Crafters

Portal konten yang fokus mengangkat beragam hal seputar industri kreatif. Mulai dari wawancara, laporan khusus, sampai tips dari para kreator yang berkarya di bidang seni, kebudayaan, bisnis kreatif, dan teknologi.

Melalui Crafters, kami ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan industri kreatif di Asia Tenggara.

Dikelola oleh

Sign up to receive bi-weekly creative inspiration, delivered directly to your inbox!

Hari Prast: Menjaga Kebhinekaan dan Memberantas Hoax dengan Ilustrasi

Konsisten membuat ilustrasi tematik bisa jadi menantang untuk para ilustrator. Namun, untuk memilih tema politik? Tentu sebuah tantangan yang butuh keberanian besar di baliknya.

Untuk menjadi netral, memilih angle yang tepat serta penyampaian visualnya harus digodok matang tentunya. Hari Prast, atau Hari Merdeka sudah mulai mengangkat isu-isu politik dalam karyanya sejak 2014. Lewat akun pribadinya, dan akun kolektifnya yang disebut #KaryaAdalahDoa, Hari memutuskan untuk konsisten menyebarkan positivity lewat karya-karya ilustrasinya. Dengan gaya karakter yang terinspirasi dari komik The Adventures of Tintin, Hari selalu berhasil melakukan kombinasi kultur Indonesia dengan obyek lainnya.

Hari Prast bukan hanya seorang ilustrator. Namun, sebagai salah satu pelaku industri kreatif di Indonesia, ia merasa memiliki sebuah misi yang besar: menjaga kebhinekaan dan memberantas hoax lewat karyanya.

Bicara soal prestasi personal, bisa jadi salah satunya yang paling dibanggakan Hari adalah mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi pada tahun 2014 lalu. Setelah itu, rasanya melihat karya Hari di akun media sosial Pak Jokowi, bukan hal yang mengejutkan lagi.

Hari Prast: Menjaga Kebhinekaan dan Memberantas Hoax dengan Ilustrasi
Ilustrasi Hari Prast dengan karakter Pak Jokowi (Dok. Instagram @harimerdeka)

Baru-baru ini, salah satu karya ilustrasi buatannya yang dibuat untuk merespon pidato presiden soal perumpamaan serial Game of Thrones dengan keadaan ekonomi Indonesia berhasil mendorong Hari untuk membuat sebuah ilustrasi istimewa yang berhasil viral. Ya, terlihat Pak Jokowi berdiri di sebelah singgasana Iron Throne menggunakan pakaian daerah.

Responsif, juga menjadi hal yang perlu diapresiasi besar dari karya-karya Hari. Bahkan, karena cepatnya ia merespon suatu isu, Hari pernah mendapatkan pujian dari Kaesang, putra presiden Jokowi di akun Instagram-nya. Kali ini, Crafters berkesempatan berbincang dengan Hari seputar pemilihan tema, pertimbangan dan misi terbesarnya dalam mengangkat isu politik dalam karyanya.

Baca Juga: Rukii Naraya: Pentingnya Mengenali Diri Sendiri dan Berkarya untuk Masyarakat

 

Apa yang membuat Hari pertama kali terinspirasi membuat karya dengan tema budaya dan politik Indonesia?

Pertama kali membuat karya yang bertemakan budaya lokal dan politik karena dulu pernah nyemplung di dunia iklan. Di situ saya selalu berusaha memasukkan konten lokal dalam membuat iklan, sehingga kebawa ke gaya komunikasi ilustrasi saya. Kalau bicara soal tema politik, saya merasa karena saat ini belum cukup banyak yang membuat ilustrasi bertemakan politik sepertinya. Kebanyakan bentuknya komik dan karikatur, lalu saya berpikir, kenapa enggak saya coba.

Lewat ilustrasi, Hari selalu menyampaikan apa yang ingin disampaikan, walaupun hal itu bisa jadi kontroversial. Apakah ini penting untuk Hari, sebagai ilustrator?

Saya banyak bermain ilustrasi di media sosial, dan kebanyakan materi media sosial saat ini isinya hoax (apalagi di ranah politik). Karena buat saya itu berbahaya, dan teman saya pernah bilang kalau hoax itu seperti penyakit yg dimasukkan ke tubuh kita; kita mesti mengobatinya agar bisa kebal dari penyakit tersebut. Nah, saya ingin jadi salah satu obat tersebut, dengan membuat karya-karya yang bersifat positif.

Ada concern enggak sih saat memutuskan untuk fokus dengan tema ilustrasi tersebut?

