulai membangun bisnisnya. Banyak sekali pertanyaan yang pastinya jawabannya ingin mereka ketahui, dari para influencer profesional.

Lihat inspirasi influencer yang bergabung di GetCraft!

Kali ini, dalam Indonesia Creative Meetup: Tips & Trik Menambah Penghasilan dari Media Sosial di 2019, GetCraft mengundang tiga pembicara besar yaitu Jenahara Nasution (Social Media Influencer), Allyssa Hawadi (Makeup Artist & Influencer) dan Stephanie Sekar (Digital & Communication Specialist). Diadakan di Mandiri Inkubator Bisnis pada 18 Januari lalu, diskusi kali ini dimoderatori oleh Syarief Hidayatullah selaku SVP Creative dari GetCraft.

“Bisnis itu kan enggak harus berupa barang, ya. Influencer itu juga butuh branding agar bisa lanjut bisnisnya. Salah satunya, ya personality,” ujar Jenahara Nasution. Memang, bisnis lancar sama dengan influencer perlu mengembangkan banyak aspek branding mereka untuk memberikan klien yang ingin bekerja sama sebuah gambaran konten yang akan diproduksi nantinya.

Baca Juga: Agar Makin Sukses, Ini yang Perlu Diketahui Influencer Media Sosial

Tips Mengembangkan Bisnis Sebagai Influencer
Acara Indonesia Creative Meetup yang diadakan di Mandiri Inkubator Bisnis, 18 Januari lalu.

Stephanie Sekar datang dari sisi brand untuk memberikan insights kepada para peserta tentang pertimbangan-pertimbangan yang ia perhatikan selama ini. Lewat presentasinya, Stephanie mengatakan bahwa tahun 2018, ia memperhatikan bahwa semakin sulit untuk melihat sebuah sponsored content yang dilakukan oleh para influencer yang diakibatkan oleh algoritma yang sering berubah-ubah, terutama di Instagram dan Facebook. Hal ini menjadi sebuah tantangan yang cukup besar untuk kedua belah pihak (influencer dan brand).

Ia menambahkan juga bahwa Instagram Stories dianggap sebagai tren yang menarik bagi audiens karena elemen interaktif di dalamnya. Poin lain yang disampaikan Stephanie adalah kesempatan agency untuk mengambil alih kegiatan influencer marketing, transparansi dari para influencer saat bekerja sama dengan brand, kesempatan brand untuk memilih beragam macam influencer (dari micro ke selebriti) dan tantangan akan sulitnya mencapai target pasar yang disebabkan oleh kompetisi yang terus meningkat di antara para brand.

Allysa Hawadi juga mengingatkan bahwa sebagai influencer, ia selalu melakukan hal yang ia suka lewat media sosialnya. “Aku enggak pernah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati aku. Dengan cara menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang aku suka,” tegasnya.

Nah, untuk merangkum diskusi dan obrolan dari Indonesia Creative Meetup: Tips & Trik Menambah Penghasilan dari Media Sosial di 2019, berikut beberapa langkah yang mungkin perlu kamu pertimbangkan dalam mengembangkan bisnismu dalam industri influencer.

 

Tips Mengembangkan Bisnis Sebagai Influencer
Allyssa Hawadi di Indonesia Creative Meetup
Tips Mengembangkan Bisnis Sebagai Influencer
Jenahara Nasution di Indonesia Creative Meetup
Tips Mengembangkan Bisnis Sebagai Influencer
Stephanie Sekar di Indonesia Creative Meetup
Menentukan Expertise

Sebagai influencer, penting untuk menentukan expertise/ketertarikan/niche yang ingin dibangun dari awal membentuk branding. Misal, Allyssa Hawadi menawarkan expertise-nya sebagai makeup enthusiast dan tentunya makeup artist. Maka, beauty adalah expertise-nya. Hal ini penting karena brand seharusnya dapat melihat kebutuhan mereka lewat branding yang dilakukan oleh para influencerExpertise yang ditawarkan dari influencer ke publik lah yang nantinya akan dibeli oleh brand. Baru setelah itu, influencer dapat membuat konten edukatif, insightful dan fresh yang diinginkan oleh para audiens.

Baca Juga: Belajar Mengerti Tantangan dari Kolaborasi Brand & Influencer

Integritas dan Orisinalitas

Setelah melakukan itu semua, saatnya kamu sebagai influencer mempertahankan integritasmu. Tentunya, secara profesional. Untuk ini, kamu dituntut untuk konsisten merangkai konten yang sesuai dengan expertise-mu. Hal ini tentunya akan memudahkan brand-brand yang ingin bekerja sama dengan para influencer. Aspek profesionalitas ini juga bisa kamu tingkatkan dengan cara berkomunikasi dengan baik dengan followerspotential client atau agency.

Konten yang diproduksi oleh para influencer juga harus dipertahankan keorisinalitasannya. Karena, tidak hanya konten yang bagus yang hanya akan menarik banyak klien, namun juga konten yang otentik.

Rate Card dan Kolaborasi

Pada akhirnya, para influencer yang telah mengukur dan melakukan di atas sudah bisa membuat rate card secara profesional juga. Penentuan expertisefollowers dan engagement adalah hal terpenting yang perlu diperhatikan.

“2019 akan masih sama dengan 2018, yaitu tahun kolaborasi,” ujar Allyssa Hawadi. Jadi di tahun ini, para influencer harus bersiap melakukan banyak-banyak bentuk kolaborasi, ya!

 

Apakah kamu seorang influencer yang sudah siap berkolaborasi dengan brand?

January 21, 2019
Product Training GetCraft: Data, Tren dan Insights untuk Bisnis Foto dan Videografi
GetCraft setiap bulan mengadakan acara Product Training untuk memberi data, tren dan insights pada...
January 23, 2019
Admin Bude Sumiyati: Viral Bermodal Kuota Setengah Giga
Bude Sumiyati sudah beberapa tahun belakangan berhasil viral. Kebanyakan orang membicarakan Bude, namun bagaimana...