Tentu ada. Saya selalu percaya dengan membuat karya secara konsisten, maka lama kelamaan orang akan sadar (paling tidak menengok) apa yg ingin kita sampaikan. Nah, karena itu saya selalu berusaha konsisten untuk menyampaikan pesan yang bernuansa positif dan kebanyakan saya balut dengan humor atau joke lokal, agar pesannya ndak terasa berat dan masih bisa dinikmati banyak kalangan.

Misi terbesarnya apa dalam membuat ilustrasi dengan tema tersebut?

Simple sih: orang jadi bangga akan kebhinekaan yang ada di Indonesia. Hahahandak simple, ya?

 

Hari Prast: Menjaga Kebhinekaan dan Memberantas Hoax dengan Ilustrasi
Karya Heri Prast untuk merespon acara Para Games (Dok. Instagram @harimerdeka)
Apakah Hari sering mendapatkan kritik karena karya yang tidak semua orang setuju? Bagaimana selama ini menanggapi dan menanganinya?

Ya, beberapa kali dapat kritikan, tapi kalau sifatnya membangun, ya saya terima dan saya dengarkan. Tapi kalo sifatnya asal mengkritik, lebih baik dicuekin saja. Wong saya dalam membuat karya ndak bermaksud menyerang siapa pun atau golongan tertentu kok selama ini.

Diapresiasi oleh orang nomor satu di Indonesia, Pak Presiden Jokowi. Apa tanggapan Hari saat itu?

Bangga sekali, pastinya. Sempet kampungan gitulah, sudah pasti itu. Saya pamerin ke semua orang dan semua akun, hahaha.Ndeso, tapi ya itu tadi, kalau kita fokus dengan apa yang kita ingin capai, sabar-sabar saja, nanti pada ujungnya pasti akan ada yang bisa dipetik.

Baca Juga: Kemas Acil: Membuka Mata Soal Seni Ilustrasi

Bagaimana selama ini Hari melanjutkan konsistensi sebagai ilustrator?

Tetap mencari ide soal apa saja yg bisa diilustrasikan, dan kemudian akan saya unggah ke akun saya di media sosial, ataupun menyelenggarakan pameran-pameran bersama teman-teman saya.

 

Hari Prast: Menjaga Kebhinekaan dan Memberantas Hoax dengan Ilustrasi
Apresiasi dari Pak Jokowi dalam akun Instagramnya (Dok. Instagram @jokowi)
Teman saya pernah bilang kalau hoax itu seperti penyakit yg dimasukkan ke tubuh kita; kita mesti mengobatinya agar bisa kebal dari penyakit tersebut. Nah, saya ingin jadi salah satu obat tersebut, dengan membuat karya-karya yang bersifat positif.
Bagaimana biasanya Hari mengkurasi isu nasional yang kemudian diangkat menjadi ilustrasi? Apa saja pertimbangannya?

Cek dan ricek dulu yang pasti dan ndak sembrono. Karena karya saya banyak memakai angle politik (yang cukup sensitif), saya pasti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan orang-orang terdekat, seperti istri saya, teman-teman dekat yang paham isunya, dll.

Bahkan, tidak jarang saya sudah membuat sebuah karya hingga selesai tapi lalu saya jadi tidak yakin untuk mengunggahnya. Itu gunanya diskusi. Ada beberapa karya yang batal saya unggah. Apalagi bicara sekarang, akan lebih riskan untuk mengambil isu-isu politik. Walaupun begitu, saya tetap berusaha mengambil angle positifnya.

Dari banyak bentuk ilustrasi yang telah dipelajari Hari, yang mana yang paling menantang dan menarik untuk kembali dikembangkan?

Membuat sebuah karya ilustrasi yang berseri dan bisa diterima banyak pihak.

Apa pesan Hari untuk ilustrator/pelaku industri kreatif/content creator yang saat ini sedang berusaha mengembangkan karyanya?

Terus bereksperimen, bereksplorasi dan terus konsisten dengan apa yang mau dikejar dan diraih.

 

Hari Prast: Menjaga Kebhinekaan dan Memberantas Hoax dengan Ilustrasi
Karya Hari Prast untuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo (Dok. Instagram @harimerdeka)
October 31, 2018
Tips Menulis dari Tweets J.K Rowling
Menjadi penulis dengan belajar dari tweets J.K Rowling di Twitter? Kenapa tidak?
November 2, 2018
5 Akun Instagram Seru untuk Bacaan Akhir Pekan
Bingung memutuskan kegiatan akhir pekan? Mungkin 5 akun Instagram ini bisa menjadi bacaan menyenangkan...